Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Meningkatkan Imunitas Bayi secara Alami agar Tidak Mudah Sakit
Magnific.com
  • ASI eksklusif selama enam bulan pertama memberi antibodi dan probiotik penting yang bantu membentuk sistem imun bayi serta melindungi dari infeksi dan alergi.
  • Pemberian MPASI bergizi seimbang, aktivitas fisik ringan, tidur cukup, dan lingkungan tenang berperan besar menjaga daya tahan tubuh serta perkembangan bayi.
  • Asupan vitamin D dari sinar matahari pagi dan menghindari paparan asap rokok membantu memperkuat kekebalan tubuh bayi secara alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga kesehatan bayi tentu jadi prioritas utama setiap orangtua, ya, Ma. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah sistem imun si Kecil, karena di masa awal kehidupannya, tubuh bayi masih dalam tahap berkembang.

Sistem kekebalan tubuh yang baik akan membantu bayi terhindar dari berbagai infeksi, mulai dari flu ringan hingga penyakit yang lebih serius. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak dini.

Kabar baiknya, ada banyak cara alami yang bisa diterapkan sehari-hari tanpa perlu metode yang rumit. 

Yuk, simak rangkuman Popmama.com berikut ini tentang cara meningkatkan imunitas bayi secara alami agar tidak mudah sakit.

1. Pastikan asupan ASI terjaga dengan baik

Magnific/KamranAydinov

ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, terutama di 6 bulan pertama kehidupannya. Di dalam ASI terdapat berbagai kandungan penting seperti protein, lemak, gula, antibodi, dan probiotik yang berperan langsung dalam membentuk sistem kekebalan tubuh bayi.

Antibodi dalam ASI membantu melindungi bayi dari paparan virus dan bakteri, sementara probiotik mendukung kesehatan saluran pencernaan yang juga berperan besar dalam sistem imun. Tak hanya itu, ASI juga mudah dicerna sehingga membantu tubuh bayi menyerap nutrisi secara optimal.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, bayi yang diberi ASI eksklusif setidaknya 6 bulan lebih jarang mengalami alergi. Hal ini menunjukkan bahwa ASI bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai perlindungan alami bagi si Kecil.

2. Berikan makanan bergizi seimbang

Magnific/Pressfoto

Makanan dengan gizi berimbang akan mulai diberikan saat bayi berusia 6 bulan untuk melengkapi nutrisi saat asi saja tidak lagi mencukupi. MPASI harus kaya akan zat besi untuk mendukung pertumbuhan otak dan tumbuh kembangnya secara optimal. Komposisi nutrisi lengkap dalam 1 porsi makanan bayi pastikan terdapat kandungan karbohidrat, protein hewani, lemak (zat gizi makro) dan zat gizi mikro (zat besi, kalsium dan zinc).

Menurut Academy of Dietetics and Nutrition dalam situs Harvard, menyarankan agar makanan yang dikonsumsi bayi lebih baik diolah dengan cara dipanggang atau dikukus. Cara memasak ini dinilai mampu mempertahankan kandungan nutrisi dalam makanan.

Selain itu, penting juga untuk menghindari makanan olahan yang mengandung gula dan lemak berlebih, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayi.

3. Ajak bayi aktif bergerak lewat aktivitas menyenangkan

Magnific/partystock

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam meningkatkan sistem imun. Meski bayi belum bisa berolahraga seperti orang dewasa, bukan berarti ia tidak membutuhkan aktivitas fisik.

Mama bisa mengajak bayi melakukan berbagai aktivitas sederhana seperti tummy time, merangkak, atau bermain dengan mainan yang merangsang sensory. Aktivitas ini membantu melatih otot, meningkatkan koordinasi, dan memperlancar peredaran darah.

Selain manfaat fisik, bermain aktif juga dapat merangsang perkembangan kognitif dan emosional bayi. Interaksi antara orangtua dan anak saat bermain juga menciptakan bonding yang kuat, yang secara tidak langsung membantu menjaga kesehatan mental si Kecil.

4. Minimalkan pemicu stres pada bayi

Magnific.com

Meski sering dianggap sepele, bayi juga bisa mengalami stres, Ma. Stres pada bayi bisa muncul akibat berbagai faktor seperti lingkungan yang bising, kurangnya perhatian, atau perubahan rutinitas yang drastis.

Dilansir dalam laman Houston Methodist, saat tubuh mengalami stres, sistem imun bisa menurun karena tubuh memproduksi hormon stres yang menekan fungsi kekebalan. Hal ini membuat bayi lebih rentan terkena penyakit.

Sebaliknya, bayi yang merasa nyaman dan aman cenderung memiliki sistem imun yang lebih stabil. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menciptakan suasana yang tenang, penuh kasih sayang, dan responsif terhadap kebutuhan bayi.

5. Pastikan bayi mendapatkan waktu istirahat yang cukup

Magnific/jcomp

Tidur yang cukup dan berkualitas menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh bayi. Saat tidur, tubuh akan melakukan proses pemulihan dan memperkuat sistem imun secara alami.

Kebutuhan tidur bayi berbeda-beda tergantung usia. Secara umum, waktu tidur yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

  • Bayi usia 0 sampai 3 bulan membutuhkan 14 hingga 17 jam tidur

  • Bayi 4 sampai 12 bulan membutuhkan 12-16 jam tidur

Kurangnya waktu tidur dapat menghambat produksi sitokin, yaitu protein yang berfungsi melawan infeksi dan mengurangi peradangan. Akibatnya, tubuh bayi menjadi lebih mudah terserang penyakit.

6. Cukupi kebutuhan vitamin D

Magnific/jcomp

Vitamin D memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Nutrisi ini membantu tubuh melawan bakteri dan virus, sekaligus mengatur respons imun agar tetap seimbang.

Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi, alergi, hingga gangguan autoimun. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin D yang cukup setiap hari.

Salah satu cara alami yang bisa dilakukan adalah menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi. Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Pastikan waktu penjemuran dilakukan dengan tepat, yaitu di pagi hari sebelum pukul 9.

7. Hindari paparan asap rokok

Magnific/jcomp

Paparan asap rokok menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh bayi. Zat berbahaya dalam asap rokok dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah pneumonia, yaitu infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan. Kondisi ini bisa membuat bayi kesulitan bernapas dan memerlukan penanganan medis serius.

Selain itu, paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk dan pilek yang berkepanjangan. 

Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan lingkungan sekitar untuk tidak merokok di dekat bayi, serta memastikan udara di sekitar si Kecil tetap bersih dan sehat.

Nah, itu dia deretan cara meningkatkan imunitas bayi secara alami agar tidak mudah sakit. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article