TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dianggap sebagai Makanan Tidak Sehat, Bolehkah Ibu Hamil Makan Jeroan?

Jeroan sering dianggap sebagai penyebab beragam masalah kesehatan

Youtube.com/CR COOK

Saat hamil, Mama tentu harus berhati-hati dengan apa yang dikonsumsi. Pasalnya, mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan janin.

Salah satu makanan yang sering dikonsumsi di Indonesia adalah jeroan atau organ-organ hewan yang dapat dikonsumsi.

Jeroan sering dicap sebagai makanan yang tidak sehat. Terkadang mereka yang tidak hamil juga disarankan untuk tidak mengonsumsi jeroan terlalu banyak. Hal yang paling ditakutkan dari konsumsi jeroan secara berlebihan adalah kenaikan tingkat kolesterol.

Lantas, bolehkah ibu hamil makan jeroan? Nah, sebelum Mama mengonsumsinya, simak dulu penjelasan Popmama.com berikut ini!

Kandungan Gizi Jeroan

Freepik/Timolina Hati sapi menjadi salah satu makanan pemicu asam urat tinggi

Jeroan adalah organ hewan yang dapat dikonsumsi. Nah, yang termasuk jeroan adalah hati, ampela, jantung, otak, dan usus. Organ-organ ini yang paling sering dikonsumsi.

Biasanya jeroan dari ayam, bebek, domba, sapi, atau bahkan hewan lain dapat dikonsumsi.

Meski dicap sebagai penyebab masalah kesehatan, jeroan ternyata kaya nutrisi, Ma.

Misalnya hati, jantung, dan ampela ayam mengandung protein, zat besi, seng (zinc), magnesium, fosfor, kalsium, kalium, natrium, selenium, vitamin B, vitamin A, dan vitamin C.

Jeroan lainnya, seperti otak sapi juga mengandung protein, zat besi, kalium, kalsium, magnesium, mangan, fosfor, selenium, natrium, dan seng. Beragam vitamin, seperti A, B, C, dan E juga dapat ditemukan pada otak sapi. Otak sapi juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jeroan?

Pexels/Amina Filkins

Setelah mengetahui kandungan gizinya, Mama mungkin bertanya-apa: apakah ibu hamil boleh mengonsumsi jeroan?

Berita baiknya, Mama boleh mengonsumsi jeroan karena kandungan gizinya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Namun jeroan tidak boleh dikonsumsi setiap hari, Ma. Dilansir dari laman Baby Center, jeroan sebaiknya dikonsumsi sebanyak sekali atau dua kali dalam sebulan saja saat hamil.

Hal yang paling utama adalah beberapa jeroan, seperti ati ayam, mengandung salah satu jenis vitamin A, yaitu retinol, yang tinggi.

Manfaat Mengonsumsi Jeroan

Freepik/azerbaijan_stockers

Sering kali dipandang secara negatif, jeroan memiliki beberapa manfaat bagi ibu hamil. Dengan catatan, jika Mama mengonsumsinya tidak berlebihan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan konsumsi jeroan:

  • membantu pembentukan sel darah merah sehingga mengurangi risiko anemia,
  • memenuhi kebutuhan protein,
  • jeroan sebagai sumber mineral yang bermanfaat untuk kehamilan,
  • vitamin A yang ada pada jeroan dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil,
  • jeroan mengandung protein yang dapat menekan risiko depresi dan stres, dan
  • mendukung perkembangan otak janin.

Mengapa Ibu Hamil Tidak Boleh Terlalu Sering Mengonsumsi Jeroan?

commons.wikimedia.org

Jeroan mengandung vitamin A yang tinggi. Meski vitamin A dibutuhkan oleh tubuh, kelebihan vitamin A saat hamil bisa membahayakan janin dan meningkatkan risiko keguguran.

Jeroan mengandung lemak tinggi, kolesterol, dan purin. Jika dikonsumsi berlebihan, Mama berisiko mengalami asam urat dan nyeri sendi. Ini tentu akan menambah ketidaknyamanan saat hamil.

Kadar kolesterol tinggi dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila terjadi pada ibu hamil, maka dapat berpengaruh terhadap suplai oksigen dan nutrisi ke janin.

Konsumsi jeroan terlalu banyak juga berisiko meningkatkan tekanan darah dan preeklamsia, Ma. Untuk menghindari komplikasi kehamilan, jeroan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak.

Jadi, ibu hamil boleh makan jeron, tetapi harus dibatasi, ya, Ma. Ini juga berlaku pada mereka yang tidak hamil.

Apakah Mama suka makan jeroan?

Baca juga:

The Latest