Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Telur Mentah Bisa Menurunkan Demam? Ini Faktanya

6 min read
Benarkah Telur Mentah Bisa Menurunkan Demam? Ini Faktanya
ilustrasi telur mentah (pexels.com/ Klaus Nielsen)
  • Konsumsi telur mentah untuk menurunkan demam pada bayi adalah mitos; telur mentah bukan obat dan berisiko membawa bakteri penyebab infeksi.

  • Demam pada bayi merupakan gejala, dengan suhu rektal 38°C atau lebih pada bayi di bawah 3 bulan memerlukan evaluasi medis segera.

  • Penanganan demam mencakup cairan ASI atau formula, pakaian tipis, dan konsultasi dokter; hindari memberi makanan, minuman, atau obat tanpa panduan medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Indonesia, ada banyak mitos atau kepercayaan yang sudah ada sejak lama atau dipraktikkan turun-temurun.

Misalnya, konsumsi telur mentah untuk menurunkan demam. Hal ini mungkin sudah Mama temukan di banyak ulasan beberapa hari belakangan ini. Kasus bayi usia 24 hari meninggal diduga usai dicekoki telur mentah untuk menurunkan demam mengejutkan warganet.

Banyak yang mengecam tindakan memberikan telur mentah kepada bayi baru lahir, mulai dari para mama hingga dokter spesialis anak. Namun, benarkah konsumsi telur mentah bisa menurunkan demam? Atau ini hanya mitos belaka?

Agar Mama tidak salah memberi makan si Kecil, Popmama.com sudah merangkum informasi terkait benarkah konsumsi telur mentah bisa menurunkan demam pada bayi. Semoga bisa membantu, ya.

  1. Penyebab Demam pada Bayi

    Magnific/Freepik
    Magnific/Freepik

    Demam pada bayi adalah salah satu gejala paling umum yang dihadapi orangtua baru. Untungnya, ini tidak selalu merupakan tanda dari sesuatu yang serius.

    Suhu normal bayi rata-rata 37 derajat Celcius. Demam adalah suhu rektal 38 derajat Celcius. Lakukan beberapa pengukuran saat bayi Mama sehat untuk mengetahui suhu normalnya.

    Demam bukanlah penyakit. Ini adalah gejala dari suatu penyakit. Demam biasanya berarti tubuh sedang melawan penyakit dan sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras.

    Jika bayi demam, dalam kebanyakan kasus itu berarti mereka terkena pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. Infeksi bakteri adalah penyebab lain, dan infeksi saluran kemih adalah penyebab umum demam pada bayi perempuan. Demam pada bayi juga bisa merupakan reaksi yang tidak berbahaya terhadap vaksin atau akibat kepanasan di hari yang panas.

    Beberapa penyebab lain yang lebih serius meliputi:

    • Demam pada bayi baru lahir. Demam dalam 3 bulan pertama kehidupan bayi adalah hal yang serius. Hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi aliran darah yang disebut sepsis. Mama harus segera mendapatkan perawatan medis untuk demam pada bayi dalam kelompok usia ini.
    • Meningitis. Ini adalah infeksi bakteri, virus, atau jamur pada jaringan yang menutupi otak dan tulang belakang bayi. Ini adalah kondisi yang sangat serius. Gejalanya meliputi kekakuan pada leher bayi, kebingungan, dan sakit kepala. Bayi mungkin lesu (mengantuk tidak seperti biasanya) atau sangat rewel dan sulit ditenangkan. Jika Mama melihat gejala-gejala ini, segera dapatkan perhatian medis.

    Bayi mungkin lebih rewel dan mudah marah dari biasanya ketika demam.

    Gejala demam lainnya pada bayi meliputi:

    • Sulit tidur
    • Nafsu makan berkurang
    • Sering menangis
    • Kurang aktif dan kurang tertarik bermain
    • Kulit terasa hangat saat disentuh dan kemerahan
    • Kesulitan bernapas
    • Leher kaku
    • Sangat mengantuk dan sulit dibangunkan
    • Detak jantung dan pernapasan lebih cepat
    • Kulit berbintik-bintik
    • Kejang atau serangan epilepsi
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit kepala
    • Berkeringat
    • Jarang buang air kecil
    • Menggigil
    • Sulit ditenangkan

    Demam tidak selalu menjadi alasan untuk khawatir. Jika bayi berusia lebih dari 4 bulan dan demamnya tidak lebih tinggi dari 40 derajat Celcius, ini tidak dianggap sebagai keadaan darurat. Wajar jika bayi mengalami demam ringan hingga 5 hari. Jika bayi masih bermain, makan, minum, dan bertingkah relatif normal, tidak perlu khawatir.

  2. Benarkah Telur Mentah Bisa Menurunkan Demam pada Bayi?

    Benarkah konsumsi telur mentah bisa menurunkan demam?
    Telur mentah (pexels.com/Klaus)

    Mama mungkin pernah melihat orang lain mengonsumsi telur mentah agar bertenaga dan sehat. Atau ada mitos dan kepercayaan di lingkungan Mama bahwa konsumsi telur mentah bisa menurunkan demam.

    Ini mitos, ya, Ma. Hindari menerapkan ini terutama pada kelompok rentan, seperti bayi, ibu hamil, dan lansia.

    Telur mentah bukan obat demam. Telur mentah atau bahkan setengah matang berisiko membawa bakteri penyebab infeksi. Bayi berusia di bawah 1 bulan belum boleh diberi makanan pendamping ASI, apalagi diberi telur mentah.

    Tidak ada hubungan pemberian telur mentah dengan mengurangi demam. Karena kalau demam, berikanlah penurun demam yaitu parasetamol," ujar Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), saat diwawancarai Popmama.com, Selasa (13/10/2026)

    Penting untuk diingat jika kita perlu berhati-hati terhadap kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Terutama jika kepercayaan itu berkaitan dengan makanan, minuman, obat, atau perawatan bayi baru lahir. Mama perlu memeriksa ulang jika kepercayaan atau tradisi itu menyangkut nyawa si Kecil.

    Jadi, bila bayi demam, segera cari pertolongan medis, ya, Ma! Suhu 38 derajat Celcius atau lebih pada bayi di bawah usia 3 bulan memerlukan evaluasi medis segera.

    Selain telur mentah, Mama juga perlu mengetahui mitos lainnya, seperti:

    • Bayi perlu madu atau air putih sebelum ASI lancar. Ini tidak perlu, ya, Ma. Faktanya adalah bayi dianjurkan untuk mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa tambahan air putih atau makanan lain. Kecuali dokter yang meminta Mama atau ada indikasi medis dan harus dilakukan dengan pengawasan dokter. Madu juga tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena risiko botulisme, Ma.
    • Bedong kencang bikin kaki lurus. Ini juga tidak boleh dipercaya begitu saja, Ma. Bedong ketat tidak akan membuat kaki bayi menjadi lurus. Yang mungkin terjadi adalah bedong terlalu ketat bisa mengganggu perkembangan pinggul bayi. Jika Mama harus membedong bayi, beri ruang bagi kaki untuk menekuk dan bergerak, ya.
    • Bayi kuning cukup dijemur. Ini pun jangan dipercaya begitu saja, ya, Ma. Bayi kuning perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Jadi, jangan mengandalkan jemur bayi di bawah sinar matahari saja sebagai pengganti pemeriksaan dokter atau terapi yang memang dibutuhkan oleh si Kecil.

    Kita memang perlu menjaga dan menghargai tradisi. Di sisi lain, Mama juga harus memastikan kebenarannya, terutama jika itu menyangkut kesehatan dan keselamatan bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan tradisi tersebut. Selain itu, jangan memberikan makanan, minuman, atau ramuan tanpa memastikan keamanannya.

    Dan pastikan untuk mencari bantuan dokter jika si Kecil demam atau sakit.

  3. Cara Mengatasi Demam pada Bayi

    Cara mengatasi demam pada bayi
    www.popmama.com/Sysilia Tanhati/AI

    Jika bayi berusia kurang dari 3 bulan dan demam, segera hubungi dokter. Untuk bayi yang lebih besar, coba tips berikut:

    • Mandikan mereka dengan air hangat kuku. Selalu periksa suhu air di pergelangan tangan Mama sebelum memandikan bayi.
    • Pakaikan pakaian tipis.
    • Berikan bayi cukup cairan untuk menghindari dehidrasi. Cairan tersebut sebaiknya ASI atau susu formula.
    • Jika bayi berusia lebih dari 2 bulan dan dokter mengatakan tidak apa-apa, Mama dapat memberi mereka asetaminofen anak. Anak-anak di atas 6 bulan dapat mengonsumsi ibuprofen anak. Jangan pernah memberi bayi aspirin karena risiko kondisi langka namun berbahaya yang disebut sindrom Reye. Tanyakan kepada dokter tentang dosisnya dan baca petunjuk pada kemasan sebelum memberikan obat penurun demam kepada bayi.
    • Jika bayi berusia kurang dari 2 bulan dan suhu rektalnya lebih dari 38 derajat Celcius, bawa si Kecil ke IGD atau dokter.

    Jika bayi berusia lebih dari 2 bulan, hubungi dokter jika bayi:

    • Lesu atau tidak responsif
    • Mengalami kesulitan bernapas atau makan
    • Menangis tanpa henti
    • Mengalami ruam
    • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti popok basah lebih sedikit, mulut kering, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, atau ubun-ubun cekung
    • Mengalami kejang
    • Muntah
    • Diare
    • Leher kaku
    • Tampak mengalami sakit kepala parah atau nyeri lainnya
    • Berada di tempat yang sangat panas, seperti di dalam mobil yang panas

    Jadi, tidak ada hubungan antara pemberian telur mentah dengan demam. Jangan menerapkan tradisi atau mitos tanpa memeriksa kebenarannya dulu, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More