Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Hal yang Diturunkan dari Papa ke Anak, dari Fisik hingga Sifat

6 Hal yang Diturunkan dari Papa ke Anak, dari Fisik hingga Sifat
Freepik
Intinya Sih

  • Tinggi badan dipengaruhi gen Papa dan faktor lingkungan, seperti nutrisi dan aktivitas fisik.

  • Jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom Y dari Papa, namun faktor lingkungan juga berperan.

  • Risiko masalah kesehatan mental dipengaruhi genetik Papa, namun lingkungan tetap dominan dalam pengaruhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap bayi lahir membawa kombinasi unik dari kedua orangtuanya. Jika Mama sering mendengar tentang peran gen mama dalam tumbuh kembang si Kecil, jangan lupa bahwa Papa juga menyumbang banyak hal penting yang ikut membentuk fisik dan karakter anak. Dari tinggi badan hingga kepribadian, beberapa sifat ternyata lebih kuat dipengaruhi oleh gen dari papa.

Menariknya, sejumlah ciri bawaan yang muncul sejak bayi lahir sudah “dibawa” melalui genetik papa. Ada yang tampak secara fisik, ada yang berkaitan dengan kesehatan, dan ada juga yang memengaruhi cara si Kecil bersosialisasi kelak. 

Untuk penjelasan lebih lengkap, yuk, simak penjelasan Popmama.com tentang hal yang diturunkan dari papa ke anak.

1. Tinggi badan

Freepik
Freepik

Banyak Mama bertanya-tanya, “Kalau Papa tinggi, apakah si Kecil juga akan tinggi?” Jawabannya, besar kemungkinan iya, karena gen tinggi badan cenderung lebih kuat diwariskan dari pihak papa. Namun, tinggi badan bukan hanya satu gen saja, lho. Para ahli menemukan ada ratusan variasi genetik yang berperan dalam menentukan postur seseorang.

Selain faktor gen, ada juga protein khusus yang disebut insulin-like growth factor (IGF) yang berasal dari Papa dan berperan penting dalam proses pertumbuhan. Gen ini membantu merangsang perkembangan tulang dan jaringan tubuh. Sementara itu, Mama membawa gen IGF2R yang cenderung menghambat pertumbuhan, sehingga tinggi akhir anak merupakan hasil keseimbangan unik dari keduanya, dikutip dari laman Family Education.

Meski begitu, nutrisi, kualitas tidur, dan aktivitas fisik si Kecil tetap punya pengaruh besar. Dengan pola makan bernutrisi dan stimulasi gerak yang cukup, potensi tinggi badan dari Papa bisa dimaksimalkan.

2. Jenis kelamin biologis

Freepik/pch.vector
Freepik/pch.vector

Menariknya, penentu jenis kelamin bayi justru datang dari Papa karena membawa dua jenis kromosom, yaitu X dan Y. Sementara itu, Mama hanya membawa X. Bila Papa memberikan kromosom Y, si Kecil akan menjadi laki-laki dan  jika X yang diteruskan, maka lahirlah bayi perempuan.

Selain menentukan jenis kelamin, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kecenderungan rasio anak laki-laki atau perempuan dalam suatu keluarga sering mengikuti garis keturunan dari pihak Papa. Contohnya, laki-laki yang memiliki banyak saudara laki-laki cenderung punya anak laki-laki lebih banyak, begitu pula sebaliknya.

Namun, faktor lingkungan dan kondisi biologis juga dapat memengaruhi kemungkinan jenis kelamin bayi. Jadi meski genetik punya peran utama, ia tetap bukan satu-satunya faktor yang menentukan.

3. Risiko masalah kesehatan mental

Freepik
Freepik

Kesehatan mental ternyata juga dapat dipengaruhi oleh gen dari papa. Ketika seorang laki-laki menjadi papa pada usia lebih matang, kualitas materi genetik dalam spermanya dapat berkurang, sehingga meningkatkan risiko mutasi gen tertentu. Mutasi inilah yang bisa membuat anak memiliki kecenderungan terhadap gangguan seperti ADHD atau bipolar.

Tapi, Mama jangan khawatir berlebihan. Riset terbaru menunjukkan bahwa pengaruh genetik terhadap masalah kesehatan mental hanya sekitar 10–20%. Artinya, faktor lingkungan tetap menjadi dominan, seperti pola asuh, stabilitas emosional keluarga, dan interaksi sehari-hari yang hangat.

Dengan kata lain, gen dari papa mungkin memberi “dasar”, tetapi lingkungan tumbuh kembang si Kecil punya peran jauh lebih besar dalam menentukan kondisi mentalnya di masa depan.

4. Gangguan terkait kromosom Y

Freepik
Freepik

Anak laki-laki mendapatkan kromosom Y langsung dari papa, sehingga apa pun yang ada di dalam kromosom tersebut otomatis diwariskan kepada mereka. Termasuk kondisi langka seperti hypertrichosis of the ears (pertumbuhan rambut berlebih di telinga) serta webbed toes atau jari kaki yang tampak menyatu.

Kabar baiknya, gangguan yang diwariskan lewat kromosom Y tidak banyak, karena kromosom ini relatif kecil dan hanya mengandung sedikit gen. Sebagian besar gen Y fokus pada fungsi reproduksi dan perkembangan laki-laki.

Meskipun demikian, jika Papa memiliki kondisi tertentu yang diturunkan melalui kromosom Y, bisa saja si Kecil mengalaminya juga. Konsultasi dengan dokter dapat membantu Mama memahami risikonya lebih jelas.

5. Kepribadian dan karakter dasar

Freepik
Freepik

Beberapa sifat dasar seperti kecenderungan mudah cemas, aktif, pemalu, atau sangat sosial memang bisa diturunkan dari Papa. Penelitian kembar menunjukkan bahwa sekitar 30–60% sifat kepribadian dipengaruhi faktor genetik. Jadi bukan hal aneh jika si Kecil punya sifat mirip tertentu yang mengingatkan Mama pada Papa.

Namun, kepribadian bukan hanya soal gen. Lingkungan, pola pengasuhan, serta pengalaman hidup si Kecil turut membentuk wataknya. An ak yang tumbuh dengan Papa yang kalem bisa ikut menjadi tenang, bukan hanya karena gen, tapi karena contoh keseharian yang ia lihat.

Artinya, meski Papa memberi sifat atau kepribadian, Mama dan Papa tetap punya peran besar dalam membentuk karakter final si Kecil lewat interaksi sehari-hari.

6. Pola penyimpanan lemak tubuh

Freepik
Freepik

Tubuh manusia memiliki dua jenis lemak utama, yaitu lemak cokelat yang membakar energi dan lemak putih yang disimpan sebagai cadangan. Penelitian menemukan bahwa kecenderungan tubuh untuk menyimpan lemak putih, yang berhubungan dengan obesitas atau risiko kesehatan, lebih banyak diwarisi dari Papa.

Itulah mengapa beberapa anak mungkin memiliki kecenderungan lebih mudah menyimpan lemak, bukan karena makan banyak, tetapi karena faktor genetik. Meski begitu, lingkungan tetap berperan besar. Kebiasaan makan sehat, waktu tidur teratur, serta aktivitas fisik dapat menekan risiko tersebut.

Dengan gaya hidup yang baik, pengaruh genetik dari oapa tidak serta-merta menentukan masa depan kesehatan si Kecil.

7. Apakah bayi mewarisi kepribadian dari papa?

Freepik
Freepik

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya adalah bisa, meski tidak sepenuhnya. Beberapa aspek kepribadian seperti kecenderungan cemas, keterbukaan, hingga tingkat sosialitas. Bahkan, gen yang mengatur serotonin dan dopamin, dua zat kimia yang memengaruhi mood, bisa diwariskan dari papa, dikutip dari laman SneekPeak.

Namun, Mama perlu ingat bahwa kepribadian adalah hasil campuran antara gen dan lingkungan. Artinya, apa yang si Kecil warisi dari papa hanya sebagian dari pembentuk karakternya. Pola asuh, pengalaman hidup, serta interaksi sehari-hari memiliki peranan besar dalam membentuk siapa ia kelak.

Jadi, meskipun si Kecil memiliki kecenderungan tertentu dari papa, lingkungan tetap menjadi faktor terpenting dalam pembentukan kepribadiannya.

Nah, itu tadi enam hal yang diturunkan dari papa ke anak. Meski beberapa sifat bawaan berasal dari gen papa, ingat bahwa kasih sayang, pola asuh, dan lingkungan tetap menjadi faktor terbesar yang menentukan bagaimana si Kecil tumbuh!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More