Kenapa Bayi Sering Mengangkat Kepala saat Menyusu? Ini Penjelasannya

- Bayi sering mengangkat kepala saat menyusu karena aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat, membuat mereka perlu menyesuaikan ritme bernapas dan menelan.
- Rasa tidak nyaman akibat gas di perut atau posisi menyusui yang kurang tepat juga bisa memicu bayi bergerak dan melepaskan payudara.
- Selain itu, peningkatan kepekaan terhadap lingkungan serta fase perkembangan seperti growth spurt dapat membuat bayi lebih aktif saat menyusu.
Menyusui biasanya menjadi momen yang hangat dan menenangkan bagi Mama dan si Kecil. Namun, ada kalanya bayi terlihat aktif saat menyusu, misalnya dengan mengangkat kepala, melepas puting, atau bergerak gelisah.
Situasi ini sering membuat Mama bertanya-tanya apakah bayi merasa tidak nyaman atau ada sesuatu yang mengganggu selama proses menyusui.
Padahal, perilaku tersebut cukup umum terjadi karena berbagai faktor, mulai dari aliran ASI hingga perkembangan bayi.
Selain itu, bayi yang sering bergerak atau mengangkat kepala saat menyusu biasanya sedang merespons kondisi tertentu dari tubuhnya maupun lingkungan sekitar.
Berikut Popmama.com merangkum penjelasan mengapa bayi sering mengangkat kepala saat menyusu, melansir dari Momcozy. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
Aliran ASI Terlalu Cepat atau Lambat

Perubahan aliran ASI menjadi salah satu penyebab bayi mengangkat kepala saat menyusu. Jika ASI mengalir terlalu deras, bayi bisa merasa kewalahan sehingga ia berhenti sejenak atau melepaskan puting untuk mengatur napas.
Sebaliknya, aliran ASI yang terlalu lambat juga dapat membuat bayi terlihat tidak sabar. Dalam kondisi ini, bayi mungkin akan mengangkat kepala atau mencoba menyusu kembali beberapa kali untuk mendapatkan aliran ASI yang lebih lancar.
Melansir dari Healthline, aliran ASI yang terlalu cepat dapat membuat bayi sering melepaskan payudara atau tampak gelisah saat menyusu karena mereka perlu menyesuaikan ritme menelan dan bernapas.
Bayi Merasa Tidak Nyaman

Sistem pencernaan bayi yang masih berkembang membuat mereka lebih mudah mengalami gas atau kembung.
Ketika merasa tidak nyaman, bayi dapat menunjukkan berbagai gerakan tubuh, termasuk mengangkat kepala, melengkungkan punggung, dan berhenti menyusu sejenak.
Mengutip dari Healthline, gas yang terperangkap di perut bayi dapat menyebabkan bayi menjadi rewel saat menyusu karena tekanan di perut membuatnya tidak nyaman.
Karena itu, Mama dapat mencoba menyendawakan bayi untuk membantu mengeluarkan gas dan membuatnya merasa lebih lega.
Bayi Mulai Peka Terhadap Lingkungan

Seiring bertambahnya usia, bayi menjadi semakin peka terhadap rangsangan di sekitarnya. Suara, cahaya, atau aktivitas di sekitar dapat menarik perhatian bayi sehingga ia berhenti menyusu dan mengangkat kepalanya.
Karena itu, menyusui di tempat yang lebih tenang dapat membantu bayi tetap fokus selama proses menyusu.
Posisi Menyusui Tidak Nyaman

Posisi menyusui yang kurang tepat juga dapat membuat bayi sering mengangkat kepala saat menyusu. Jika tubuh bayi tidak berada dalam posisi yang stabil atau pelekatan pada payudara kurang optimal, bayi mungkin akan bergerak untuk mencari posisi yang lebih nyaman.
Dalam beberapa kondisi, bayi perlu menyesuaikan kembali posisi kepala atau mulutnya agar dapat menyusu dengan lebih efektif.
Bayi Mengalami Fase Perkembangan

Perubahan perilaku saat menyusu juga dapat terjadi ketika bayi sedang mengalami fase perkembangan tertentu, seperti growth spurt atau lonjakan pertumbuhan. Pada masa ini, bayi biasanya menyusu lebih sering tetapi juga terlihat lebih aktif dan mudah gelisah.
Kondisi tersebut bisa membuat bayi beberapa kali melepas payudara atau mengangkat kepalanya saat menyusu.
Mengutip dari Healthline, growth spurt dapat membuat pola menyusu bayi berubah sementara waktu karena kebutuhan nutrisi mereka sedang meningkat.
Inilah penjelasan mengapa bayi sering mengangkat kepalanya saat menyusu. Perilaku ini merupakan hal yang normal dan menjadi cara bayi menyesuaikan diri dengan aliran ASI, kondisi tubuhnya, maupun lingkungan sekitar.
Namun, jika bayi terlihat sangat rewel saat menyusu, kesulitan menempel pada payudara, atau berat badannya tidak bertambah dengan baik, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi untuk mendapatkan saran yang tepat.


















