- Siapkan air hangat suam-suam kuku (sekitar 27-32°C).
- Basahi kain bersih atau handuk kecil dengan air hangat.
- Peras kain atau handuk tersebut agar tidak terlalu basah.
- Tempelkan kain kompres pada dahi, ketiak, atau lipatan paha si Kecil.
- Ganti kompres setiap 10-15 menit atau ketika kompres sudah tidak terasa hangat.
- Ukur suhu tubuh bayi secara berkala untuk memantau perkembangan.
Bayi Demam, Sebaiknya Dikompres Pakai Air Apa?

Bayi yang demam sebaiknya dikompres menggunakan air hangat suam-suam kuku bersuhu sekitar 27–32°C, bukan air dingin atau es, agar panas tubuh keluar lebih efektif.
Titik kompres yang disarankan meliputi dahi, ketiak, dan lipatan paha dengan pergantian setiap 10–15 menit sambil memantau suhu tubuh bayi secara berkala.
Selain kompres, orangtua dapat memberi obat penurun demam sesuai anjuran dokter serta menjaga kenyamanan bayi dengan pakaian tipis dan asupan cairan cukup.
Demam kerap dialami oleh bayi dan membuat tidak nyaman. Bayi yang mengalami demam bisa sulit tidur, kehilangan selera makan, hingga rewel.
Untuk meredakan demam, salah satu hal yang dilakukan oleh orangtua adalah dengan mengompres si Kecil.
Namun, Mama mungkin bertanya-tanya: bayi demam, sebaiknya dikompres dengan air apa? Nah, bagi Mama yang ingin mengompres bayi demam, simak dulu penjelasannya pada ulasan Popmama.com berikut ini.
Bayi Demam, Sebaiknya Dikompres dengan Air Apa?

Mengompres bayi adalah salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh si Kecil saat demam.
Tapi, bayi yang demam sebaiknya dikompres dengan air apa? Saat bayi demam, kompreslah dengan air hangat suam-suam kuku. Suhu air yang ideal untuk mengompres bayi adalah sekitar 27-32°C. Hindari penggunaan air dingin atau es untuk mengompres bayi dan anak demam.
Mengapa harus air hangat atau suam-suam kuku? Penggunaan air hangat membantu melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi). Hasilnya, panas tubuh dapat keluar dengan lebih efektif. Selain itu, air hangat lebih nyaman bagi bayi dan tidak menyebabkan ia menggigil, Ma.
Bagaimana Cara Mengompres Bayi Demam?

Namun, penting untuk mengompres dengan cara yang benar. Metode yang salah justru dapat memperburuk kondisi si Kecil.
Beberapa titik tubuh yang efektif untuk dikompres saat si Kecil demam adalah area dengan pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit, seperti dahi, ketiak, dan lipatan paha atau selangkangannya.
Kompres pada area-area tersebut dapat membantu mempercepat proses penurunan suhu tubuh bayi saat demam.
Berikut adalah langkah-langkah mengompres bayi demam dengan benar:
Cara Mengatasi Demam pada Bayi atau Anak

Obat penurun demam adalah pilihan jika demam membuat bayi merasa tidak nyaman. Asetaminofen atau ibuprofen akan membantu menurunkan demam. (Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan atau untuk anak-anak yang mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus.)
Namun diskusikan mengenai penggunaan obat penurun demam untuk bayi dengan dokter, ya, Ma.
Saat memberikan obat:
- Berhati-hatilah dengan dosisnya. Berat badan bayi akan menentukan dosis yang tepat. Selalu gunakan alat pengukur yang disertakan dengan obat untuk memberikan jumlah yang tepat kepada bayi.
- Jangan memberikan obat penurun demam lebih sering dari yang dianjurkan. Petunjuk penggunaan mungkin akan menyatakan bahwa Mama dapat memberikan asetaminofen setiap 4 jam (hingga maksimal 5 kali sehari) dan ibuprofen setiap 6 jam (hingga maksimal 4 kali sehari).
- Jangan memberikan aspirin kepada bayi. Aspirin dapat membuat anak lebih rentan terhadap sindrom Reye, suatu gangguan langka tetapi berpotensi fatal.
- Jangan memberikan obat batuk dan pilek yang dijual bebas kepada bayi atau anak kecil. Sebagian besar dokter tidak merekomendasikan produk-produk ini untuk bayi dan anak kecil.
Selain memberikan obat, berikut beberapa langkah dasar yang dapat Mama lakukan untuk membuat bayi atau anak yang lebih besar merasa nyaman:
- Lepaskan lapisan pakaian agar si Kecil dapat melepaskan panas lebih mudah melalui kulitnya. Pakaikan mereka satu lapisan tipis. Jika mereka menggigil, berikan lapisan tambahan sampai mereka merasa hangat kembali.
- Letakkan kain lap basah yang dingin di dahi bayi saat mereka beristirahat.
- Berikan banyak cairan. Seringlah menyusui atau memberi susu botol kepada bayi.
- Mandikan bayi dengan air hangat kuku atau dengan spons. Saat air menguap dari kulit bayi, air tersebut akan mendinginkan mereka dan menurunkan suhu tubuh mereka. Jangan gunakan air dingin. Hal ini dapat membuat bayi menggigil dan menyebabkan suhu tubuhnya meningkat. Gunakan air hangat untuk menyeka kulit bayi, terutama dahi dan ketiak.
- Jangan gunakan alkohol gosok (obat demam kuno). Alkohol gosok dapat menyebabkan lonjakan suhu dan bahkan kemungkinan keracunan alkohol.
- Gunakan kipas angin. Atur kecepatan kipas angin pada pengaturan rendah dan arahkan ke dekat bayi untuk mengedarkan udara di sekitarnya alih-alih berhembus langsung ke tubuhnya (agar tidak kedinginan).
- Tetaplah di dalam ruangan di tempat yang sejuk. Atau, jika bayi berada di luar ruangan, tetaplah di tempat teduh.
Demam kerap dialami oleh bayi. Ada banyak cara untuk meredakan demam. Salah satunya adalah dengan mengompresnya. Sekarang Mama sudah mengetahui jika bayi demam, sebaiknya dikompres dengan air hangat atau suam-suam kuku, ya, Ma.
Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam mengatasi demam si Kecil.


















