TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tetap Bugar, Ini Manfaat dan Cara Tepat Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Rutin senam Kegel bisa bantu permudah persalinan, Ma

Freepik/vgstockstudio

Latihan fisik dan rutin melakukan olahraga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kehamilan. Tak terkecuali saat kehamilan mama sudah memasuki usia trimester ketiga.

Di antara beberapa jenis latihan fisik yang baik dilakukan pada waktu ini, salah satu yang populer adalah senam kegel.

Ibu hamil yang rutin melakukan senam kegel disebut-sebut memiliki kelenturan otot panggul yang lebih baik, sehingga dapat membantu mempermudah proses persalinan kelak.

Namun demikian, bukan berarti senam kegel bisa dilakukan sembarangan. Tetap ada aturan yang perlu dipatuhi, Ma. Berikut Popmama.com rangkum manfaat senam kegel untuk ibu hamil dan cara tepat untuk melakukannya:

1. Apa itu senam kegel?

Freepik/Yanalya

Senam kegel adalah latihan dasar panggul yang dilakukan untuk membantu memperkuat otot-otot penopang rahim, kandung kemih, dan usus. Selain itu, senam kegel juga biasa dilakukan untuk membantu memperkuat otot-otot vagina.

Dilansir Parents, rutin melakukan senam kegel dapat membantu membuat persalinan menjadi terasa lebih mudah dan membantu mencegah inkontinensia urine.

Bahkan senam kegel juga bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan otot-otot dasar panggul mama setelah melahirkan. Latihan ini dianggap praktis karena dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

2. Manfaat senam kegel untuk ibu hamil

Freepik/Yanalya

Dikutip dari American Pregnancy Association, ibu hamil yang rutin senam kegel umumnya memiliki otot panggul yang lebih lentur. Kondisi ini pun dapat membantu mempermudah proses persalinan.

Mama menjadi lebih mampu mengontrol otot-otot di area panggul selama persalinan. Mengencangkan otot-otot di area panggul juga akan membantu meminimalkan risiko dua masalah umum selama kehamilan, yaitu penurunan kontrol kandung kemih dan wasir.

Selain saat hamil, senam kegel juga baik dilakukan setelah melahirkan. Beberapa di antara manfaatnya yakni mempercepat penyembuhan perineum, membantu memperbaiki kontrol kandung kemih, serta memperkuat otot-otot dasar panggul.

3. Cara melakukan senam kegel

Freepik/Onlyyouqj

Untuk melakukan senam kegel, pertama-tama Mama perlu tahu dulu di mana otot yang perlu dilatih. Cara mengetahuinya, saat Mama sedang buang air kecil cobalah untuk berhenti sejenak. Nah, itulah otot yang akan Mama kencangkan saat melakukan senam kegel.

Apabila Mama sudah mengetahui bagaimana cara mengencangkan bagian otot yang tepat, Mama bisa mulai melakukan senam Kegel.

Pertama, carilah posisi yang paling membuat Mama merasa nyaman. Mama bisa melakukan senam kegel sambil berbaring, duduk, atau berdiri. Posisi apapun yang Mama pilih, pastikan Mama memiliki kekuatan maksimum untuk melakukan pengencangan otot ini.

Kedua, setelah menemukan posisi yang nyaman, tarik napas dalam dan kencangkan otot panggul mama. Tahan selama lima detik, lalu lepaskan otot panggul selama lima detik juga. Lakukan selama 10-15 kali. Lakukan sesi ini setidaknya tiga kali sehari untuk hasil yang maksimal.

4. Kesalahan umum saat melakukan senam kegel

Freepik/Biancoblue

Meskipun terlihat mudah, tetap ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat senam kegel, sehingga dapat mengurangi efektivitasnya lho, Ma.

Salah satunya adalah mengencangkan otot yang keliru, misalnya seperti otot perut atau otot kaki. Ini dapat mengganggu proses pengencangan otot panggul dan membuatnya tidak terlatih dengan maksimal.

Kekeliruan lainnya yakni melakukan senam kegel dengan terburu-buru dan tidak dikencangkan dengan maksimal. Hal ini juga berdampak pada efektivitas yang berkurang.

Senam Kegel sambil buang air kecil juga sebaiknya tidak dilakukan, Ma. Sebab kebiasaan ini justru berisiko membuat kandung kemih tidak bisa kosong sempurna, yang berakibat pada risiko infeksi saluran kemih.

Nah, demikian informasi tentang manfaat senam kegel untuk ibu hamil dan cara tepat melakukannya. Jangan ragu konsultasi ke dokter kandungan supaya Mama bisa melakukannya dengan lebih baik, ya.

Baca juga:

The Latest