TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cegah Yuk, Ma! Ini 5 Cara Supaya Air Ketuban Tidak Merembes

Ketahui faktanya terlebih dahulu sebelum panik, ya!

Freepik/torwaiphoto

Membahas cairan ketuban, tentu bukan hal baru lagi bagi para ibu hamil. Cairan ketuban sendiri merupakan suatu jenis cairan yang ‘menemani’ janin di dalam kandungan.

Keberadaan cairan tersebut juga mampu membuat janin bebas bergerak dalam selaput ketuban. Jadi, kondisi cairin ini sangat memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan Mama.

Cairan ketuban yang cukup dan sehat akan membuat pertumbuhan janin sesuai dengan usia kandungannya, sehingga akan siap dilahirkan pada waktu yang tepat. Namun yang perlu diperhatikan, ketika cairan yang keluar dari vagina mirip seperti urine, itu juga bisa menjadi rembesan cairan ketuban, Ma.

Ketika cairan ketuban merembes, ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan janin yang Mama kandung. Jadi, untuk mencegah agar air ketuban tidak merembes atau bocor, yuk simak tips yang sudah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini, Ma.

Ketahui lebih dulu perbedaan rembesan air ketuban dengan cairan lain

Freepik

Sebelum mengetahui cara mencegah air ketuban yang rembes atau bocor, Mama juga perlu mengetahui perbedaan apakah cairan yang keluar dari vagina adalah cairan ketuban atau bukan.

Cara yang bisa Mama lakukan bisa dibagi menjadi dua, diantaranya adalah:

  1. Gunakan pembalut bersih
    Saat hamil, tentu Mama sudah tidak menggunakan pembalut, bukan? Namun, jika Mama merasakan keluar cairan melalui vagina yang keluar secara spontan atau bisa juga akibat batuk, Mama bisa mencoba gunakan pembalut bersih untuk menampung cairan tersebut. Perlu Mama ketahui juga bahwa air ketuban dasarnya tidak berwarna dan tidak berbau apapun ya, Ma.
  2. Tes keasaman
    Selain menggunakan pembalut, Mama juga bisa mengunakan kertas lakmus. Kertas ini bisa Mama beli di apotek terdekat untuk mengetahui keasaman cairan yang keluar dari vagina. Jika cairan tersebut membuat kertas berubah menjadi warna biru, berarti cairan tersebut adalah air ketuban. Lalu jika tetap berwarna merah, berarti tidak ada zat asam dalam cairan tersebut sehingga itu bukan cairan ketuban melainkan air seni, Ma.

Setelah mengetahui perbedaan air ketuban dengan cairan lainnya, berikut ini cara yang bisa Mama lakukan untuk mencegah terjadinya air ketuban yang rembes. Disimak yuk, Ma!

1. Menghindari guncangan berlebih

Pinterest/Schwangerschafts Fotos

Saat hamil, dokter kandungan umumnya akan meminta Mama untuk menghindari guncangan berlebih, terlebih ketika Mama tengah hamil anak pertama. Guncangan yang perlu dihindari misalnya saja dengan mengurangi menggunakan kendaraan bermotor.

Bukan tanpa alasan, Ma. Saat ibu hamil alami guncangan saat berkendara, ini bisa membuat stres serta memperburuk kondisi dalam janin. Sehingga tak menutup kemungkinan cairan ketuban pun akan ikut merembes.

2. Pastikan membersihkan area genital dengan tepat

Freepik/jcomp

Cara satu ini juga banyak dianjurkan dokter guna mencegah rembesnya air ketuban. Caranya membersihkan area genital Mama yang benar iadalah dengan membersihkannya mulai dari depan ke arah belakang, khususnya setelah Mama buang air kecil dan air besar.

3. Jangan berhubungan seksual sementar waktu bila ada indikasi

Freepik

Berhubungan seksual ketika hamil memang tidak salah, namun ketika Mama terindikasi pecah ketuban atau alami kondisi mulut rahim yang lemah, sebaiknya jangan berhubungan seksual dulu untuk sementara waktu agar tidak memperburuk kondisi ya, Ma.

4. Kurangi kegiatan berlebih

Freepik/Yanalya

Saat memasuki trimester kedua atau awal trimester ketiga, sebaiknya Mama mengurangi pekerjaan fisik maupun psikis yang berlebih ya, Ma. Ini guna menjaga kesehatan tubuh Mama serta si Kecil yang ada dalam kandungan. 

5. Rutin memeriksakan kandungan

Freepik/serhii_bobyk

Saat hamil, tak sedikit ibu hamil yang kerap lupa atau terlewatkan memeriksakan kandungannya. Padahal, pemeriksaan kehamilan secara teratur juga menjadi cara terbaik dalam mencegah pecah ketuban yang merembes, Ma.

Selain pemeriksaan secara rutin, perhatikan juga gaya hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi cairan tubuh dengan minum air sesuai kebutuhan, serta olahraga rutin yang cocok untuk ibu hamil.

Itu tadi cara-cara yang bisa Mama lakukan guna mencegah terjadinya air ketuban yang merembes. Yuk, perhatikan hal-hal di atas agar si Kecil dalam kandungan tetap terjaga dan siap dilahirkan ke dunia.

Selamat menantikan kelahiran buah hati tercinta ya, Ma!

Baca Juga:

The Latest