Saat mengganti pakaian atau memandikan si Kecil, Mama mungkin tidak sengaja menemukan ruam berbentuk lingkaran disertai perubahan warna pada kulitnya.
Bagaimana Cara Mengatasi Kurap pada Bayi?

Kurap pada bayi adalah infeksi jamur menular yang memicu ruam melingkar, perubahan warna kulit, gatal, atau nyeri; tanpa penanganan, ruam dapat menyebar dan berisiko terinfeksi bakteri.
Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan orang atau hewan terinfeksi maupun barang bersama, seperti handuk, seprai, dan bantal; bayi lebih rentan karena sering berinteraksi dekat.
Sebagian kasus ditangani dengan obat antijamur topikal; kurap kulit kepala perlu obat dokter. Cegah dengan menjaga kebersihan, menghindari berbagi barang, dan periksakan bila memburuk atau tidak membaik.
Melihat kondisi tersebut, Mama dan Papa tentu bisa merasa panik dan khawatir, terlebih jika belum mengetahui apa penyebabnya.
Kurap pada bayi memang umumnya bukan kondisi yang serius, tetapi tetap perlu mendapatkan penanganan agar ruam tidak semakin menyebar.
Jika si Kecil mengalami kondisi tersebut, yuk, simak penanganan yang sudah Popmama.com rangkum untuk Mama dan Papa, dilansir dari Medical News Today.
Table of Content
1. Apa itu kurap pada bayi?

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo Kurap pada bayi merupakan infeksi jamur yang ditandai dengan munculnya ruam berbentuk lingkaran dan perubahan warna pada kulit. Kondisi ini juga dikenal sebagai tinea atau dermatofitosis.
Kurap termasuk infeksi yang menular dan dapat menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau penggunaan barang bersama, seperti pakaian dan linen.
Meski umumnya ringan, kurap dapat terasa gatal atau nyeri pada bayi. Jika tidak ditangani, ruam bisa semakin menyebar dan berisiko mengalami infeksi bakteri akibat bayi menggaruk area yang terinfeksi.
2. Tanda-tanda kurap pada bayi

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo Kurap dapat muncul di kulit, rambut, hingga kuku. Kondisi ini umumnya ditandai dengan ruam berbentuk lingkaran yang berubah warna dan tampak meradang.
Selain itu, ada beberapa tanda lain yang mungkin muncul ketika bayi mengalami kurap, seperti:
Kulit terasa gatal dan mengalami iritasi
Bayi terus menggaruk area kulit yang terinfeksi
Bayi lebih sering menangis
Terjadi perubahan perilaku, seperti sulit tidur atau lebih sering menyusu
3. Penyebab kurap pada bayi

Pexels.com/MART PRODUCTION Kurap merupakan infeksi jamur yang dapat menular melalui kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi, maupun benda yang sebelumnya digunakan oleh penderita.
Beberapa cara penularan kurap pada bayi di antaranya:
Menyentuh atau membelai hewan peliharaan yang mengalami kurap
Menggunakan bantal, handuk, atau seprai bersama orang yang terinfeksi
Berjalan tanpa alas kaki
Memeluk orang yang mengalami kurap
Menyentuh benda yang baru saja disentuh oleh orang yang terinfeksi
Bayi dan anak-anak lebih rentan tertular karena sering melakukan kontak dekat dengan orang lain dan belum memahami pentingnya menjaga kebersihan.
Risiko ini juga dapat meningkat pada bayi yang berada di tempat penitipan anak karena infeksi lebih mudah menyebar dari satu anak ke anak lainnya.
4. Penanganan kurap pada bayi

Pexels.com/Yan Krukau Sebagian besar kasus kurap dapat diatasi dengan obat antijamur yang tersedia secara bebas, seperti krim atau bedak. Beberapa kandungan yang umum digunakan meliputi:
Clotrimazole
Miconazole
Ketoconazole
Terbinafine
Dengan pengobatan yang tepat, kurap biasanya sembuh dalam beberapa minggu. Rasa gatal dan gejala lainnya juga dapat membaik dalam beberapa hari.
Jika kurap muncul di kulit kepala, si Kecil mungkin memerlukan obat antijamur dari dokter. Kondisi ini dapat membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sembuh, dan dokter mungkin menyarankan sampo khusus untuk mencegah iritasi.
5. Cara mencegah kurap pada bayi

Pexels.com/Sarah Chai Mencegah kurap pada bayi memang tidak mudah karena si Kecil sering melakukan kontak dekat dengan orang lain. Namun, Mama dan Papa tetap bisa melakukan beberapa langkah untuk mengurangi risiko penularannya.
Hindari membiarkan bayi merangkak atau berjalan di tempat yang berisiko menjadi sumber jamur, seperti kamar mandi umum dan ruang ganti.
Jika ada anak di tempat penitipan yang terkena kurap, sebaiknya bayi tidak masuk daycare untuk sementara.
Kenakan kaus kaki atau sepatu saat bayi mulai belajar berjalan.
Segera ganti pakaian dan popok bayi yang basah.
Jangan biarkan bayi berbagi bantal atau tempat tidur dengan anggota keluarga yang sedang mengalami kurap.
Jika ada anggota keluarga yang terkena kurap, tutupi area ruam dengan pakaian atau perban hingga tidak lagi menular.
Itu dia cara mengatasi kurap pada bayi. Jika kondisi semakin parah atau tidak kunjung membaik, segera bawa si Kecil ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

























