Purple Crying, Masalah saat Bayi Menangis Keras dan Tanpa Henti

Purple crying normal dialami bayi di awal minggu dan bulan-bulan pasca kelahiran, sabar ya Ma!

26 Juli 2020

Purple Crying, Masalah saat Bayi Menangis Keras Tanpa Henti
Pixabay/patriciaalexandre

Hidup bersama newborn memang penuh dengan pasang surut. Kadang si Kecil manis dan menggemaskan, tapi bisa juga membuat Mama pusing dengan tangisannya yang tanpa henti.

Seringkali ini dihubungkan dengan kolik, padahal bisa saja si Bayi sedang mengalami periode PURPLE crying.

Seorang dokter anak, Dr. Ronnald Barr, seperti dilansir purewow.com mengatakan bahwa periode PURPLEcrying normal dalam minggu-minggu pertama umur si Bayi. Ia akan mulai menangis keras tanpa henti di minggu kedua dan puncaknya saat usia dua bulan.

Mama mungkin bingung saat si Kecil mengalami hal tersebut.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai purple crying yang bisa dialami saat si Kecil menangis keras dan tiada henti, untuk menjawab kebingungan mama

Yuk kita simak bersama!

Editors' Picks

Apa Itu Purple Crying?

Apa Itu Purple Crying
maxpixel.freegreatpicture.com
Jam berapa sekarang?

PURPLE crying adalah akronim yang menggambarkan enam karakterisitik bayi pada fase ini, yaitu:

P (peak crying)

Bayi akan sering menangis dari sejak awal ia lahir. Puncaknya saat bayi berusia sekitar dua bulan dan akan normal kembali di bulan ketiga sampai kelima.

U (uncpredictable crying)

Bayi akan masuk ke tahapan sering menangis tiba-tiba. Tangisannya datang dan pergi tanpa Mama duga. Catat, tangisannya ini bukan karena popok basah, haus, dan lapar, atau tentang kebutuhan bayi lainnya, tapi karena perubahan emosi si Kecil.

R (resist soothing)

Ini adalah fase di mana tangisan si Kecil susah dihentikan. Walaupun Mama sudah melakukan berbagai cara seperti menggendongnya, meletakannya dibouncer,atau menyanyikan sebuah lagu, bayi mama seperti enggan berhenti menangis.

P (pain-like face)

Bayi akan masuk masa menangis dan terlihat seperti sedang kesakitan. Anehnya, orangtua bahkan dokter pun tidak bisa menemukan penyebabnya.

L (long-lasting)

Sering sekali ini terjadi. Ada hari-hari di mana bayi menangis seperti terik di musim panas, panjang dan menggelisahkan. Tangisan bayi di masa ini akan berlangsung lama, rata-rata selama 35 menit atau bisa 1-2 jam.

E (evening)

Sebagian orang Indonesia mungkin akan percaya jika menjelang magrib bayi akan mengalami hal-hal aneh, seperti menangis tanpa henti. Tapi, ini adalah hal yang wajar. Bayi akan mulai menangis pada sore hari menjelang malam bahkan di malam hari.

Ini Beda Purple Crying dengan Kolik

Ini Beda Purple Crying Kolik
Pixabay/Ben_Kerckx

Membedakan PURPLE crying dengan kolik memang agak sulit. Kuncinya yang perlu Mama ingat seperti kata Dr. Barr, kolik lebih digambarkan pada kondisi tidak normal bayi yang membuatnya menangis dalam waktu lama.

Sementara PURPLE crying lebih menekankan pada fase perkembangan yang normal dialami bayi.

Biasanya jika bayi menangis karena masalah kesehatan, dia akan mengalami gejala-gejala klinis. Tapi jika Mama masih khawatir dengan tangisan bayi yang terus-menerus berlangsung, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis anak, jadi Mama bisa lebih tenang.

Bersabar Adalah Kunci Menghadapi Purple Crying

Bersabar Adalah Kunci Menghadapi Purple Crying
barefootblonde.com

Orangtua mana yang tahan melihat bayinya menangis terus-terusan. Mama pasti akan merasa kasihan, kan?

Tapi menurut Dr. Barr yang bisa Mama lakukan adalah sabar dan jangan frustasi. “Kata 'periode' adalah yang terpenting, karena ini berarti hanya sementara dan akan segera berakhir," jelas Dr. Ronnald Barr.

Terus cari cara untuk menenangkan bayi dan kalau diperlukan berkonsultasilah pada dokter anak.

Nah, itulah informasi mengenai purple crying, yang menyebabkan bayi menangis keras dan tanpa henti. Semoga ini bisa menjawab kebingungan mama.

Tetap semangat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.