Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Efek Screen Time pada Bayi yang Perlu Orangtua Waspadai

Efek Screen Time pada Bayi yang Perlu Orangtua Waspadai
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Paparan screen time berlebihan pada bayi dapat menghambat kemampuan membaca ekspresi wajah, memperlambat perkembangan bicara, dan memicu overstimulasi yang membuat bayi sulit tenang.

  • Menonton sambil makan bisa menyebabkan mindless eating karena perhatian anak teralihkan dari makanan, sehingga ia tidak peka terhadap rasa lapar atau kenyang.

  • Terlalu sering menggunakan layar menurunkan kesempatan interaksi sosial bayi, sementara aktivitas sensorik dan permainan langsung lebih disarankan untuk mendukung tumbuh kembang optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menjaga si Kecil sendirian di rumah tentu bukan hal yang mudah. Di tengah kesibukan mengurus pekerjaan rumah, Mama juga harus membagi waktu untuk mandi, makan, atau sekadar beristirahat sejenak. Ketika si Kecil mulai rewel atau menangis, memberikan tontonan melalui televisi, ponsel, atau tablet sering kali menjadi solusi yang paling praktis.

Di balik kemudahannya dalam membuat si Kecil lebih tenang, paparan screen time sejak usia dini, terutama jika terjadi terlalu sering atau dalam durasi yang lama, dapat berdampak pada proses tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, penting bagi Mama untuk memahami efek screen time pada bayi.

Berikut Popmama.com siapkan efek screen time pada bayi. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

1. Anak kurang belajar membaca ekspresi wajah

1. Anak kurang belajar membaca ekspresi wajah

Kurang belajar membaca ekspresi wajah
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

dr. Agus Wijata, Sp.A., melalui akun Instagram @dr.aguswijata menjelaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan masa emas perkembangan otak anak. Pada periode ini, si Kecil belajar paling banyak melalui interaksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya, seperti melihat ekspresi wajah,

Apabila bayi lebih sering terpapar screen time, informasi yang diterima otaknya cenderung pasif karena tidak melibatkan interaksi dua arah. Akibatnya, kesempatan anak untuk belajar membaca ekspresi wajah orang lain menjadi berkurang.

2. Bisa menyebabkan keterlambatan bicara

Bisa menyebabkan keterlambatan bicara
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penjelasan terkait efek screen time juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Laktasi, dr. Aisya Fikritama, Sp.A., melalui akun Instagram @dr.aisyafik. dr Aisya mengatakan bahwa penyebab utama keterlambatan bicara muncul ketika screen time menggantikan waktu yang seharusnya digunakan anak untuk berkomunikasi.

"Kalau anak terlalu lama menonton layar, dia kehilangan kesempatan untuk berbicara atau melakukan komunikasi dua arah," jelasnya.

Menurut dr. Aisya, screen time tetap dapat diberikan sesuai rekomendasi usia dengan durasi yang terbatas dan selalu didampingi orangtua.

Agar lebih bermanfaat, pilih tayangan yang bersifat interaktif, misalnya mengajak anak menjawab pertanyaan sederhana atau menyebutkan nama benda, sehingga ia tidak hanya menjadi penonton pasif tetapi juga aktif berlatih berkomunikasi.

3. Menyebabkan rangsangan berlebih (overstimulation)

Menyebabkan rangsangan berlebih (overstimulation)
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penggunaan screen time pada bayi dapat memicu overstimulasi atau rangsangan berlebih karena otak menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat bayi menjadi lebih sulit tenang dan beristirahat, terutama setelah menonton tayangan dengan suara atau gambar yang bergerak cepat.

Kebiasaan ini juga dapat membuat bayi terbiasa mencari ketenangan dari perangkat digital saat rewel, sehingga perlahan mengurangi ketergantungannya pada pelukan, sentuhan, atau interaksi langsung dengan orangtua maupun pengasuh sebagai sumber rasa nyaman

4. Meningkatkan risiko mindless eating

Meningkatkan risiko mindless eating
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Apabila Mama terbiasa memberikan televisi, ponsel, atau tablet agar si Kecil mau makan, sebaiknya kebiasaan ini mulai dikurangi. dr. Agus memamparkan bahwa makan sambil menonton dapat membuat anak mengalami mindless eating, yaitu kondisi ketika perhatian anak lebih tertuju pada layar daripada makanan yang sedang dikonsumsinya.

Akibatnya, si Kecil menjadi kurang peka terhadap sinyal lapar dan kenyang dari tubuhnya. Anak bisa makan terlalu banyak atau justru makan terlalu sedikit karena tidak fokus pada aktivitas makan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko GTM atau gerakan tutup mulut.

5. Menghambat kemampuan sosial

Menghambat kemampuan sosial
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Berdasarkan penelitian 1001 Critical Days Foundation yang dirilis pada Mei 2026, bayi berusia di bawah 2 tahun yang terlalu sering terpapar screen time berisiko kehilangan banyak kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan orang-orang di sekitarnya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan screen time berkaitan dengan berkurangnya waktu bermain bersama teman sebaya. Akibatnya, anak memiliki lebih sedikit kesempatan untuk melatih kemampuan berbagi, bekerja sama, berkomunikasi, dan bersosialisasi. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat perkembangan kemampuan sosialnya.

Alternatif yang Lebih Aman Dibandingkan Screen Time

Alternatif yang lebih aman dibandingkan screen time
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama tidak harus selalu mengandalkan televisi, ponsel, atau tablet saat membutuhkan waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Berbagai aktivitas sederhana di rumah dapat menjadi pilihan yang lebih aman sekaligus membantu mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil.

Beberapa aktivitas yang dapat dicoba antara lain bermain sensorik seperti menyendok benda, membaca buku kain, memainkan mainan yang mengeluarkan bunyi, atau memberi kesempatan si Kecil melakukan independent play di area bermain yang aman.

Permainan tersebut mampu merangsang kemampuan motorik, sensorik, kognitif, dan kreativitas anak melalui eksplorasi secara langsung. Selain itu, Mama perlu mengingat bahwa Screen time sebaiknya baru diperkenalkan setelah anak berusia 2 tahun ke atas. Penggunaannya perlu dibatasi, disesuaikan dengan usia anak, memilih tayangan yang berkualitas, dan selalu didampingi.

Itu penjelasan terkait efek screen time pada bayi. Yuk hindari paparan screen time demi tumbuh kembang si Kecil.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More