TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pengaruh Antara Kesehatan Gigi dan Peluang Kehamilan

Ini alasannya Mama harus mulai rutin ke dokter gigi sebelum hamil!

Freepik/teksomolika

Kebersihan gigi dan mulut yang baik ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan penampilan, tetapi juga mampu meningkatkan kesuburan lho, Ma!

Dilansir dari laman Verywell Family, ada sebuah penelitian yang mengungkap bahwa kesehatan gigi dapat mempengaruhi berapa lama seorang perempuan bisa hamil.

Sedangkan pada pria, penyakit gusi dan gigi berlubang dikaitkan dengan air mani dan kesehatan sperma yang buruk. Karena itu, antara kesehatan gigi dan kesuburan dikatakan saling berhubungan.

Tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga bagi pria.

Selama hamil, kesehatan gigi dan mulut yang buruk juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, pre-eklampsia, persalinan prematur, serta risiko berat lahir rendah pada bayi.

Jadi, menjaga  kesehatan gigi dan gusi tidak hanya penting untuk kesuburan, tetapi penting juga bagi kesehatan bayi di dalam kandungan.

Bagaimana kebersihan gigi dan mulut bisa memengaruhi kesuburan dan kehamilan? Simak ulasan Popmama.com berikut ini ya, Ma!

Kesehatan Gigi dan Kesuburan Pria

Freepik/asier_relampagoestudio

Beberapa penelitian menemukan bahwa pria dengan kesehatan rongga mulut yang buruk maupun tidak terawat, lebih berisiko mengalami infertilitas atau ketidaksuburan. Meskipun disfungsi ereksi bukanlah tanda umum infertilitas pada pria, tetapi mereka yang mengalami disfungsi ereksi juga dikatakan lebih cenderung memiliki penyakit gusi.

Ada beberapa teori yang menjelaskan bagaimana kesehatan mulut yang buruk mempengaruhi sperma:

  • Pertama, gigi berlubang, infeksi gigi, dan semua penyakit gusi mengakibatkan tingkat pertumbuhan bakteri yang tinggi di rongga mulut. Peningkatan kadar bakteri di mulut ini dapat menyebabkan peningkatan kadar bakteri di area tubuh lainnya, termasuk air mani. Bakteriospermia misalnya, yaitu ketika infeksi bakteri ditemukan dalam air mani. Melalui tes laboratorium, jumlah sel darah putih di dalam air mani akan menunjukkan angka abnormal. Studi menemukan bahwa kesehatan mulut yang buruk dikaitkan dengan peningkatan risiko bakteriospermia. Tetapi, mengobati gigi berlubang dan infeksi rongga mulut bisa menurunkan risikonya.
  • Kedua, ketika tubuh melawan infeksi pada rongga mulut, respons imunologi tubuh mungkin akan meningkat. Infeksi dan respons imunologis mungkin terkonsentrasi di mulut, tetapi ini dapat menyebabkan peningkatan peradangan di seluruh tubuh. Hal ini pada akhirnya akan  menyebabkan sistem kekebalan menyerang sel yang sehat, salah satunya sel sperma.
  • Ketiga, ada kemungkinan bahwa kondisi kesehatan mulut yang buruk juga merupakan faktor risiko infertilitas. Misalnya, pada kasus perokok yang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit periodontal (masalah gusi) dan merokok tentu berdampak negatif pada kesuburan.

Penyakit Gusi pada Perempuan Kurangi Peluang Kehamilan?

Freepik/katemangostar

Banyak penelitian tentang kesehatan gigi dan kesuburan yang telah dilakukan pada pria. Namun, para ilmuwan mulai melihat bagaimana kesuburan perempuan juga dapat dipengaruhi oleh kesehatan mulut.

Sebuah penelitian yang melibatkan 3.737 perempuan hamil di Australia mempelajari apakah penyakit periodontal (masalah gusi) dikaitkan dengan kesulitan hamil. Dari perempuan yang disurvei, hanya dimasukkan mereka yang memiliki kehamilan terencana. Peneliti juga mengesampingkan perempuan yang hamil dengan perawatan kesuburan. Perempuan dengan penyakit periodontal membutuhkan rata-rata lebih dari 7 bulan untuk hamil. Namun, perempuan tanpa penyakit periodontal menghabiskan rata-rata 5 bulan saat mencoba untuk hamil. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuahan menjadi 2 bulan lebih lama dari yang seharusnya.

Penyakit Periodontal dan Kesuburan Perempuan

Freepik/jannoon028

Dalam sebuah teori, kesehatan mulut dan kesuburan perempuan dikaitkan dengan hubungan imunologis. Penyakit periodontal dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu reaktif.

Perempuan dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu reaktif telah ditemukan pada peningkatan risiko infertilitas, keguguran, dan kegagalan implantasi embrio selama program IVF.

Selain itu, penyebab umum infertilitas pada perempuan, khususnya endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit periodontal. Menariknya, mereka tidak termasuk perempuan yang merokok, penderita diabetes, atau obesitas.

Tips Meningkatkan Kesehatan Gigi

Pexels/Daniel Xavier

Risiko terkena penyakit gigi dan rongga mulut tergantung pada berbagai faktor, termasuk genetika, keberadaan penyakit lain, kebiasaan, dan kebersihan mulut. Mama bisa mengurangi risiko penyakit gusi dan meningkatkan kesehatan gigi dengan mengubah kebiasaan, sehingga kesuburan pun bisa meningkat.

1. Rutin check up ke dokter gigi

Freepik/pressfoto

Memeriksa kesehatan gigi secara teratur adalah kunci untuk menjaga kesehatan gusi dan rongga mulut. Setidaknya 6 bulan sekali, datanglah ke dokter gigi untuk meninjau kesehatan gusi secara komprehensif. Jika dokter menemukan kerusakan gigi, jangan menunda untuk merawatnya.

2. Sikat gigi 2 kali sehari

freepik

Ini mungkin klasik dan sepele, tetapi faktanya masih ada yang kurang kesadaran akan hal ini lho, Ma. Menyikat gigi yang paling baik adalah setiap pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. Sikatlah dengan baik sesuai tata cara menyikat gigi yang benar.

3. Berkumurlah dengan air putih setelah makan

freepik

Mama tidak perlu menyikat gigi tiap sehabis makan, tetapi berkumur dengan air juga dapat membantu. Membilas dengan air putih setelah makan atau setelah minum minuman yang berwarna bisa mengurangi peradangan gusi dan risiko gigi berlubang.

4. Berhenti merokok

Freepik/nensuria

Buatlah komitmen untuk berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko terkena penyakit periodontal dan membahayakan kesuburan. Ini berlaku untuk pria dan perempuan, ya.

Itulah tips mengurangi risiko penyakit rongga mulut sebagai salah satu cara meningkatkan fertilitas. Jadwalkan perawatan kesuburan setidaknya beberapa minggu setelah menjalani perawatan gigi. Pembersihan gigi, khususnya pembersihan yang ditujukan untuk mengobati penyakit periodontal dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam aktivitas imunologi. Dikhawatirkan, ini dapat berdampak negatif terhadap keberhasilan pengobatan kesuburan. Setidaknya, beri jeda waktu tiga minggu atau lebih antara pembersihan gigi dan perawatan kesuburan ya, Ma.

The Latest