Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kapan Bayi Boleh Makan Nasi Utuh? Ini Penjelasannya

Kapan Bayi Boleh Makan Nasi Utuh? Ini Penjelasannya
Pexels/MART PRODUCTION
Intinya Sih

  • Bayi boleh diberikan nasi saat usia 6 bulan.

  • Tekstur MPASI disesuaikan dengan perkembangan bayi.

  • Waktu yang tepat untuk bayi makan nasi utuh adalah usia 12-18 bulan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memberikan MPASI pada si Kecil tidak bisa dilakukan sembarangan, termasuk saat memperkenalkan nasi utuh. Mama mungkin bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi si Kecil untuk mulai makan nasi seperti orang dewasa?

Pada tahap awal MPASI, bayi umumnya diperkenalkan dengan makanan bertekstur halus terlebih dahulu. Seiring kemampuan mengunyah dan menelan yang semakin baik, tekstur makanan pun perlahan ditingkatkan. Lalu, di usia berapa bayi sudah siap mengonsumsi nasi utuh tanpa perlu dihaluskan>

Memahami kesiapan bayi, baik dari sisi usia maupun perkembangan motorik oralnya, menjadi kunci penting sebelum memberikan nasi utuh. Berikut Popmama.com siapkan penjelasan mengenai kapan bayi boleh makan nasi utuh.

1. Kapan bayi boleh diberikan nasi?

Freepik
Freepik

Secara umum, bayi sudah bisa diberi MPASI sejak usia 6 bulan. Bersamaan dengan mulainya MPASI, si Kecil pun sudah bisa diberikan nasi pada usia 6 bulan. 

Nasi, khususnya pada orang Indonesia, menjadi karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi. Bayi dapat makan nasi saat MPASI jika nasi sudah dihaluskan menjadi bubur atau dilembutkan. 

Namun, kesiapan masing-masing bayi untuk MPASI berbeda. Jadi, sebelum memberikan MPASI, Mama perlu mengetahui apakah si Kecil sudah siap atau belum.

2. Tekstur MPASI yang tepat sesuai usia bayi

Freepik
Freepik

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah mulai siap menerima MPASI dengan tekstur halus. Pada tahap ini, makanan sebaiknya diolah menjadi puree atau bubur lembut yang tidak terlalu encer agar mudah ditelan dan dicerna. Tekstur yang lembut membantu bayi beradaptasi dengan makanan selain ASI atau susu formula.

Saat bayi berusia 8 bulan, kemampuan mengunyah mulai berkembang. Tekstur makanan bisa dinaikkan menjadi sedikit lebih kasar, seperti bubur atau puree kental yang masih lembut. Tujuannya untuk melatih otot mulut dan rahang bayi agar terbiasa mengolah makanan dengan tekstur yang lebih bervariasi.

Memasuki usia 10 bulan, bayi umumnya sudah lebih mahir mengunyah. MPASI dapat dibuat lebih padat, misalnya bubur kasar atau makanan yang tidak terlalu halus, tetapi tetap mudah ditelan.

Di usia 11 bulan, bayi sudah siap mencoba nasi tim dengan tekstur lembek namun tidak terlalu halus. Sementara itu, saat usia 12 bulan ke atas, si Kecil biasanya sudah mampu makan nasi dan makanan keluarga dengan potongan kecil dan bumbu yang disesuaikan.

3. Kapan bayi boleh makan nasi utuh?

Pexels/Meruyert Gonullu
Pexels/Meruyert Gonullu

Umumnya, bayi usia 10–11 bulan mulai siap naik tekstur ke makanan yang dilumatkan, tapi belum sepenuhnya ke bubur kasar atau nasi utuh. Dilansir dari Solid Starts, Mama bisa mulai memperkenalkan nasi dengan bentuk dan tekstur yang disesuaikan dengan kemampuan mengunyah dan menelan bayi. 

Mama bisa berkreasi dengan memberi nasi yang dibuat agak lembek lalu dibentuk menjadi bola-bola kecil atau dipipihkan dengan garpu agar mudah digenggam, digigit, dan dimakan sendiri oleh bayi.

Memasuki usia 12–18 bulan, bayi sudah lebih siap mengonsumsi nasi utuh secara mandiri. Namun, penting untuk memastikan kesiapan si Kecil, seperti mampu duduk tegak tanpa bantuan, mengunyah dengan baik, menelan tanpa sering tersedak, serta mengambil makanan dengan jari. 

Jika bayi masih sering mendorong makanan keluar dengan lidah atau batuk saat makan tekstur kasar, sebaiknya jangan dulu memberikan nasi utuh karena berisiko tersedak.

4. Apakah nasi membuat bayi tersedak?

Pexels/cottonbro studio
Pexels/cottonbro studio

Butir nasi yang dimasak memiliki risiko tersedak yang rendah jika disajikan dengan aman sesuai usia dan kemampuan perkembangan si Kecil. Untuk mengurangi risiko, sajikan nasi dengan cara yang sesuai usia. 

Butir nasi yang terpisah lebih mungkin berhamburan di mulut, yang dapat menyebabkan tersedak atau batuk. Jika bayi kesulitan mengonsumsi makanan, pertimbangkan untuk menghancurkan butir nasi dengan bagian belakang garpu atau menambahkan bahan-bahan seperti kaldu, santan, atau saus untuk membantu butir nasi menyatu. 

Itulah penjelasan mengenai kapan bayi boleh makan nasi utuh. Selalu perhatikan usia dan tanda kesiapan si Kecil, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More