Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bolehkah Anak Main Sensory Pakai Beras? Ini Penjelasan Dokter
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • dr. Yoga Andika, Sp.A. menegaskan bahwa bermain sensory dengan beras tidak disarankan karena berisiko tertelan dan membahayakan anak, terutama yang masih dalam fase eksplorasi oral.

  • Sebagai alternatif aman, orangtua dapat memilih sensory pad atau busy book yang membantu stimulasi motorik kasar dan halus tanpa risiko tersedak atau tertelan.

  • dr. Yoga juga membagikan panduan praktis seperti metode modeling vs directing, prinsip one moment one time, serta pentingnya durasi singkat dan keamanan bahan saat stimulasi di rumah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sensory play memang jadi salah satu aktivitas favorit untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Namun, masih banyak orangtua yang bertanya-tanya, apakah aman menggunakan bahan sederhana seperti beras untuk bermain sensory?

Lewat program podcast Nikita Willy “Mom’s Corner”, dr. Yoga Andika, Sp.A. menjelaskan bahwa pemilihan media sensory tidak boleh sembarangan. Meski terlihat sederhana dan mudah didapat, beras ternyata memiliki risiko tersendiri jika digunakan sebagai alat bermain anak, terutama pada usia dini.

Nah, supaya Mama tidak salah pilih, yuk, simak penjelasan lengkap Popmama.com mengenai bolehkah anak main sensory pakai beras?

Bolehkah Anak Main Sensory Pakai Beras?

Freepik

Jawabannya, tidak disarankan menggunakan beras karena ada risiko tertelan, ya, Ma.

Seperti yang disampaikan dr. Yoga Andika, Sp.A., stimulasi sensorik perlu dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai tahap perkembangannya. Penggunaan bahan kecil seperti beras bisa berbahaya, terutama untuk anak yang masih berada di fase eksplorasi oral (memasukkan benda ke mulut).

“Beras adalah sesuatu yang memiliki risiko menjadi tidak aman apabila tertelan, jadi sebaiknya pakailah benda yang aman dan food grade karena tujuannya untuk dipegang bukan untuk dimakan,” ujar dr. Yoga dalam sesi podcast, seperti yang dikutip Popmama.com pada Channel YouTube Nikita Willy, Selasa (21/04/2026).

Risiko Bermain Sensory dengan Benda Kecil seperti Beras

Pexels/Artem Podrez)

Penggunaan bahan seperti beras, kacang-kacangan, atau biji-bijian memang sering dipakai dalam sensory play. Namun, benda-benda kecil ini memiliki risiko tersendiri, terutama bagi anak di bawah usia 3 tahun.

Risiko utama yang perlu diwaspadai adalah tersedak atau tertelan, yang bisa membahayakan saluran pernapasan si Kecil. Selain itu, jika tidak higienis, bahan seperti beras juga berpotensi membawa kuman atau debu yang dapat mengganggu kesehatan anak.

Karena itu, penting bagi Mama untuk selalu mempertimbangkan keamanan sebelum memilih media bermain, bukan hanya aspek edukatifnya saja.

Sensory Pad dan Busy Book dapat Menjadi Alternatif

Freepik

Menurut dr. Yoga, daripada menggunakan benda kecil yang berisiko tertelan, Mama bisa memilih stimulasi tools yang aman untuk fase oromotor seperti sensory pad yang menempel dengan stabil. Sensory pad biasanya berupa jalur visual dan tekstur yang ditempel di lantai, sehingga anak bisa melompat, berjalan, atau mengikuti pola tertentu sambil melatih keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.

Dengan begitu, anak bisa bebas eksplor sambil melatih sensori dan geraknya, dan orangtua pun lebih tenang karena minim risiko tertelan atau tersedak. Aktivitas ini juga membantu menyalurkan energi anak sekaligus mendukung perkembangan motorik kasar secara menyenangkan.

Selain sensory pad, Mama juga bisa mempertimbangkan penggunaan busy book. Mainan ini biasanya berisi berbagai aktivitas sederhana seperti membuka resleting, memasang kancing, mencocokkan bentuk, hingga permainan tekstur. Busy book cocok untuk melatih motorik halus, fokus, dan kemampuan problem solving anak dengan cara yang aman karena komponennya sudah didesain tidak mudah lepas.

Panduan Praktis Sensory di Lingkungan Rumah menurut Dokter Anak

Freepik

Stimulasi sensory yang efektif tidak membutuhkan biaya besar, melainkan kehadiran utuh dan metode yang tepat. Berikut adalah panduan praktisnya menurut dr. Yoga.

  • Aturan "Modeling vs Directing": Jangan arahkan atau masukkan tangan bayi ke media stimulasi. Berikan contoh (modeling) terlebih dahulu, biarkan anak mengamati dalam fase Adaptive State (sekitar 3-5 detik), lalu biarkan mereka mencoba sendiri.

  • Prinsip "One Moment One Time": Hindari memberikan terlalu banyak mainan sekaligus untuk mencegah sensory overload. Berikan satu media untuk satu waktu agar anak bisa fokus dan tidak bingung.

  • Durasi berkualitas: Stimulasi cukup dilakukan selama 3-5 menit secara konsisten. Jika anak mulai menangis, itu adalah sinyal mereka bosan atau lelah; segera hentikan aktivitas.

  • Keamanan terpadu: Gunakan media yang aman. Jika ada risiko tertelan, pastikan Mama menggunakan bahan food grade atau benda yang tertempel kuat (seperti pada sensory pad).

Nah, itu tadi penjelasan lengkap seputar bolehkah anak main sensory pakai beras? Semoga bisa membantu Mama memilih aktivitas bermain yang aman dan tepat untuk si Kecil.

Editorial Team