Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Sering Dianggap Sepele, Ketahui 7 Pantangan Mengasuh Bayi Baru Lahir

Sering Dianggap Sepele, Ketahui 7 Pantangan Mengasuh Bayi Baru Lahir
Freepik/jcomp
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti tujuh pantangan umum dalam mengasuh bayi baru lahir yang sering dianggap sepele namun berisiko bagi kesehatan dan keselamatan bayi.

  • Pantangan tersebut mencakup tidur bersama bayi, posisi tengkurap saat tidur, pemberian makanan selain ASI, penggunaan produk beraroma, hingga menggoyangkan bayi secara berlebihan.

  • Orangtua diimbau lebih berhati-hati dan memahami cara perawatan yang aman agar tumbuh kembang serta kenyamanan bayi tetap terjaga sejak awal kelahirannya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Merawat bayi baru lahir akan menjadi pengalaman penuh kebahagiaan sekaligus tantangan bagi orangtua.

Tidak sedikit juga orangtua melakukan beberapa kebiasaan yang ternyata kurang tepat secara tidak sadar saat mengasuh bayi baru lahir. Hal-hal yang terlihat sepele ini justru berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan si Kecil.

Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk mengetahui beberapa pantangan dalam mengasuh bayi baru lahir guna mendukung tumbuh kembang bayi lebih optimal.

Berikut Popmama.com telah merangkum pantangan mengasuh bayi baru lahir yang sering tidak disadari. Yuk, Ma, simak selengkapnya.

Table of Content

1. Tidur bersama bayi

1. Tidur bersama bayi

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Momen kelahiran si Kecil tentu menjadi saat yang membahagiakan dan dinantikan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk Mama dan Papa. Tidak jarang Mama dan Papa ingin selalu berada dekat dengan bayi, bahkan saat waktu tidur.

Namun, tidur bersama bayi di tempat tidur yang sama dapat menimbulkan risiko bagi keselamatannya. Bayi berisiko tertekan atau tercekik saat orangtua berguling tanpa sadar saat sedang tidur.

Selain itu, kebiasaan tidur bersama orang dewasa juga dapat memengaruhi pola tidur bayi bahkan memicunya sulit untuk belajar tidur secara mandiri seiring bertambahnya usia.

2. Membiarkan bayi tengkurap saat tidur

Freepik/javi_indy
Freepik/javi_indy

Saat bayi sedang berbaring atau tertidur, Mama perlu memastikan posisi tidurnya terlebih dahulu agar aman dan nyaman bagi bayi.

Jangan sampai Mama membiarkan atau meletakkan bayi dalam posisi tengkurap saat tidur karena posisi tersebut dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak.

Hal ini dapat terjadi karena bayi berisiko menghirup kembali karbon dioksida yang dikeluarkannya sendiri dalam posisi tengkurap. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, suplai oksigen akan berkurang sehingga berpotensi menimbulkan risiko fatal pada bayi.

Oleh karena itu, pastikan bayi tertidur dengan posisi telentang agar pernapasannya tetap terbuka dan aman sehingga risiko SIDS dapat diminimalkan.

3. Memberikan makanan atau minuman tertentu

Freepik/KamranAydinov
Freepik/KamranAydinov

Sejak bayi lahir hingga berusia sekitar 6 bulan, bayi membutuhkan asupan ASI atau susu formula yang kaya akan zat besi. Asupan tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung perkembangan sistem pencernaan bayi.

Namun, tidak jarang anggota keluarga mencoba memberikan si Kecil berbagai jenis makanan atau minuman lainnya. Padahal, memberikan makanan dan minuman selain ASI atau susu formula sebaiknya dihindari. Hal ini karena lambung bayi masih kecil dan sistem pencernaannya masih belum mampu memproses makanan dan minuman tersebut.

4. Mengabaikan mereka saat menangis

Freepik/pvproductions
Freepik/pvproductions

Tangisan bayi akan menjadi hal yang akan sering didengar oleh para orangtua sejak masa awal-awal kelahirannya.

Namun, membiarkan bayi menangis dalam waktu lama tanpa menanggapinya akan memicu kondisi emosionalnya. Kondisi ini dapat memengaruhi tingkat stres serta perkembangan otaknya sehingga mereka akan rewel lebih lama.

Padahal, tangisan bayi merupakan salah satu cara si Kecil dalam berkomunikasi terkait apa yang dia butuhkan atau rasakan, baik lapar, lelah, atau membutuhkan perhatian.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk segera menanggapi tangisan bayi agar ia merasa lebih tenang dan aman.

5. Menggunakan produk beraroma

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat sensitif, bahkan bayi dengan usia kurang dari 6 bulan rentan mengalami iritasi atau reaksi alergi terhadap berbagai hal.

Oleh karena itu, Mama perlu berhati-hati dalam memilih produk yang digunakan langsung pada kulit bayi, terutama produk yang memiliki aroma, seperti tisu wangi, minyak, lotion, atau detergen.

Sebaiknya Mama menghindari produk dengan kandungan parfum ataupun pewangi yang terlalu kuat karena bahan tersebut memicu iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif.

6. Mandi terlalu sering

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi sebaiknya tidak langsung dimandikan pada minggu pertama atau kedua setelah ia lahir. Setidaknya, Mama menunggu hingga tunggul tali pusar bayi rontok dengan sendirinya.

Selain itu, bayi juga tidak perlu dimandikan terlalu sering. Mandi yang terlalu sering pada bayi hanya memicu kulitnya menjadi lebih kering bahkan memicu risiko iritasi, seperti eksim. Mama cukup memandikannya sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu.

7. Menggoyangkan bayi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Hindari menggoyangkan bayi yang baru lahir, baik saat bermain maupun ketika Mama mencoba menenangkannya saat ia rewel. Tubuh bayi masih sangat rentan sehingga gerakan yang terlalu kuat dapat membahayakan kondisinya.

Menggoyangkan, memukul, hingga meneriaki bayi untuk tetap tenang bukanlah cara yang tepat. Tindakan tersebut justru berisiko menyebabkan bayi terkena Shaken Baby Syndrome. Kondisi serius yang memicu bayi kejang, gangguan pernapasan, kesulitan makan, memar, hingga muntah.

Oleh karena itu, hindari aktivitas yang terlalu kasar saat berinteraksi dengan bayi baru lahir. Sebagai alternatifnya, Mama dapat menggelitik si Kecil atau meniup pipinya dengan lembut untuk sebagai bentuk interaksi yang lebih tenang dan nyaman.

Itulah pantangan mengasuh bayi baru lahir yang seringkali dianggap sepele oleh banyak orantua.

Sebaiknya, Mama tidak mengabaikan hal-hal tersebut lagi agar kesehatan dan keselamatan si Kecil tetap terjaga. Semoga artikel ini bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil secara optimal, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More