TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Kondisi Medis yang Menyebabkan Rendahnya Jumlah Sperma

Apakah Papa sedang alami infeksi tertentu?

Pexels/Deon Black

Pada laki-laki, sel sperma atau spermatozoa dihasilkan di testis atau buah zakar.

Sedangkan produksi sel sperma dipengaruhi oleh banyak faktor, yakni seperti kadar hormon testosteron dan temperatur buah zakar.

Saat laki-laki ejakulasi, berjuta-juta sel sperma akan dikeluarkan melalui penis bersama cairan air mani.

Namun sayangnya, ada berbagai penyebab yang menurunnya tingkat kesuburan laki-laki. Ini termasuk jumlah sperma.

Mengenai hal tersebut, berikut Popmama.com informasikan kondisi medis yang mempengaruhi lemahnya jumlah sperma. Beberapa diantaranya adalah:

1. Mengalami beberapa infeksi membuat kerusakan testis

Pexels/Andrew Neel

Salah satu kondisi medis dari sedikitnya jumlah sperma yakni karena alami infeksi tertentu.

Dilansir dari WebMD, infeksi prostat atau cedera pada testis laki-laki dapat memicu respons imun. Ini terjadi ketika sperma bersentuhan dengan darah dan setelah operasi testis.

Dalam hal itu, maka bisa menyebabkan peluang terjadinya pembuahan menurun.

Seorang laki-laki yang alami beberapa infeksi seperti radang epididimis dan infeksi menular seksual, termasuk gonore atau HIV juga membuat kerusakan testis permanen.

2. Mengalami antibodi yang menyerang sperma

Pexels/Pixabay

Sebenarnya, jumlah sperma yang sedikit bisa menjadi masalah serius bagi laki-laki.

Apalagi jika penyebabnya adalah mengalami antibodi yang menyerang sperma. Alih-alih menargetkan zat asing berbahaya di dalam tubuh, antibodi ini malah menghilangkan sperma.

Diinformasikan dari UOFMHealth, ternyata antibodi dapat merusak atau membunuh sperma. Jika sejumlah besar antibodi sperma bersentuhan dengan sperma, mungkin sulit bagi sperma untuk membuahi sel telur. Ini disebut infertilitas imunologis.

Pada kondisi ini, testis biasanya menjauhkan sperma dari bagian tubuh lainnya dan sistem kekebalan tubuh.

3. Memiliki ketidakseimbangan hormon dalam kadar testosteron

Pexels/cottonbro

Ternyata, banyak kaum laki-laki memiliki rendahnya jumlah sperma akibat memiliki ketidakseimbangan hormon.

Diwartakan dari Medicinenet, laki-laki lebih mungkin alami ketidakseimbangan hormon dalam kadar testosteron. Testosteron rendah mengakibatkan penurunan kekuatan, energi, stamina dan fungsi seksual.

Pada laki-laki, sering kali mengalami fluktuasi ketidakseimbangan hormon dari waktu ke waktu. Hal itu juga bisa menjadi akibat dari kelenjar endokrin yang tidak berfungsi. 

Untuk memastikan diagnosis ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan rendahnya jumlah sperma, Papa bisa melakukan tes darah maupun MRI atau sinar x.

4. Kanker mempengaruhi organ reproduksi laki-laki

Pexels/Anna Shvets

Seorang laki-laki dengan jumlah sperma yang sedikit, ini juga bisa terjadi karena faktor penyakit kanker atau tumor.  

Kondisi tersebut termasuk pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor yang mengalangi kesuburannya.

Dikutip dari Txfertility, sebagian besar kondisi kronis seperti kanker testis atau prostat dapat menyebabkan laki-laki memiliki jumlah sperma yang rendah.

Di mana kanker dan tumor tidak ganas akan mempengaruhi organ reproduksi laki-laki secara langsung. Terutama melalui kelenjar yang melepaskan hormon dengan reproduksi.

5. Pembengkakan pembuluh darah akibat varikokel

Pexels/Andrea Piacquadio

Apakah Papa mengalami pembengkakan pembuluh darah yang mengalirkan testis karena varikokel?

Kondisi tersebut merupakan penyebab reversibel paling umum dari rendahnya jumlah sperma pada laki-laki dan membuat sperma sulit membuahi sel telur.

Diberitahu dari Medicalnewstoday, bahwa varikokel sangat umum terjadi. Biasanya mempengaruhi 10-15 persen laki-laki.

Varikokel yang menyebabkan infertilitas, mungkin terkait dengan regulasi suhu testis abnormal. Artinya, varikokel mengakibatkan penurunan kualitas sperma.

Demikianlah kelima faktor medis rendahnya jumlah sperma pada laki-laki. Cobalah berkonsultasi dengan dokter, sehingga Papa dapat mengetahui langkah awal yang perlu dilakukan.

Baca juga:

The Latest