Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Hydrops Fetalis pada Bayi? Kenali Gejala dan Pengobatannya

5 min read
Apa Itu Hydrops Fetalis pada Bayi? Kenali Gejala dan Pengobatannya
istockphoto.com
  • Hydrops fetalis adalah penumpukan cairan abnormal pada minimal dua bagian tubuh bayi, seperti sekitar jantung, paru-paru, perut, atau jaringan bawah kulit, yang dapat terdeteksi melalui USG.

  • Kondisi ini terbagi menjadi jenis imun akibat ketidakcocokan rhesus dan nonimun akibat gangguan jantung, anemia, infeksi, kelainan genetik, atau faktor lain; jenis nonimun lebih sering ditemukan.

  • Penanganan disesuaikan dengan penyebab dan keparahan, termasuk transfusi dalam kandungan, persalinan terencana, serta perawatan NICU; Rh immune globulin dapat mencegah kasus terkait rhesus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menjalani kehamilan, pemeriksaan rutin menjadi salah satu momen penting untuk memantau tumbuh kembang bayi mama. 

Melalui pemeriksaan USG, dokter dapat melihat berbagai kondisi yang mungkin terjadi pada si Kecil, termasuk kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut seperti hydrops fetalis.

Jika tidak segera ditangani, penumpukan cairan dapat mengganggu fungsi organ penting sang Bayi. Lalu, apa itu Hydrops Fetalis pada Bayi?

Berikut Popmama.com akan menjelaskan lebih lengkapnya di bawah!

  1. 1. Apa itu Hydrops Fetalis pada bayi?

    Apa itu Hydrops Fetalis pada bayi?
    ilustrasi bayi cegukan (unsplash.com/Tim Bish)

    Dilansir laman Childrens Minnesota, Hydrops fetalis merupakan kondisi serius ketika terjadi penumpukan cairan secara tidak normal pada dua atau lebih bagian tubuh bayi. 

    Cairan tersebut dapat menumpuk di sekitar jantung atau paru-paru, rongga perut, hingga jaringan di bawah kulit. Kondisi itu dapat terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan. 

    Beberapa tandanya antara lain jumlah air ketuban yang terlalu banyak, plasenta yang menebal, serta pembesaran organ seperti jantung, hati, atau limpa.

    Hydrops fetalis bukanlah satu penyakit tertentu. Kondisi tersebut biasanya menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain yang dialami bayi mama. 

    Oleh karena itu, dokter perlu mencari tahu penyebabnya agar penanganan dapat diberikan sesuai kondisi si Kecil.

  2. 2. Jenis dan penyebab hydrops fetalis pada bayi

    Jenis dan penyebab hydrops fetalis pada bayi
    pmc.ncbi.nlm.nih.gov/cr: Journal of Radiology Case Reports

    Hydrops fetalis terbagi menjadi dua jenis, yaitu hydrops fetalis imun dan hydrops fetalis nonimun. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda, Ma.

    Hydrops fetalis imun

    Hydrops fetalis imun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Mama menghasilkan antibodi yang menyerang sel darah merah bayi akibat ketidakcocokan darah.

    Salah satu penyebab yang paling dikenal adalah ketidakcocokan rhesus (Rh). Kondisi ini dapat terjadi ketika Mama memiliki Rh negatif, sedangkan sang Bayi memiliki Rh positif.

    Antibodi dari tubuh Mama dapat menghancurkan sel darah merah bayi. Akibatnya, si Kecil bisa mengalami anemia berat.

    Ketika mengalami anemia, jantung bayi perlu bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam kondisi yang berat, hal ini dapat menyebabkan gagal jantung dan memicu penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh.

    Hydrops fetalis nonimun

    Berbeda dengan jenis imun, hydrops fetalis nonimun tidak disebabkan oleh ketidakcocokan darah Mama dan bayi.

    Jenis ini merupakan bentuk hydrops fetalis yang lebih sering ditemukan. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari gangguan jantung, kelainan darah, infeksi hingga kondisi genetik tertentu.

    Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hydrops fetalis nonimun meliputi:

    • Kelainan jantung atau gangguan irama jantung.

    • Anemia berat atau kelainan sel darah merah.

    • Kelainan kromosom, seperti sindrom Down dan sindrom Turner.

    • Infeksi bawaan, termasuk parvovirus B19 dan cytomegalovirus (CMV).

    • Kelainan genetik atau metabolisme tertentu.

    • Tumor atau kelainan lain pada bayi.

    • Komplikasi pada kehamilan kembar dengan satu plasenta.

    Menurut Cleveland Clinic, sebagian besar kasus hydrops fetalis merupakan jenis nonimun. Pada beberapa kasus, penyebabnya bahkan tidak dapat langsung diketahui sehingga dokter mungkin membutuhkan pemeriksaan tambahan untuk menemukan pemicunya.

  3. 3. Gejala hydrops fetalis yang perlu diketahui

    Gejala hydrops fetalis yang perlu diketahui
    pexels.com/MART PRODUCTION

    Hydrops fetalis sering kali ditemukan ketika Mama menjalani pemeriksaan kehamilan. Artinya, kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala yang bisa Mama rasakan secara langsung.

    Melalui pemeriksaan USG, dokter dapat menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada hydrops fetalis, seperti:

    • Penumpukan cairan di sekitar jantung.

    • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru.

    • Penumpukan cairan di rongga perut.

    • Pembengkakan pada jaringan di bawah kulit.

    • Air ketuban dalam jumlah berlebihan.

    • Plasenta yang lebih tebal dari normal.

    • Pembesaran jantung, hati, atau limpa.

    Diagnosis hydrops fetalis umumnya ditegakkan ketika terdapat penumpukan cairan pada setidaknya dua bagian tubuh bayi.

    Setelah menemukan tanda tersebut, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari tahu penyebabnya. Pemeriksaan dapat berupa tes darah Mama, pemeriksaan infeksi, ekokardiografi janin, hingga pemeriksaan genetik jika diperlukan.

    Sementara itu, setelah lahir, bayi mama dapat menunjukkan beberapa tanda, seperti tubuh yang membengkak, kulit pucat, kesulitan bernapas, anemia, pembesaran hati dan limpa, hingga gangguan fungsi jantung.

    Karena hydrops fetalis dapat berkembang menjadi kondisi serius, pemeriksaan kehamilan secara rutin penting dilakukan agar perubahan pada kondisi si Kecil dapat diketahui sedini mungkin.

  4. 4. Pengobatan dan pencegahan hydrops fetalis

    Pengobatan dan pencegahan hydrops fetalis
    freepik.com

    Penanganan hydrops fetalis tidak sama untuk setiap bayi. Dokter akan menentukan terapi berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, serta usia kehamilan saat kondisi tersebut ditemukan.

    Pada kasus tertentu, bayi dapat mendapatkan penanganan sejak masih berada di dalam kandungan. Misalnya, jika hydrops disebabkan oleh anemia berat, dokter dapat melakukan transfusi darah melalui tali pusat.

    Sementara itu, jika si Kecil perlu dilahirkan, tim medis akan mempertimbangkan waktu dan metode persalinan yang paling aman berdasarkan kondisi Mama dan bayi.

    Setelah lahir, bayi dengan hydrops fetalis umumnya membutuhkan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Beberapa perawatan yang mungkin diberikan meliputi:

    • Bantuan pernapasan menggunakan ventilator.

    • Transfusi darah.

    • Pengeluaran cairan yang menumpuk di sekitar paru-paru atau rongga perut.

    • Pemberian obat-obatan sesuai penyebab dan kondisi bayi.

    • Pemberian nutrisi dan obat melalui infus.

    Pada hydrops fetalis yang disebabkan oleh ketidakcocokan rhesus, risiko dapat dicegah dengan pemberian Rh immune globulin (RhIg) kepada Mama dengan rhesus negatif yang memenuhi kriteria. Salah satu nama dagang obat tersebut adalah RhoGAM.

    Dilansir laman Baby Center, Rh immune globulin membantu mencegah tubuh Mama membentuk antibodi yang dapat menyerang sel darah merah bayi. 

    Namun, obat ini bukan pengobatan untuk semua jenis hydrops fetalis dan penggunaannya perlu berdasarkan rekomendasi dokter.

    Hydrops fetalis merupakan kondisi serius yang membutuhkan pemantauan dan penanganan medis. Meski begitu, kondisi setiap bayi berbeda sehingga peluang pemulihannya juga bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang dialami.

    Itu dia penjelasan tentang apa itu Hydrops Fetalis. Dengan pemantauan sejak dini, dokter dapat mengetahui kondisi si Kecil dan menentukan penanganan yang paling sesuai untuk Mama dan bayi.

    Semoga menambah informasi, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More