Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bayi Sering Nungging Pertanda Ingin Punya Adik?
Popmama.com/Sania Chandra/AI
  • Bayi yang sering nungging bukan tanda ingin punya adik, melainkan bagian dari perkembangan motorik saat belajar mengendalikan tubuh dan mencoba posisi baru.
  • Posisi nungging membantu bayi melatih kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, eksplorasi gerak, serta persiapan untuk merangkak.
  • Orangtua disarankan membiarkan bayi bereksplorasi di area aman, tetap mendampingi, dan memberi stimulasi sesuai tahap perkembangan seperti tummy time.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi memiliki berbagai kebiasaan dan gerakan yang terkadang membuat orangtua bertanya-tanya. Salah satunya ketika si Kecil sering terlihat dalam posisi nungging, yakni mengangkat bagian bokong dengan tangan dan kaki menopang tubuhnya.

Tak jarang, kebiasaan ini kemudian dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa bayi yang sering nungging merupakan pertanda dirinya ingin memiliki adik.

Padahal, di balik kebiasaan tersebut terdapat penjelasan dari sisi perkembangan bayi. Lantas, Benarkah bayi sering nungging ingin punya adik?

Berikut Popmama.com telah menyiapkan penjelasannya.

1. Bayi sering nungging bukan pertanda ingin punya adik

Freepik/Freepic.diller

Faktanya, bayi yang sering menungging bukan pertanda dirinya ingin meminta adik kepada Mama dan Papa. Gerakan nungging justru menandakan bahwa sang bayi sedang menunjukkan perkembangan kemampuan motoriknya. 

Pada tahap ini, bayi sedang belajar mengendalikan tubuh, menggerakkan anggota tubuh, serta mencoba berbagai posisi sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya.

Mama tidak perlu khawatir atau menganggap gerakan tersebut sebagai sebuah pertanda tertentu. Setiap bayi dapat memiliki pola gerakan yang berbeda sesuai dengan tahapan perkembangan dan kemampuannya masing-masing.

“Menungging merupakan tanda perkembangan motorik yang baik, tidak ada hubungan dengan keinginan bayi untuk punya adik,” jelas Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K) dalam bukunya berjudul Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, anak, dan Remaja (2026).  

2. Penyebab bayi suka nungging

Pexels/Daniel Reche

Terdapat beberapa alasan mengapa bayi suka melakukan gerakan menungging, berikut penyebab di antaranya: 

  • Sedang mengembangkan kemampuan motorik
    Posisi nungging menjadi salah satu cara bayi melatih kemampuan motoriknya. Bayi sedang belajar menggerakkan dan mengendalikan tubuhnya dengan lebih baik.

  • Melatih kekuatan otot tubuh
    Saat nungging, bayi menggunakan otot tangan, kaki, punggung, dan perut untuk menopang tubuh. Gerakan ini membantu memperkuat otot yang nantinya dibutuhkan untuk kemampuan motorik berikutnya.

  • Belajar menjaga keseimbangan
    Bayi perlu mengatur posisi tubuh agar tetap seimbang ketika mengangkat bokong dan bertumpu pada tangan serta lutut. Proses ini merupakan bagian dari pembelajaran koordinasi tubuh.

  • Persiapan untuk merangkak
    Kebiasaan nungging dapat muncul ketika bayi mulai mempersiapkan diri untuk merangkak. Dari posisi tersebut, si Kecil dapat belajar memindahkan berat badan dan mengkoordinasikan gerakan tangan serta kakinya.

  • Sedang mengeksplorasi tubuhnya
    Bayi memang senang mencoba berbagai posisi dan gerakan baru. Nungging bisa menjadi salah satu bentuk eksplorasi untuk mengetahui sejauh mana ia dapat menggerakkan tubuhnya.

  • Meniru atau merespons lingkungan sekitar
    Bayi juga bisa melakukan gerakan tertentu setelah melihat orang di sekitarnya bergerak atau ketika sedang bermain. Karena itu, posisi nungging dapat menjadi bagian dari aktivitas bermain dan eksplorasinya.

3. Cara menyikapi bayi yang suka nungging

Popmama.com/Sania Chandra/AI

Mama tidak perlu langsung melarang ketika bayi sering melakukan posisi nungging. Berikan kesempatan kepada bayi untuk mengeksplorasi berbagai gerakan tubuhnya selama dilakukan di tempat yang aman dan nyaman. 

Pastikan area bermain cukup luas, permukaannya tidak licin, serta bebas dari benda kecil, benda tajam, atau barang yang berisiko membuat bayi terbentur ketika mencoba bergerak.

Mama juga sebaiknya tetap mendampingi si Kecil saat ia mencoba berbagai posisi baru. Selain itu, berikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya, seperti tummy time atau mengajak bayi bermain menggunakan mainan yang diletakkan sedikit di depannya agar ia terdorong untuk bergerak dan melatih kemampuan motoriknya.

Yang tidak kalah penting, Mama tidak perlu mengaitkan kebiasaan nungging dengan mitos bahwa bayi ingin mempunyai adik. Posisi tersebut lebih berkaitan dengan proses perkembangan motorik dan eksplorasi tubuh bayi. 

Itu dia penjelasan mengenai bayi sering nungging. Jadi, sudah terjawab, ya, rasa penasaran Mama? 

Curated For You

Editorial Team

Related Article