Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Demi Cegah Campak, Pemerintah Imbau Setop Sentuh Bayi saat Lebaran

Demi Cegah Campak, Pemerintah Imbau Setop Sentuh Bayi saat Lebaran
Unsplash/Felipe Salgado
Intinya Sih
  • Kasus campak di Indonesia meningkat signifikan hingga awal 2026, dengan ribuan kasus suspek dan ratusan terkonfirmasi, menandakan penyebaran virus yang masih tinggi di masyarakat.
  • Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh bayi saat silaturahmi Lebaran guna mencegah penularan campak yang sangat mudah menyebar.
  • Bayi dan balita termasuk kelompok rentan, sehingga orang tua diminta menjaga kebersihan, membatasi interaksi fisik, serta segera memeriksakan anak jika muncul gejala seperti demam dan ruam merah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kasus campak kembali menunjukkan tren peningkatan di Indonesia. Hingga minggu ke-7 tahun 2026, tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan 4 kematian.

Pada tahun sebelumnya, yakni 2025, jumlah kasus campak juga cukup tinggi dengan 63.769 kasus suspek, 11.094 kasus terkonfirmasi, dan 69 kematian.

Peningkatan kasus ini menjadi perhatian karena campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet saat penderita batuk atau bersin.

Untuk menekan laju peningkatan kasus campak, pemerintah terus mendorong upaya pencegahan. Misalnya melalui penguatan imunisasi campak-rubela (MR), edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan sistem surveilans untuk merespons cepat jika terjadi lonjakan kasus di suatu wilayah.

Menjelang Idulfitri, pemerintah pun kembali mengeluarkan himbauan. Salah satunya adalah himbauan untuk tidak sembarangan menyentuh bayi saat acara kumpul bersama keluarga dan kerabat.

Informasi lebih lanjut tentang pemerintah imbau setop sentuh bayi saat lebaran untuk mencegah penularan campak sudah Popmama.com rangkum pada ulasan berikut ini.

Demi Cegah Campak, Pemerintah Imbau Setop Sentuh Bayi saat Lebaran

Pexels
Pexels

Kasus campak terus meningkat di Indonesia. Campak bisa menular lewat droplet saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, penyakit ini mudah menyebar ketika banyak orang berkumpul. Misalnya saat silaturahmi lebaran.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh bayi dan balita saat momen silaturahmi lebaran. Kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penularan campak yang sangat mudah menyebar, terutama ketika banyak orang berkumpul.

Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan kebiasaan menyentuh bayi saat berkumpul sebaiknya dikurangi atau dihindari. Pasalnya, bayi dan balita termasuk kelompok yang rentan tertular penyakit.

Bayi dan Anak yang Tertular Campak Tidak Diajak ke Keramaian

Pexels
Pexels

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan jika terdapat anak yang menunjukkan gejala campak. Seperti demam dan ruam kemerahan pada kulit.

Si Kecil yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan tidak diajak ke tempat keramaian.

Selain itu, orang yang sedang sakit dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah serta menghindari pertemuan besar selama masa lebaran untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain.

Penyebab dan Gejala Campak pada Bayi

Commons.wikimedia.org/CDC
Commons.wikimedia.org/CDC

Campak atau measles adalah infeksi yang disebabkan oleh virus paramyxovirus yang sangat menular. Virus ini disebarkan melalui udara dan menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Ciri khas campak adalah munculnya ruam di kulit penderitanya. Campak bisa menyerang segala umur, termasuk bayi. 

Selain ruam, berikut ini adalah beberapa gejala campak yang bisa terlihat pada bayi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Mata meradang (konjungtivitis)
  • Bintik putih kecil keabuan di dalam mulut, terutama pada lapisan dalam pipi, serta tenggorokan (bintik koplik)

Di hari pertama, gejala campak mirip dengan pilek atau flu biasa. Setelah hari kedua, bercak putih di dalam mulut mulai muncul.

Di hari ketiga hingga kelima, barulah muncul ruam bintik merah kecil di garis rambut. Ruam ini kemudian akan semakin menyebar ke bawah tubuh, termasuk leher, perut, lengan, dan kaki, yang berlangsung selama sekitar lima sampai enam hari. 

Ruam campak biasanya muncul di belakang telinga, sekitar kepala, dan leher. Pada akhirnya, ruam merah ini akan menyebar ke seluruh tubuh. Virus campak juga dapat menyerang paru-paru dan sistem saraf.

Bayi bisa tertular campak apabila terpapar batuk, bersin, atau droplet dari orang yang terinfeksi. Bahkan, virus campak juga bisa menyebar melalui udara, dan bisa menularkan siapa saja dapat menghirupnya. 

Virus campak juga dapat menyebar di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi bisa tertular virus campak apabila memasukkan jari ke dalam mulut dan hidung, atau mengucek mata setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.

Tips Membawa Bayi Silaturahmi saat Lebaran

Pexels
Pexels

Momen lebaran merupakan waktu yang tepat untuk bersilaturahmi. Namun kesehatan dan kenyamanan bayi harus tetap jadi prioritas utama, ya, Ma.

Berikut tips membawa bayi silaturahmi saat lebaran yang bisa Mama ikuti:

  • Hindari cium dan sentuh wajah: Lindungi bayi dari risiko penyakit dengan melarang tamu mencium atau menyentuh wajah atau tangan bayi.
  • Kenakan pakaian nyaman: Pilih baju lebaran yang bahan katun, menyerap keringat, dan tidak membuat bayi kepanasan.
  • Batasi pengunjung, kerabat, atau keluarga: Jangan biarkan bayi digendong terlalu banyak orang bergantian. Jangan ragu untuk membuat batasan, ya, Ma. Ini semua demi kesehatan bayi.
  • Jaga kebersihan: Pastikan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum menyentuh bayi.
  • Ruang istirahat: Sediakan tempat tenang agar bayi bisa tidur atau menyusu jika merasa lelah atau bising.
  • Tidak memberi makan sembarangan: Tegaskan pada tamu untuk tidak memberikan makanan atau minuman pada bayi, terutama jika belum mengonsumsi makanan padat.

Itu informasi tentang himbauan pemerintah agar masyarakat stop asal sentuh bayi saat lebaran untuk mencegah penularan campak.

Bagi orangtua yang membawa bayi saat silaturahmi lebaran, jangan ragu untuk menetapkan batasan, ya. Sedangkan bagi keluarga dan kerabat yang mengunjungi bayi, sebaiknya menahan diri untuk mencium atau menyentuh bayi.

Semoga silaturahmi lebarannya menyenangkan, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More