Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Posisi M-Shape saat Menggendong Bayi, Apakah Aman?

Posisi M-Shape saat Menggendong Bayi, Apakah Aman?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Posisi M-Shape aman untuk bayi jika dilakukan dengan tepat, dengan paha dan pinggul tersangga serta jalan napas tetap terbuka.

  • Posisi ini mendukung kesehatan pinggul dan kenyamanan bayi, sekaligus membantu menjaga punggung tetap dalam posisi alami.

  • Teknik menggendong perlu diperhatikan, termasuk memilih gendongan yang sesuai, tidak terlalu longgar, dan menghindari posisi kaki lurus menjuntai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gendong posisi M-Shape aman untuk bayi jika dilakukan dengan posisi yang tepat dan tetap memperhatikan keamanan si Kecil. Posisi ini membuat kedua kaki bayi terbuka dengan lutut lebih tinggi dari bokong, sementara paha dan pinggul mendapat penyangga yang cukup dari gendongan.

Hal ini dijelaskan oleh Zahra Khayra, CHt., seorang konselor laktasi dan terapis hipnosis bersertifikat yang membantu orangtua baru dalam perawatan bayi, dalam salah satu sesi podcast Mom’s Corner di channel YouTube Nikita Willy. 

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai posisi M-Shape saat menggendong bayi.

  1. 1. Posisi M-Shape saat menggendong bayi, apakah aman?

    Posisi M-Shape saat menggendong bayi
    Magnific

    Gendong posisi M-Shape aman untuk bayi selama dilakukan dengan teknik yang tepat. Posisi ini juga dikenal sebagai Spread-Squat atau Jockey Position, yaitu cara menggendong dengan posisi kaki bayi terbuka, lutut sedikit lebih tinggi dari bokong, serta paha dan pinggul tersangga oleh gendongan.

    Posisi tersebut menyerupai posisi alami bayi saat berada di dalam kandungan. Penyanggaan pada bagian pinggul dan paha juga dapat membantu menjaga posisi pinggul bayi sehingga risiko mengalami displasia pinggul dapat diminimalkan.

    "Posisi M-Shape sudah dapat diterapkan sejak bayi lahir. Tapi, untuk sebagian orangtua, posisi ini akan kerasa lebih mudah saat bayi mulai memiliki kontrol otot leher yang baik, yaitu sekitar usia 1–3 bulan," ujar Konselor Zahra dalam sesi Podcast, seperti yang dikutip Popmama.com pada Senin (31/8/2026).

  2. 2. Mengapa gendong posisi M-Shape lebih disarankan?

    Mengapa gendong posisi M-Shape lebih disarankan?
    Pinterest

    Posisi M-Shape lebih disarankan karena memungkinkan kaki bayi tetap dalam posisi terbuka dan menekuk secara alami. Posisi tersebut membantu menjaga agar kepala tulang paha tetap berada pada posisi yang tepat di dalam sendi pinggul.

    Konselor Zahra juga menyampaikan informasi yang ia kutip dari International Hip Dysplasia Institute. Negara dengan budaya menggendong bayi menggunakan posisi kaki lurus memiliki angka hip dysplasia atau dislokasi tulang pinggul yang lebih tinggi.

    Sebaliknya, negara yang memiliki kebiasaan menggendong bayi dengan posisi kaki ditekuk atau menyerupai M-Shape menunjukkan tingkat displasia pinggul yang lebih rendah. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan posisi M-Shape dianggap lebih mendukung kesehatan pinggul bayi.

  3. 3. Bagaimana cara yang benar untuk menggendong M-Shape?

    Cara yang benar untuk menggendong M-Shape
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Menerapkan posisi M-Shape bukan sekadar membuat kedua kaki bayi terbuka. Mama juga perlu memastikan posisi kepala, punggung, bokong, dan jalan napas si Kecil tetap aman selama berada di dalam gendongan.

    Berikut beberapa hal yang perlu Mama perhatikan:

    1. Posisikan kedua lutut bayi sedikit lebih tinggi dari bokong dengan paha tersangga gendongan. Kaki bayi sebaiknya tidak dibiarkan menjuntai lurus ke bawah.

    2. Gunakan prinsip TICKS, yaitu: Tight berarti gendongan cukup erat; In View at All Times berarti wajah bayi selalu dapat terliha; Close Enough to Kiss berarti kepala bayi cukup dekat untuk dicium; Keep Chin off Chest berarti dagu tidak menempel ke dada, dan Supported Back berarti punggung bayi tersangga dengan baik.

    1. Pilih gendongan yang mendukung posisi M-Shape seperti model wrap, ring sling, atau Soft Structured Carrier (SSC). Beberapa gendongan tersebut dapat digunakan selama ukurannya sesuai dan mampu menopang paha bayi dari satu lipatan lutut ke lipatan lutut lainnya.

    2. Pastikan punggung tetap tersangga dan tidak dipaksa terlalu lurus atau melengkung ke belakang.

  4. 4. Hindari kesalahan saat menggendong bayi dengan posisi M-Shape

    Hindari kesalahan saat menggendong bayi dengan posisi M-Shape
    Pinterest

    Selain mengetahui teknik yang tepat, Mama juga perlu menghindari beberapa kesalahan yang dapat membuat posisi bayi kurang aman. Kesalahan tersebut biasanya terjadi ketika gendongan tidak sesuai atau posisi tubuh bayi tidak diperhatikan.

    Salah satunya adalah menggendong bayi menghadap ke depan terlalu dini. Bayi yang masih kecil belum memiliki kontrol kepala dan kekuatan tubuh yang cukup untuk posisi tersebut. Kaki yang dibiarkan lurus menjuntai juga membuat paha tidak mendapatkan penyangga dengan baik sehingga tidak sesuai dengan posisi M-Shape.

    Gendongan yang terlalu longgar juga perlu dihindari. Ketika tubuh bayi merosot, dagunya dapat menempel ke dada dan berisiko menghambat jalan napas. Karena itu, Mama perlu memastikan gendongan cukup erat dan wajah si Kecil selalu terlihat.

  5. 5. Manfaat gendong posisi M-Shape bagi bayi

     Manfaat gendong posisi M-Shape bagi bayi
    Magnific

    Selain membuat bayi lebih nyaman saat digendong, posisi M-Shape juga memiliki beberapa manfaat bagi tubuh dan perkembangan si Kecil. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

    1. Posisi kaki yang terbuka dan lutut lebih tinggi dari bokong membantu menjaga posisi pinggul bayi tetap alami.

    2. Punggung bayi tetap mengikuti lengkungan alaminya sehingga dapat tersangga dengan baik selama digendong.

    3. Posisi tegak dengan lutut tertekuk ke arah perut dapat membantu bayi mengeluarkan gas dengan lebih mudah.

    4. Kedekatan dengan tubuh Mama atau Papa memungkinkan bayi merasakan sentuhan, suhu tubuh, dan suara orangtua sehingga dapat membuatnya lebih tenang.

    5. Gerakan tubuh orangtua saat berjalan dapat memberikan stimulasi pada sistem keseimbangan bayi.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa gendong dengan posisi M-Shape aman untuk bayi, ya, Ma. Yuk, terapkan saat menggendong si Kecil!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More