TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Saat Hamil Tua Perempuan Ini Tetap Angkat Beban, Amankah?

Waw! Selama hamil besar hingga melahirkan, Mama 3 anak ini tetap berolahraga termasuk angkat beban

Instagram.com/rhip32

Saat hamil jangan berharap atau mencoba menurunkan berat badan dengan berolahraga. Kebanyakan ibu hamil yang berolahraga, memiliki tujuan untuk mempertahankan tingkat kebugaran mereka selama kehamilan.

Rhi Pearson melalui akun Instagram @rhip32 membagikan kegiatannya sehari-hari secara rutin. Dengan follower 24,2 K tentu ia memiliki konten yang menarik. Rhi sering membagikan aktivitasnya bersama ketiga anaknya termasuk saat ia melakukan hobinya, workout.

Ia telah melahirkan 3 orang anak, dan ia selalu kagum dengan tubuhnya sebagai seorang perempuan. Perut yang kecil bisa tumbuh dan di dalamnya ada bayi yang hidup. Bahkan ketika anaknya berusia 17 minggu ia sudah kembali langsing. Perut yang melembung sudah kembali datar.

Bila diperhatikan dari postingannya, Rhi memang rajin melakukan olahraga. Bukan hanya setelah melahirkan, ia memang melakukan workout secara disiplin sejak lama bahkan pada saat hamil anak ketiga.

Pada saat hamil tua pun Rhi terlihat masih suka melakukan squat, angkat beban, dan latihan yang sekiranya dianggap berat bagi kebanyakan perempuan lain. Tapi Rhi terlihat baik-baik saja, ini karena ia sudah menjalankan workout sejak lama.

Rhi bahkan tetap angkat beban, walau bobotnya dikurangi jika dibandingkan dengan sebelum ia hamil. Tapi ia memiliki kekuatan untuk melakukan jenis olahraga ini karena tubuhnya sudah dibiasakan untuk latihan dengan cara tersebut sejak sebelum hamil.

Kini saat bayinya semakin membesar, ia pun punya bonding time yang seru. Ia melakukan plank dan olahraga pagi sambil menjemur bayinya. Ia memiliki banyak waktu untuk saling tatap dengan bayinya.

Di samping itu, ia mendapatkan keuntungan dengan ukuran tubuh yang cepat kembali seperti ukuran semula dengan kegigihan yang dimilikinya.

1. Apakah aman olahraga selama kehamilan?

Instagram.com/rhip32

Melakukan olahraga selama kehamilan itu aman, sepanjang jenis latihan yang dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh dan sesuai pula dengan kebutuhan. Perhatikan juga kondisi kesehatan ibu hamil. Jika memiliki catatan khusus, konsultasikan ke dokter terlebih dulu.

Itu tergantung pada kapan kamu mulai dan apakah kehamilan kamu mengalami kondisi yang payah atau tidak. Jika kamu berolahraga secara teratur sebelum hamil, lanjutkan program tersebut, dengan modifikasi sesuai kebutuhan selama kehamilan.

Jika kamu tidak sehat sebelum hamil, jangan menyerah! Mulailah perlahan dan bangun secara bertahap saat kamu sudah semakin kuat.

Dilansir dari kidshealth.org menyebutkan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan A.S. merekomendasikan setidaknya olahraga selama 150 menit (yaitu 2½ jam) aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu untuk perempuan sehat yang belum sangat aktif atau melakukan aktivitas intensitas tinggi.

Jika kamu sehat, risiko aktivitas lakukan latihan dengan intensitas sedang selama kehamilan dan jangan meningkatkannya karena bisa menyebabkan beberapa hal seperti:

  • Risiko berat lahir rendah,
  • ibu hamil mengalami dehidrasi,
  • persalinan prematur.

Sebelum melanjutkan rutinitas lama olahraga kamu atau memulai yang baru, lebih baik kamu konsultasikan dengan dokter kamu terlebih dulu tentang olahraga selama kehamilan yang akan kamu jalani.

Diskusikan segala kekhawatiran yang kamu miliki dan ketahui bahwa kamu mungkin perlu membatasi olahraga kamu jika kamu memiliki:

  • Tekanan darah tinggi yang diinduksi kehamilan (hipertensi),
  • kontraksi awal,
  • pendarahan vagina,
  • ketuban pecah dini, juga dikenal sebagai air Kamu (cairan di kantung ketuban di sekitar janin) pecah lebih awal.

Baca juga:

2. Tips mencoba melakukan olahraga selama kehamilan

mom.me

Banyak perempuan menikmati menari, berenang, aerobik air, yoga, pilates, bersepeda, atau berjalan. Berenang sangat menarik, karena memberi kamu daya apung dan membuat kamu serasa tanpa bobot.

Sebagai tips kamu bisa lakukan beberapa hal berikut:

  1. Cobalah kombinasi latihan kardio (aerobik), latihan kekuatan yang ringan, dan fleksibilitas, dan hindari olahraga yang membuat kamu terguncang atau terpental.
  2. Banyak ahli merekomendasikan berjalan cepat. Sangat mudah untuk memvariasikan kecepatan, menambah durasinya secara bertahap, dan menambah jarak setelah berulangkali melakukannya.
  3. Jika kamu benar-benar baru memulai untuk berolahraga, mulailah dengan jalan sehat berjarak 500 meter, 3 hari seminggu. Tambahkan beberapa menit setiap minggu, naik sedikit, dan akhirnya durasinya jadi semakin lama.

3. Tanda kamu harus segera berhenti berolahraga karena tubuh kamu cukup lelah

Instagram.com/rhip32

Kamu akan melihat penurunan kemampuan untuk menghirup oksigen ketika kamu berolahraga. Jika tubuh kamu berkata, "Berhenti!" - maka berhentilah!

Tubuh kamu memberi sinyal bahwa sudah cukup melakukan olahraganya jika kamu merasakan hal berikut ini:

  • Kelelahan,
  • pusing,
  • jantung berdebar (jantung Kamu berdebar kencang),
  • sesak napas,
  • sakit di punggung atau panggul,
  • jika kamu tidak dapat berbicara saat berolahraga, kamu melakukannya terlalu keras.

Jadi mulai sekarang bisa tetap semangat berolah raga ya, Ma. Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan saat memulai olahraga saat kehamilan.

The Latest