TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Infeksi Cacing Kremi Pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Selalu jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya infeksi cacing kremi

Freepik/Biancoblue

Cacing usus, cacing parasit serta cacing kremi adalah organisme sederhana yang jika menginfeksi dapat menyebabkan banyak gejala dalam tubuh, beberapa di antaranya mirip dengan gejala gangguan usus lainnya.

Oleh sebab itu, pengenalan tanda dan penegakan diagnosis yang cepat pun pun menjadi sangat penting guna menghindari komplikasi, terutama bagi ibu hamil.

Untuk pengobatan, dokter dapat memberikan obat antiparasit atau perawatan lainnya.

Apa itu cacing kremi?

Cacing kremi atau pinworms adalah cacing gelang kecil, tipis yang seukuran dengan kawat jepit. Cacing kremi relatif tidak berbahaya dan kadang-kadang hidup di usus besar serta dubur manusia.

Namun seseorang yang memiliki cacing kremi dapat menularkannya kepada orang lain melalui kontak langsung atau dengan berbagi benda yang terkontaminasi dengannya.

Cacing kremi umumnya menyebabkan gatal di sekitar anus, yang bisa menjadi cukup parah sehingga membuat sulit tidur. Gejala ini utamanya muncul pada malam hari karena ini adalah waktu ketika cacing kremi betina merangkak keluar dari anus untuk bertelur di kulit sekitarnya. Demikian dikutip dari Medical News Today.

Berbahayakah cacing kremi bagi ibu hamil?

Dilansir Parenting First Cry, pada dasarnya keberadaan cacing kremi tidak memengaruhi janin dengan cara apa pun. Mereka tetap terbatas berada pada daerah usus dan hanya menyebabkan rasa tidak nyaman dan gatal pada Mama.

Ini juga alasan mengapa dokter biasanya tidak memberikan obat apa pun untuk ibu hamil dan lebih menyarankan praktik kebersihan yang lebih baik.

Namun semua tetap bergantung pada kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing ya, Ma. Bisa saja dokter memberikan pengobatan lain jika memang benar-benar dibutuhkan.

Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkap tentang cacing kremi dan bahayanya bagi kesehatan ibu hamil:

1. Gejala infeksi cacing kremi pada ibu hamil

Freepik/Petzshadow

Jika seorang ibu hamil hanya memiliki sejumlah kecil cacing kremi, gejalanya akan ringan atau mungkin tidak ada gejala sama sekali.

Gejalanya akan menjadi lebih buruk jika infeksi berkembang menjadi lebih berat, terutama jika jumlah cacing kreminya semakin banyak pula.

Sekitar 4 minggu setelah telur cacing kremi masuk ke dalam tubuh Mama, cacing betina dewasa akan membuat jalan keluar dari usus ke daerah anus, di mana telur kemudian akan diletakkan dalam sebuah zat tertentu.

Zat inilah yang diyakini menyebabkan gatal, yang biasanya terjadi pada malam hari. Selama tahap pematangan telur, seseorang dengan cacing kremi mungkin mengalami gejala berupa tidur yang jadi tidak nyenyak, gatal-gatal di daerah anus (terutama di malam hari) dan mual ringan.

Apabila infeksi berlanjut menjadi tingkat parah, gejala yang mungkin muncul misalnya penurunan nafsu makan, sakit perut, gangguan pola tidur, serta penurunan berat badan.

Yang perlu diperhatikan, jika ada seseorang yang diketahui terkena infeksi cacing kremi, maka semua anggota keluarganya yang lain juga harus waspada dan mulai menjaga kesehatan, meskipun mungkin belum menunjukkan adanya gejala.

2. Penyebab infeksi cacing kremi

Freepik

Infeksi cacing kremi lebih fokus disebabkan oleh faktor kebersihan yang tidak memadai. Jadi pada intinya, jika Mama tidak menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan dan kebersihan makanan dengan baik, cacing kremi bisa lebih mudah masuk dan menginfeksi.

Termasuk jika ada seseorang yang terinfeksi membersihkan diri dengan sabun batang, maka ada risiko cacing kremi berpindah ke sabun kemudian menyebar ke semua orang yang menggunakannya.

Selain itu, pakaian dalam dapat menampung cacing kremi di dalamnya dan berpindah ke pakaian lain. Karpet atau seprai juga dapat menjadi lahan bagi cacing kremi berpindah dari satu orang ke orang lain yang letaknya berdekatan satu sama lain. Pun demikian dengan penggunaan handuk.

3. Diagnosis infeksi cacing kremi

Freepik/Pressfoto

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan dokter untuk menemukan apakah Mama terinfeksi cacing kremi atau tidak. Selain dengan wawancara, dokter juga bisa melakukan tape test.

Pada tes ini, Mama akan diminta menempatkan selembar plester plastik bening pada kulit di sekitar anus dan kemudian melihat plester di bawah mikroskop. Jika memang ada, akan terlihat cacing atau telur di plester tersebut.

Karena cacing kremi cenderung bertelur di malam hari, pengambilan sampel pun lebih baik dilakukan pada pagi hari. sampel yang baik lebih mungkin di pagi hari.

Diagnosis infeksi cacing kremi juga bisa dilihat jika ada cacing yang dengan sendirinya terlihat di area anus, pakaian dalam, atau di toilet. Di dalam feses, cacing-cacing itu tampak seperti potongan kecil kapas putih. Karena ukuran dan warna putihnya, cacing kremi kadang-kadang pun sulit dilihat.

Jika Mama menemukan ada cacing kremi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Pengobatan infeksi cacing kremi pada ibu hamil

Freepik

Seperti disebutkan sebelumnya, infeksi cacing kremi sebenarnya fokus pada kebersihan diri. Namun penting untuk diingat juga bahwa pengobatan infeksi cacing kremi juga berfokus pada pencegahan infeksi ulang.

Ini berarti semua anggota keluarga juga perlu waspada dan merawat kebersihan diri. Perawatan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan secara ketat selama minimal 6 minggu.

Beberapa obat untuk cacingan juga banyak tersedia di apotek, namun bagi ibu hamil konsumsi obat sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Supaya lebih aman, tetap konsultasikan dulu dengan dokter apakah perlu meminum obat.

Apabila memang diperlukan konsumsi obat, patuhi anjuran hanya dari dokter, ya.

5. Komplikasi infeksi cacing kremi pada ibu hamil

Freepik/Valeria_aksakova

Meskipun tidak nyaman dan terkadang mengkhawatirkan, komplikasi akibat infeksi cacing kremi jarang terjadi. Tetapi tetap ada kemungkinan beberapa komplikasi terjadi, di antaranya seperti:

  • Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada ibu hamil dengan infeksi cacing kremi berat. Ini karena cacing kremi kadang-kadang juga dapat berpindah ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi.

  • Infeksi rongga peritoneum

Selain ke saluran kemih, cacing kremi juga bisa berpindah ke dalam vagina, tepatnya ke rahim, saluran tuba, dan sekitar organ panggul, menyebabkan vaginitis atau endometritis.

  • Penurunan berat badan

Jika infeksinya parah, parasit dapat mengambil nutrisi penting, mengakibatkan penurunan berat badan yang cukup signifikan.

  • Infeksi kulit

Gatal yang diakibatkan oleh cacing kremi dapat menyebabkan goresan yang intens, sehingga merusak kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Terutama di kulit sekitar anus.

Nah, Ma. Demikian informasi tentang infeksi cacing kremi pada ibu hamil. Segera lakukan konsultasi ke dokter jika curiga mengalaminya, ya.

The Latest