Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Bayi Boleh Digendong Pekeh? Ini Penjelasannya
Pexels.com/Mickey Hackson
  • Posisi pekeh menempatkan bayi menyamping di satu lengan, dengan kepala bersandar pada siku atau lengan atas dan tubuh ditopang lengan bawah.

  • Bayi umumnya boleh digendong pekeh saat kontrol kepala-leher dan kekuatan ototnya memadai, sekitar usia 4–6 bulan; pada 6–7 bulan kontrolnya biasanya lebih matang.

  • Saat menggendong, pastikan kepala, leher, punggung, dan panggul tersangga; wajah tidak tertutup; serta segera ubah posisi bila bayi tidak nyaman atau kesulitan bernapas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Posisi pekeh adalah cara menggendong bayi menyamping pada salah satu lengan, dengan kepala bersandar pada siku atau lengan atas dan tubuh disokong lengan bawah.
  • Who?
    Bayi dan orangtua atau pengasuh yang menggendongnya, terutama bayi yang telah memiliki kontrol kepala, leher, dan kekuatan otot memadai.
  • Where?
    Posisi ini dilakukan saat bayi digendong di sisi tubuh penggendong, dengan wajah dan hidung bayi tetap terlihat serta tidak tertutup kain.
  • When?
    Bayi umumnya dapat digendong pekeh pada usia 4–6 bulan setelah kontrol kepala dan leher berkembang; pada usia 6–7 bulan kontrol tersebut biasanya lebih baik.
  • Why?
    Kontrol kepala dan leher diperlukan agar kepala bayi tetap tersangga, sementara kekuatan otot membantu menopang tubuh dan menjaga kenyamanan saat berada dalam posisi menyamping.
  • How?
    Topang kepala, leher, punggung, dan panggul; periksa posisi berkala; lakukan perlahan; ubah posisi bila bayi rewel atau sulit bernapas; hindari aktivitas berisiko jatuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi boleh digendong pekeh saat kepala dan lehernya sudah kuat, biasanya umur 4 sampai 6 bulan. Saat umur 6 sampai 7 bulan, bayi makin kuat dan mulai belajar duduk. Kepala, leher, punggung, dan pinggul bayi harus tetap ditopang. Wajah dan hidungnya jangan tertutup. Kalau bayi rewel atau susah napas, posisinya harus diubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menggendong bayi bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan antara Mama dan si Kecil.

Namun, seiring bertambahnya usia, bayi mulai memiliki kemampuan motorik yang berbeda sehingga posisi menggendong juga perlu disesuaikan dengan tahap perkembangannya.

Salah satu posisi menggendong yang sering digunakan orangtua adalah posisi pekeh, yaitu menggendong bayi dalam posisi menyamping di salah satu lengan.

Lantas, kapan bayi boleh digendong pekeh? Agar tahu jawabannya, yuk simak penjelasan yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Apa itu posisi dipekeh pada bayi?

Pexels.com/Peter Kambey

Posisi dipekeh adalah cara menggendong bayi dengan tubuh diletakkan menyamping di salah satu lengan penggendong. Kepala bayi biasanya bersandar pada siku atau lengan atas, sementara tubuhnya disokong oleh lengan bawah.

Posisi ini berbeda dengan menggendong bayi secara tegak lurus atau dalam posisi menyusui. Menggendong menyamping juga dapat memberikan bayi sudut pandang yang lebih luas untuk melihat lingkungan di sekitarnya.

Namun, Mama perlu memastikan si Kecil sudah memiliki kontrol kepala dan leher yang memadai sebelum mencoba posisi ini.

Kemampuan tersebut penting untuk menjaga kepala bayi tetap tersangga dan mencegah posisi yang dapat mengganggu kenyamanannya.

2. Kapan bayi boleh digendong pekeh?

Pinterest/kokadi

Bayi dapat mulai digendong pekeh ketika sudah memiliki kontrol kepala dan leher yang baik serta kekuatan otot yang cukup untuk menopang tubuhnya. Kemampuan ini umumnya mulai berkembang pada usia 4–6 bulan.

Pada usia 6–7 bulan, bayi biasanya sudah memiliki kontrol kepala yang lebih baik, mulai belajar duduk, dan memiliki kekuatan otot yang lebih matang untuk digendong di sisi samping tubuh.

3. Pastikan kepala dan leher bayi tetap tersangga

Pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz

Pada bulan-bulan awal, otot leher bayi masih belum cukup kuat untuk menopang kepalanya sendiri. Karena itu, bayi perlu digendong dengan posisi yang memberikan dukungan pada kepala, leher, punggung, dan panggul.

Hindari menggendong bayi dalam posisi yang membuat kepalanya terkulai atau tubuhnya tidak mendapatkan penopang yang cukup.

4. Perhatikan kenyamanan dan keamanan bayi

Pexels.com/Mengliu Di

Meskipun bayi sudah memiliki kemampuan untuk digendong pekeh, Mama tetap perlu memperhatikan respons si Kecil. Lakukan secara perlahan dan pastikan ia terlihat nyaman selama digendong.

Agar kegiatan menggendong tetap aman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan wajah dan hidung bayi selalu terlihat dan tidak tertutup kain.

  • Pastikan kepala, leher, punggung, dan panggul bayi berada dalam posisi yang tepat.

  • Periksa posisi bayi secara berkala saat sedang digendong.

  • Gunakan alat gendong sesuai batas usia dan berat badan yang tercantum pada petunjuk produk.

  • Hindari menggendong bayi saat memasak, mengendarai kendaraan, atau melakukan aktivitas yang berisiko membuat bayi terjatuh.

  • Jangan memaksakan posisi tertentu jika bayi terlihat tidak nyaman.

Jika bayi tampak tidak nyaman, terus-menerus rewel, atau menunjukkan tanda kesulitan bernapas, segera ubah posisinya. Mama juga dapat menggunakan alat gendong yang sesuai untuk membantu menopang tubuh bayi.

Itu dia penjelasan mengenai kapan bayi boleh digendong pekeh. Pastikan Mama selalu menyesuaikan posisi gendong dengan kemampuan dan kenyamanan si Kecil agar momen menggendong tetap aman dan nyaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article