Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Video Call bersama Bayi, Apakah Termasuk Screen Time? Ini Penjelasannya

Video Call bersama Bayi, Apakah Termasuk Screen Time? Ini Penjelasannya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Video call dengan bayi tidak dianggap sebagai screen time pasif karena melibatkan interaksi sosial dua arah yang membantu menjaga hubungan emosional dengan keluarga.

  • Agar video call lebih bermakna, orang tua disarankan memilih waktu yang tepat, mendampingi bayi selama panggilan, serta membuat interaksi terasa nyata dan menyenangkan.

  • Meskipun aman dilakukan sesekali, durasi video call sebaiknya dibatasi dan ponsel dijaga minimal 20 cm dari tubuh bayi untuk mengurangi paparan cahaya serta radiasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tidak semua orangtua dapat selalu mendampingi si Kecil setiap hari. Ada yang harus bekerja di luar kota, tinggal terpisah karena tuntutan pekerjaan, atau memiliki keluarga seperti kakek dan nenek yang tinggal berjauhan. Saat rasa rindu datang, melihat wajah dan mendengar suara si Kecil menjadi hal yang sangat berarti.

Di era digital, panggilan video (video call) sering menjadi cara paling praktis untuk melepas rindu. Melalui layar ponsel, orang tua maupun anggota keluarga dapat menyaksikan senyum, celoteh, hingga tingkah lucu si Kecil secara langsung meski terpisah jarak. Namun, video call tetap membuat si Kecil menatap layar. Karena itu, tidak sedikit orang yang menganggap aktivitas ini sama dengan screen time.

Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum penjelasan terkait video call bersama bayi. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

Video Call bersama Bayi, Apakah Termasuk Screen Time?

Video Call bersama Bayi, Apakah Termasuk Screen Time?

Video call bersama bayi bukan screen time
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Melansir laman resmi American Academy of Pediatrics (AAP), orangtua tidak perlu khawatir jika sesekali mengajak bayi melakukan video call dengan anggota keluarga atau kerabat. AAP menjelaskan bahwa video vall tidak dianggap sebagai screen time pasif karena aktivitas ini merupakan bentuk interaksi sosial yang membantu bayi tetap menjalin hubungan dengan orang-orang terdekat.

Selain itu, durasi video call umumnya singkat dan melibatkan komunikasi dua arah, sehingga berbeda dengan bayi yang hanya menonton tayangan di layar. Meski pada awalnya bayi belum sepenuhnya memahami siapa atau apa yang muncul di layar, mereka tetap memperoleh manfaat dari suara, ekspresi wajah, dan interaksi yang terjadi selama video call.

Dampingi si Kecil saat Melakukan Video Call

Dampingi si kecil saat melakukan video call
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat mengajak si Kecil melakukan video call, sebaiknya orang tua tetap mendampinginya. Orang tua dapat membantu mengarahkan perhatian bayi, misalnya mengatakan, "Lihat, Ayah sedang melambaikan tangan," atau "Nenek sedang tersenyum, coba lihat." Dengan begitu, bayi akan lebih mudah menghubungkan suara, wajah, dan ekspresi orang yang sedang berbicara.

Semakin sering didampingi saat video call, bayi akan semakin terbiasa memperhatikan dan merespons orang di layar. Seiring bertambahnya usia, ia mulai mengenali anggota keluarga yang berada jauh, membalas senyuman, mengoceh, atau melambaikan tangan.

Tips agar Video call Lebih Bermakna untuk si Kecil

Tips agar video call lebih bermakna untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Agar video call menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang si Kecil, orang tua dapat menerapkan beberapa tips berikut.

  1. Pilih waktu yang tepat dan batasi durasinya.
    Lakukan video call saat si Kecil dalam kondisi kenyang, tidak mengantuk, dan suasana hatinya sedang baik agar ia lebih fokus selama berinteraksi.

  2. Orang tua ikut terlibat dalam percakapan.
    Dampingi si Kecil selama video call dan bantu mengajak ia berinteraksi dengan orang yang berada di layar. Kehadiran orang tua membuat bayi lebih mudah memperhatikan dan merespons.

  3. Buat interaksi terasa nyata.
    Misalnya, saat Kakek atau Nenek meniupkan ciuman, orang tua dapat meneruskannya dengan mencium si Kecil. Jika si Kecil berpura-pura menyuapi orang di layar, ajak ia melanjutkan permainan tersebut agar interaksi terasa lebih hidup.

  4. Ajak bercerita atau bernyanyi bersama.
    Mintalah anggota keluarga membacakan buku cerita atau menyanyikan lagu favorit si Kecil selama video call. Aktivitas ini dapat membuat suasana lebih menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan bahasa dan kemampuan berkomunikasi.

Batasi Durasi Video Call dengan si Kecil

Batasi durasi video call dengan si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Video call memang diperbolehkan karena melibatkan interaksi dua arah. Namun, orangtua tetap disarankan tidak melakukannya terlalu lama. Pasalnya, selama video call bayi masih terpapar cahaya dari layar ponsel, tablet, atau perangkat elektronik lainnya.

Hingga saat ini belum ada rekomendasi yang menetapkan batas aman durasi video call untuk bayi. Meski begitu, anak di bawah usia 2 tahun tetap dianjurkan meminimalkan paparan layar. Karena itu, interaksi secara langsung masih menjadi pilihan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Jaga Jarak Ponsel saat Video Call

Jaga jarak ponsel saat video call
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat melakukan video call dengan si Kecil, sebaiknya orang tua tidak meletakkan ponsel terlalu dekat dengan tubuh bayi. Menurut studi yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH), paparan radiasi ponsel dalam jangka panjang diduga berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit, seperti leukemia, tumor otak, kanker kulit, kanker payudara, hingga gangguan tiroid. Meski risiko tersebut tidak muncul secara langsung dan masih terus diteliti, dampaknya diperkirakan dapat berkembang perlahan seiring waktu.

Agar lebih aman, usahakan menjaga jarak ponsel setidaknya 20 cm dari tubuh si Kecil selama video call berlangsung. Selain itu, hindari meletakkan ponsel di bawah bantal, kasur, atau tempat tidur bayi saat perangkat masih menyala.

Nah, itu dia penjelasan terkait video call bersama bayi. Semoga informasi ini bisa membantu Mama dan Papa.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More