Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kelebihan dan Kekurangan Bayi Diberikan ASI Donor Menurut Dokter

Kelebihan dan Kekurangan Bayi Diberikan ASI Donor Menurut Dokter
Pexels/Sarah Chai
Intinya Sih
  • ASI donor jadi alternatif saat ASI mama kandung belum cukup, tetap mengandung nutrisi dan komponen bioaktif penting yang bantu daya tahan tubuh bayi.
  • Penggunaan ASI donor terbukti menurunkan risiko infeksi usus berat pada bayi prematur, sehingga direkomendasikan oleh WHO dan AAP untuk kondisi tertentu.
  • Meski aman bila dari bank ASI terpercaya, proses pasteurisasi bisa kurangi komponen imun, dan komposisinya tak selalu sesuai kebutuhan spesifik tiap bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung berbagai zat gizi dan komponen penting yang mendukung tumbuh kembangnya. 

Namun, dalam kondisi ketika ASI dari dari mama belum dapat memenuhi kebutuhan bayi, ASI donor dapat menjadi salah satu alternatif yang direkomendasikan oleh tenaga medis.

Meski demikian, tidak sedikit orangtua yang masih memiliki pertanyaan mengenai manfaat, kekurangan, hingga keamanan penggunaan ASI donor. Apakah ASI donor benar-benar aman? Lalu, apakah bayi bisa tertular penyakit dari pendonor?

Untuk membantu Mama memahami hal tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum kelebihan dan kekurangan ASI dokter berdasarkan penjelasan dokter.

1. ASI donor memiliki banyak manfaat dibandingkan susu formula

ASI donor memiliki banyak manfaat dibandingkan susu formula
Freepik/valeria_aksakova

Pada dasarnya, ASI donor menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan susu formula. Meskipun berasal dari mama lain, ASI donor masih mengandung nutrisi penting serta berbagai komponen bioaktif yang berperan dalam mendukung daya tahan tubuh bayi. 

Karena kandungan tersebut, ASI donor menjadi salah satu pilihan yang diprioritaskan apabila bayi belum dapat memperoleh ASI yang cukup dari mama kandung.

Penggunaannya pun telah menjadi bagian dari rekomendasi berbagai organisasi kesehatan dunia dalam kondisi tertentu.

“ASI donor tetap memiliki banyak kelebihan dibandingkan susu formula karena masih mengandung zat gizi dan berbagai komponen bioaktif yang membantu melindungi bayi dari infeksi,” kata dr. Aisya Fikritama, Sp.A, dokter spesialis anak yang praktik di RS UNS, Sukoharjo, Solo, saat dihubungi Popmama.com, pada Senin (13/7/2026)

2. ASI donor terbukti menurunkan risiko infeksi usus pada bayi prematur yang lebih rentan

ASI donor terbukti menurunkan risiko infeksi usus pada bayi prematur yang lebih rentan
Freepik/rawpixel.com

Manfaat ASI donor tidak hanya dirasakan oleh bayi yang lahir cukup bulan, tetapi juga memberikan perlindungan penting bagi bayi prematur. 

Salah satu manfaat yang telah terbukti adalah membantu menurunkan risiko terjadinya necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu infeksi usus berat yang dapat mengancam keselamatan bayi.

“Pada bayi prematur, ASI donor juga terbukti dapat menurunkan risiko necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu infeksi usus berat yang dapat mengancam nyawa. Karena itulah WHO dan AAP sangat mendukung penggunaan ASI donor pada kelompok bayi yang membutuhkan,” jelas dr. Aisya.

3. ASI donor juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipahami

ASI donor juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipahami
Freepik/fabrikasimf

Di balik berbagai manfaatnya, ASI donor tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu diketahui orangtua. Salah satunya adalah berkurangnya sebagian komponen imun setelah ASI melalui proses pasteurisasi. 

Selain itu, kandungan ASI donor tidak sepenuhnya sama dengan ASI dari mama kandung. Hal ini karena ASI dari mama secara alami akan menyesuaikan komposisinya dengan kebutuhan bayinya sendiri. 

Sebaliknya, ASI donor yang diperoleh dari mama lain tidak bisa sepenuhnya menyesuaikan kebutuhan bayi tersebut.  

“Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami. Setelah melalui proses pasteurisasi, sebagian komponen imun memang dapat berkurang,” ungkap dr. Aisya.

“Selain itu, komposisi ASI donor tidak sepenuhnya sama dengan ASI dari ibu kandung yang secara alami menyesuaikan kebutuhan bayinya sendiri,” sambungnya.

4. ASI donor harus berasal dari sumber yang terpercaya

ASI donor harus berasal dari sumber yang terpercaya
Freepik/wirestock

Keamanan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan ketika memilih ASI donor untuk bayi. Oleh karena itu, ASI donor sebaiknya hanya berasal dari bank ASI resmi atau sumber terpercaya yang menerapkan proses seleksi donor secara ketat. 

Pasalnya, penggunaan ASI donor dari sumber yang tidak jelas berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kontaminasi bakteri, virus, maupun paparan obat-obatan tertentu.

“Yang juga tidak kalah penting, ASI donor harus berasal dari bank ASI yang terpercaya. Donor akan melalui wawancara kesehatan, pemeriksaan penyakit infeksi, dan ASI dipasteurisasi sebelum diberikan kepada bayi. Saya tidak menganjurkan penggunaan ASI donor dari sumber yang tidak jelas karena ada risiko kontaminasi bakteri, virus, maupun paparan obat-obatan tertentu,” jelasr dr. Aisya.

5. Penyakit genetik pendonor tidak akan diwariskan melalui ASI donor

Penyakit genetik pendonor tidak akan diwariskan melalui ASI donor
Pexels/Burst

Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir bahwa bayi dapat mewarisi penyakit tertentu dari mama yang mendonorkan ASI. Namun, faktanya penyakit keturunan atau sifat genetik tidak dapat ditularkan melalui ASI donor.

“Penyakit keturunan atau sifat genetik tidak akan berpindah melalui ASI donor. Jadi bayi tidak akan ‘mewarisi’ penyakit genetik donor hanya karena mengonsumsi ASI donor,” ucap dr. Aisya.

Meski demikian, aspek kesehatan pendonor tetap menjadi perhatian penting dalam proses pemberian ASI donor. Yang perlu diwaspadai bukanlah penyakit genetik, melainkan kemungkinan adanya penyakit infeksi tertentu. Oleh karena itu, setiap calon pendonor harus melalui proses skrining yang ketat.

“Yang perlu menjadi perhatian justru adalah penyakit infeksi tertentu. Itulah sebabnya donor ASI harus melalui proses skrining yang ketat, termasuk riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, gaya hidup, dan pemeriksaan penyakit infeksi tertentu,” lanjutnya.

Selain proses skrining, ASI donor juga melalui tahap pasteurisasi sebelum diberikan kepada bayi. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan ASI donor dan menekan risiko penularan penyakit semaksimal mungkin. 

“Setelah itu, ASI juga dipasteurisasi untuk meningkatkan keamanannya. Dengan prosedur tersebut, risiko penularan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Itu tadi kelebihan dan kekurangan ASI donor. Dengan demikian, Mama tidak perlu khawatir mengenai penurunan penyakit genetik melalui ASI donor. Yang terpenting, ASI donor harus berasal dari sumber terpercaya dan telah melalui prosedur skrining serta pasteurisasi yang sesuai standar keamanan. 

Itu dia kelebihan dan kekurangan bayi diberikan ASI donor. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi para orangtua di luar sana, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More