Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kekurangan Vitamin K Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

Kekurangan Vitamin K Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi
Pexels/Photo by Natalie Bond
Intinya Sih
  • Bayi baru lahir memiliki kadar vitamin K sangat rendah karena plasenta dan ASI tidak menyediakan cukup, membuat mereka rentan terhadap gangguan pembekuan darah.
  • Suntikan vitamin K segera setelah lahir terbukti mencegah perdarahan serius dan menurunkan risiko VKDB hingga 81 kali dibanding bayi tanpa suntikan.
  • VKDB terbagi menjadi tiga fase—awal, klasik, dan lambat—dengan fase lambat paling berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan otak fatal atau kerusakan permanen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Vitamin K merupakan salah satu komponen penting yang berperan dalam proses pembekuan darah pada bayi. Namun, banyak orangtua belum menyadari bahwa bayi baru lahir sebenarnya memiliki kadar vitamin K yang sangat rendah secara alami. Kondisi ini membuat bayi lebih rentan mengalami gangguan pembekuan darah yang bisa berujung pada perdarahan serius.

Bahkan dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin K dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Karena itulah, pemberian vitamin K sejak bayi lahir menjadi langkah penting untuk mencegah risiko berbahaya tersebut. Sayangnya banyak orangtua tidak tahu mengenai fakta ini dan justru lebih khawatir saat si Kecil diberi suntikan vitamin D saat baru lahir.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan lengkapnya.

1. Bayi lahir dengan kadar vitamin K yang sangat rendah

Unsplash/Minnie Zhou
Unsplash/Minnie Zhou

Setiap bayi yang baru lahir secara alami memiliki kadar vitamin K yang sangat minim di dalam tubuhnya. Hal ini disebabkan karena vitamin K sulit melewati plasenta dari ibu ke janin selama kehamilan. 

Selain itu, sistem pencernaan bayi belum memiliki bakteri baik yang cukup untuk memproduksi vitamin K sendiri, dan ASI pun hanya mengandung sedikit vitamin K. Tanpa cadangan yang cukup, tubuh bayi kesulitan melakukan proses pembekuan darah secara normal.

2. Mengapa bayi perlu menerima suntikan vitamin K?

Ilustrasi bayi baru lahir
Pixabay

Dikutip dari Children’s Hospital of Philadelphia, satu suntikan vitamin K yang diberikan segera setelah bayi lahir dapat mencegah perdarahan serius hingga risiko stroke yang berbahaya. Bayi yang tidak mendapatkan injeksi vitamin K memiliki risiko 81 kali lebih tinggi untuk mengalami Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) dibandingkan bayi yang mendapat suntikan.

Hal ini penting karena bayi baru lahir secara alami memiliki cadangan vitamin K yang sangat rendah di dalam tubuhnya.

Plasenta juga tidak menyalurkan vitamin K dalam jumlah cukup selama masa kehamilan. Padahal, vitamin ini penting untuk proses pembekuan darah dan perkembangan tubuh. Setelah lahir, bayi hanya mendapatkan asupan dari ASI atau susu formula yang keduanya tidak mengandung cukup vitamin K. Karena itu, suplementasi vitamin K menjadi langkah penting untuk perlindungan awal bayi.

Berbeda dengan orang dewasa yang bisa memperoleh vitamin K dari makanan seperti sayuran hijau, blueberry, atau kiwi, serta dari bakteri baik di usus, bayi belum memiliki bakteri usus yang berkembang sempurna. Kondisi inilah yang membuat bayi lebih rentan mengalami kekurangan vitamin K, sehingga pemberian suntikan setelah lahir sangat dianjurkan.

3. Memahami tiga fase waktu risiko perdarahan

Pexels/Foden Nguyen
Pexels/Foden Nguyen

Kondisi Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) atau perdarahan akibat defisiensi Vitamin K dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan waktu kemunculannya:

  • VKDB awal (early) yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah lahir, seringkali berkaitan dengan obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu saat hamil.
  • VKDB klasik yang terjadi pada hari ke-1 hingga ke-7 setelah lahir, dengan gejala umum berupa memar atau perdarahan di saluran pencernaan.
  • VKDB lambat (late) yang terjadi mulai usia 2 minggu hingga 6 bulan. Ini adalah fase yang paling berbahaya karena 30-60% kasusnya melibatkan perdarahan otak yang bisa berakibat fatal atau menyebabkan kerusakan otak permanen

4. Risiko fatal akibat perdarahan otak (stroke)

Unsplash/Kelly Sikkema
Unsplash/Kelly Sikkema

Kondisi medis akibat kekurangan vitamin ini dikenal sebagai VKDB. Bahaya utama dari VKDB adalah perdarahan internal yang sulit terdeteksi, terutama pada otak.

Perdarahan di otak dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, kejang, hingga kematian mendadak. Data menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 5 bayi yang mengalami VKDB berakhir dengan kematian.

5. Gejala bayi kekurangan vitamin K yang sering tidak terlihat

Unsplash/Visualss
Unsplash/Visualss

Salah satu tantangan terbesar adalah VKDB sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda awal sebelum kondisinya memburuk secara tiba-tiba. Namun, orang tua harus sangat waspada jika melihat gejala seperti:

  • Memar di area kepala atau wajah
  • Perdarahan pada tali pusat, hidung (mimisan), atau gusi
  • Tinja berwarna hitam pekat atau muntah darah
  • Kejang, rewel berlebihan, atau bayi menjadi sangat lemas, yang bisa menandakan adanya perdarahan di dalam otak

Itulah tadi informasi mengenai kekurangan vitamin K bisa sebabkan kematian pada bayi. Semoga membantu Mama dan Papa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More