Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bahaya Pakai Parfum di Dekat Bayi yang Jarang Disadari Orangtua
Freepik/KamranAydinov

  • Parfum dapat mengganggu tidur bayi karena kandungan phthalate yang mengganggu keseimbangan hormon.

  • Kulit bayi sensitif terhadap zat kimia parfum dan dapat menyebabkan iritasi atau alergi.

  • Aroma parfum dapat mengganggu pernapasan bayi dan memengaruhi sistem saraf.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keinginan untuk tetap wangi saat bepergian kerap membuat orangtua menggunakan parfum sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, kebiasaan ini perlu diperhatikan kembali, terutama ketika berada di dekat bayi.

Pasalnya, penggunaan parfum di sekitar bayi berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan karena tubuh bayi masih berada dalam tahap perkembangan dan lebih sensitif terhadap paparan zat kimia.

Sebagian besar parfum mengandung sekitar 78% hingga 95% alkohol yang telah didenaturasi, serta campuran minyak esensial yang berasal dari bahan alami maupun sintetis.

Selain itu, untuk mempertahankan aroma agar lebih tahan lama, parfum sering kali mengandung senyawa kimia bernama phthalate.

Ketika aroma parfum terhirup oleh bayi, paparan phthalate berisiko menimbulkan bahaya pada bayi.  Untuk itu, Popmama.com telah merangkum bahaya pakai parfum di dekat bayi.

1. Gangguan tidur

Freepik

Kandungan phthalate pada parfum dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh bayi. Hormon-hormon ini berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur.

Akibatnya, bayi dapat mengalami kesulitan tidur, lebih sering terbangun di malam hari, atau tidur menjadi tidak nyenyak. Kondisi ini sering membuat bayi menjadi lebih rewel dan tidak nyaman, terutama pada malam hari.

2. Iritasi kulit

Freepik/onlyyouqj

Kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Kondisi ini membuat kulit bayi lebih mudah bereaksi terhadap zat kimia yang berasal dari lingkungan sekitarnya, termasuk dari parfum.

Paparan zat kimia seperti phthalate dapat lebih mudah terserap melalui kulit dan memicu reaksi berupa ruam, iritasi, atau alergi.

3. Gangguan pernapasan

Freepik/jcomp

Sistem pernapasan bayi belum berkembang secara sempurna, sehingga masih sangat sensitif terhadap berbagai zat yang terhirup. Aroma parfum yang mengandung alkohol dan bahan kimia tertentu dapat menjadi salah satu pemicunya.

Paparan aroma tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan bayi dan menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, atau mengi. Pada bayi dengan kondisi pernapasan tertentu, paparan ini juga dapat memperburuk kesehatan pernafasan.

4. Gangguan hormon reproduksi

Freepik/pvproductions

Paparan phthalate yang terjadi secara berulang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh anak. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi perkembangan hormon reproduksi.

5. Gangguan sistem saraf

Freepik

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan zat phthalate dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf. Gangguan pada sistem ini dapat berdampak pada perkembangan kemampuan berpikir dan perilaku anak.

Selain itu, paparan tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko keterlambatan bicara, terutama pada usia dini.

Mama dan Papa tidak perlu sepenuhnya menghentikan penggunaan parfum. Namun, sebaiknya hindari menyemprotkan parfum di dekat atau di depan bayi secara langsung.

Sebagai alternatif, gunakan parfum yang bebas phthalate dan gunakan parfum secukupnya agar ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga menjadi langkah sederhana untuk menjaga kenyamanan bayi.

Nah, itulah rangkuman bahaya oakai parfum di dekat bayi. Yuk, mulai biasakan untuk tidak pakai parfum di dekat si Kecil!

Editorial Team