Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahaya Screen Time pada Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Risikonya
ilustrasi bayi main laptop (pexels.com/Pixabay)
  • Screen time berlebihan pada bayi di bawah 12 bulan dapat menghambat perkembangan otak, termasuk fokus, pengendalian emosi, perilaku, dan kemampuan mengatur diri.

  • Paparan gadget berpotensi mengurangi interaksi langsung yang dibutuhkan bayi untuk membangun kemampuan sosial, bahasa, koneksi emosional, serta pengalaman belajar di dunia nyata.

  • Kebiasaan screen time dapat membuat bayi lebih mudah tantrum saat bosan dan mengganggu tidur; WHO menganjurkan anak di bawah dua tahun tidak mendapat screen time.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi di bawah 12 bulan sebaiknya tidak sering melihat layar ponsel, TV, atau tablet. Layar bisa membuat otaknya kurang berkembang, susah tidur, dan lebih gampang marah saat bosan. Bayi juga perlu bermain, melihat orang, dan belajar dari dunia nyata. WHO menyarankan bayi kecil tidak diberi waktu layar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah meluasnya tontonan anak, pemahaman tentang risiko screen time membuka ruang bagi bayi untuk memperoleh pengalaman yang lebih kaya melalui interaksi langsung. Kegiatan seperti membaca buku, bermain puzzle, dan berjalan-jalan di taman menghadirkan kesempatan menyenangkan bagi anak untuk mengenal lingkungan, membangun koneksi emosional, serta mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memberikan tontonan pada si Kecil saat ini memang sudah umum di tengah perkembangan zaman, terlebih semakin banyak tontonan dan fitur yang dibuat khusus untuk anak-anak.

Banyak orangtua yang bahkan sudah mulai memberi screen time sejak usia dini agar si Kecil anteng dan tidak rewel saat bosan. Terlebih, kini banyak tontonan anak-anak yang dirancang menghibur sekaligus menambah pengetahuan baru.

Meski demikian, Mama harus paham kapan bisa memberikan gadget pada si Kecil. Screen time pada anak usia dini, terutama bayi di bawah 12 bulan sebenarnya tidak dianjurkan karena lebih banyak dampak negatifnya, Ma.

Yuk, simak beberapa bahaya screen time pada bayi di bawah 12 bulan yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Screen Time Menghambat Perkembangan Otak Bayi

Bayi menonton TV/Pixabay

Sebuah studi yang dikutip dari Boston Children’s Hospital menunjukkan bahwa screen time berlebihan pada bayi dapat menyebabkan perubahan aktivitas otak dan masalah fungsional seperti kemampuan untuk tetap fokus hingga mengendalikan perilaku dan emosi saat anak memasuki usia sekolah dasar.

“Otak bayi berkembang dengan memperkaya interaksi dengan lingkungan, dan screen time bayi yang berlebihan dapat mengurangi peluang interaksi di dunia nyata yang penting untuk perkembangan otak,” kata Dr. Carol Wilkinson, dokter anak dan peneliti di Boston Children’s Hospital.

Dikutip dari The Straits Times, penelitian lainnya oleh tim NUS Yong Loo Lin School of Medicine dan National University Hospital membuktikan bahwa gerakan cepat, suara, dan pergantian adegan dari screen time dapat membuat otak kekurangan sumber daya untuk mengembangkan keterampilan pengaturan diri.

Kondisi tersebut yang akhirnya dapat memicu perkembangan otak bayi terhambat, sebab berdampak pada ketidakmampuan untuk mengikuti instruksi bertahap atau bertahan dalam aktivitas yang menantang.

Mengisolasi si Kecil dari Kehidupan Sosial

ilustrasi screen time, anak kecil main ponsel, hp, gadget (pexels.com/Kaku Nguyen)

Bukan hanya menghambat perkembangan otak bayi, screen time pada bayi juga dapat mengisolasi mereka dari kehidupan sosial. 

Anak-anak berkembang paling baik melalui pengalaman di dunia nyata secara langsung untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif mereka.

Si Kecil yang sudah terbiasa mendapat hiburan dari gadget akan mengalihkan perhatian mereka dari kehidupan sosial mereka. Padahal, si Kecil seharusnya mendapat banyak pengalaman dari kehidupan nyata di luar sana agar dapat berkembang dengan baik.

“Anak-anak yang lebih muda membutuhkan interaksi dua arah. Mereka membutuhkan koneksi emosional yang responsif untuk mengembangkan bahasa dan mempelajari isyarat sosial,” kata Dr. Noah Schwartz, dokter anak dari Cleveland Clinic.

Bayi Jadi Lebih Mudah Tantrum saat Bosan

ilustrasi anak tantrum (pixabay.com/amarpreet25)

Awalnya memberikan gadget pada bayi memang bertujuan agar si Kecil tidak rewel dan tenang, terlebih saat tidak berada di jangkauan orangtua.

Namun, terbiasa memberikan screen time pada bayi bisa membuatnya menjadi lebih mudah tantrum saat merasa bosan, Ma. 

Melansir dari laman UNICEF, anak-anak perlu merasa bosan untuk mengajarkan bagaimana mengatasi frustasi dan mengendalikan keinginan mereka. Jika terus-menerus dirangsang dengan tontonan, si Kecil bisa lupa bagaimana mengendalikan diri.

Pada anak-anak yang terbiasa mendapat screen time berlebihan, mereka akan cenderung mudah tantrum saat akhirnya harus dibatasi. Anak-anak bisa frustasi, bahkan menghambat motivasi mereka akibat screen time yang berlebihan, Ma.

Mengganggu Waktu Tidur Bayi

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project )

Tidak sedikit orangtua yang memberikan bayi screen time agar cepat tertidur. Padahal, memberikan bayi tontonan justru membuat bayi sulit tertidur akibat cahaya dari layar.

Mengutip dari Flinders University, studi dalam jurnal Sleep menemukan bahwa bayi berusia tiga bulan mungkin lebih rentan terhadap efek layar sentuh dan screen time dapat menyebabkan gangguan ritme tidur-bangun mereka. 

Studi yang dilakukan juga mengungkapkan bahwa bayi berusia 13 bulan bisa kehilangan satu menit tidur di malam hari akibat screen time di siang hari. 

Bayi berusia tiga bulan yang dibiarkan menonton televisi selama 34 menit di siang hari juga dapat mengalami penurunan kualitas tidur, dengan rata-rata yang berkurang 20 menit di siang hari dan 22 menit lebih sedikit dari waktu tidur dalam satu hati.

Hindari Screen Time pada Bayi di Bawah 12 Bulan

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)

Kebanyakan orangtua mungkin berpikir screen time terbatas pada gadget elektronik seperti ponsel atau tablet saja. Screen time sebenarnya juga termasuk menonton televisi, menonton video, bermain game di komputer atau ponsel, hingga scrolling media sosial.

WHO menganjurkan anak di bawah usia 2 tahun atau sebaiknya tidak perlu mendapatkan screen time dan pada anak usia 2 hingga 4, screen time nya harus dibatasi selama satu jam per hari. 

Dalam hal ini, orangtua perlu tegas mengatur screen time bayi dan memberikannya jika usianya sudah, tentu dengan pengawasan orangtua.

Dibanding memberikan screen time, sebaiknya ajak si Kecil melakukan hal-hal produktif yang menyenangkan, seperti membaca buku, bermain game puzzle, atau mengajaknya jalan-jalan ke taman.

Itu dia penjelasan mengenai bahaya screen time pada bayi di bawah 12 bulan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article