Keinginan untuk tetap wangi saat bepergian kerap membuat orangtua menggunakan parfum sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, kebiasaan ini perlu diperhatikan kembali, terutama ketika berada di dekat bayi.
Pasalnya, penggunaan parfum di sekitar bayi berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan karena tubuh bayi masih berada dalam tahap perkembangan dan lebih sensitif terhadap paparan zat kimia.
Sebagian besar parfum mengandung sekitar 78% hingga 95% alkohol yang telah didenaturasi, serta campuran minyak esensial yang berasal dari bahan alami maupun sintetis.
Selain itu, untuk mempertahankan aroma agar lebih tahan lama, parfum sering kali mengandung senyawa kimia bernama phthalate.
Ketika aroma parfum terhirup oleh bayi, paparan phthalate berisiko menimbulkan bahaya pada bayi. Untuk itu, Popmama.com telah merangkum bahaya pakai parfum di dekat bayi.
