Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penyebab Kolik pada Bayi Baru Lahir yang Perlu Dipahami Orangtua

Penyebab Kolik pada Bayi Baru Lahir yang Perlu Dipahami Orangtua
Pexels/RDNE Stock project
Intinya Sih
  • Kolik infantil terjadi saat bayi menangis lebih dari tiga jam sehari tanpa penyebab jelas, sering dipicu oleh GERD, alergi, atau intoleransi laktosa.
  • Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan emosional antara orang tua dan bayi, serta meningkatkan stres dan risiko depresi pada ibu.
  • Penanganan kolik meliputi pola asuh penuh kasih, pengaturan makan teratur, konsultasi medis bila perlu, serta menjaga kesehatan mental orang tua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bayi yang baru lahir menjadikan tangisan sebagai satu-satunya cara untuk berkomunikasi. Namun, pernahkah Mama mengalami si Kecil menangis tanpa henti selama berjam-jam tanpa alasan yang jelas? Kondisi ini dikenal sebagai kolik infantil.

Kolik infantil merupakan kondisi di mana bayi menangis lebih dari 3 jam dalam sehari, terjadi setidaknya selama 3 hari dalam seminggu tanpa alasan yang jelas atau penyebab organik. Biasanya kondisi ini berlangsung selama 1 minggu terakhir.

Untuk tahu penyebabnya, di bawah ini Popmama.com merangkum penyebab kolik pada bayi baru lahir.

Penyebab Kolik pada Bayi Baru Lahir

Kolik pada bayi baru lahir
Pexels/Natalie Bond

Tanda bahaya kolik infantil dibagi dalam empat kelompok penyebab tersering. Keempat penyebab tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit Refluks Gastroeosfagus (GERD)
  • Posisi tubuh Sandifer: Posisi punggung bayi melengkung yang tidak normal
  • Hematemesis: Muntah darah
  • Gagal tumbuh: Berat badan bayi tidak naik sesuai usia
  • Kesulitan atau penolakan makan: Bayi tampak tidak mau makan atau kesulitan saat makan.
  1. Alergi

    Bayi dengan gejala kolik infantil yang disertai regurgitasi (keluarnya makanan/cairan dari lambung ke mulut secara spontan berlebihan), gejala gangguan napas yang tidak membaik dengan pengobatan biasa, serta adanya tanda-tanda alergi pada bayi atau riwayat alergi dalam keluarga, perlu dipertimbangkan kemungkinan alergi sebagai penyebab keluhan tersebut.
  2. Intoleransi Laktosa

    Alergi atau intoleransi terhadap protein susu sapi bisa membuat bayi merasa tidak nyaman, terutama pada perut. Biasanya kondisi ini juga disertai gejala lain seperti diare atau feses yang lebih encer. Meski banyak yang berpikir mengganti susu formula bisa jadi solusi, cara ini belum tentu efektif mengatasi kolik. Karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum mengganti susu agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

    Adapun gejala bayi mengalami intoleransi laktosa adalah flatus (buang angin) yang berlebihan, diare, perut kembung, dan ruam di sekitar anus.
  3. Faktor Psikologis Kolik infantil tidak hanya menyebabkan kecemasan pada orang tua, tetapi juga memengaruhi hubungan antara orang tua dan bayi. Tangisan yang sulit dihentikan bisa membuat ibu stress. Jika ibu mengalami depresi, hal ini dapat memengaruhi perkembangan mental, emosi, sosial, dan kemampuan berpikir (kognitif) bayi di masa depan.

Cara Mengatasi Kolik pada Bayi Baru Lahir

ilustrasi bayi baru lahir (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi bayi baru lahir (pexels.com/Kampus Production)

Perawatan Kolik Infantil meliputi pola pengasuhan anak dengan interaksi yang baik, memberikan pola makan yang teratur, serta memberikan pelukan dan kenyamanan saat bayi tidur.

Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda kolik dan muncul tanda-tanda bahaya seperti yang di sebutkan diatas, segera konsultasikan ke dokter karena penanganannya, tergantung pada penyebabnya.

Dampak Kolik pada si Kecil bagi Kesehatan Mama

Pexels/Sarah Chai
Pexels/Sarah Chai

Kolik pada bayi umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius pada si Kecil. Namun, kondisi ini justru lebih sering berdampak pada kesehatan mental orangtua. Tangisan bayi yang terus-menerus dapat memicu stres dan kecemasan, terutama pada Mama setelah melahirkan.

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko baby blues atau depresi pascapersalinan, munculnya rasa bersalah, marah, lelah, hingga keinginan untuk berhenti menyusui lebih awal. Dalam situasi yang berat, kelelahan dan emosi yang tidak terkendali bahkan dapat membuat orangtua tanpa sadar mengguncang bayi, yang berbahaya bagi keselamatannya.

Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami bahwa kolik adalah kondisi yang umum dan bersifat sementara. Mencari dukungan dari pasangan, keluarga, atau teman dapat membantu meringankan beban. Selain itu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti dokter atau psikolog untuk menjaga kesehatan mental. Orangtua juga perlu memberi waktu untuk beristirahat dan tidak menyalahkan diri sendiri, agar tetap bisa menghadapi fase ini dengan lebih tenang.

Itu penjelasan penyebab kolik pada bayi baru lahir. Semoga informasi ini dapat membantu Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More