Benarkah Memberikan Sayuran untuk MPASI Dapat Membuat Anak Stunting?

Fakta mengungkapkan, MPASI terbaik untuk anak adalah makanan dengan protein hewani

27 Januari 2019

Benarkah Memberikan Sayuran MPASI Dapat Membuat Anak Stunting
confusedparent.in

Data terbaru Riskesdas 2018 menunjukan prevalensi stunting di Indonesia saat ini sebesar 30,8 persen masih jauh di atas ambang yang ditetapkan WHO, yaitu sebesar 20 persen.

Ada dua kemungkinan yang dapat menjadi penyebab stunting pada anak, pertama adalah kekurangan ASI, sedangkan yang kedua adalah pemilihan MPASI yang kurang tepat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K).

Ia mengatakan bahwa jenis MPASI terbaik untuk anak agar tidak stunting adalah makanan-makanan yang mengandung protein hewani, bukan protein nabati.

Pernyataan tersebut juga sudah dibuktikan oleh riset yang dilakukan di Uganda, Afrika. Ada dua desa yang dijadikan referensi dalam riset tersebut, desa pertama adalah desa yang anak-anaknya mengonsumsi sayur-sayuran, sedangkan desa kedua adalah desa yang anak-anaknya mengonsumsi daging.

Setelah diteliti, desa pertama yang anak-anaknya mengonsumsi sayuranlah yang tubuhnya tumbuh secara tidak optimal, mereka cenderung lebih pendek dan gemuk.

Sedangkan desa kedua yang anak-anaknya mengonsumsi daging, tubuhnya tumbuh secara optimal, tinggi, dan ideal. 

Mengapa bisa demikian? 

Selain daging sapi, protein hewani apa saja yang cocok untuk MPASI anak?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penjelasannya.

1. Mengapa sayuran saja tidak baik untuk MPASI anak?

1. Mengapa sayuran saja tidak baik MPASI anak
lovechildorganics

Bukan tidak baik, sayuran juga perlu dimasukan ke dalam daftar MPASI anak, namun tidak cukup untuk menunjang nutrisi yang ia butuhkan.

Asam amino yang berasal dari protein hewani lah yang lebih lengkap untuk pertumbuhan tulang dan juga kecerdasan bayi.

Dengan begitu, sayuran masih boleh dikonsumsi oleh bayi, asalkan dicampurkan dengan protein hewani lainnya.

Jika hanya si Kecil hanya diberikan sayur-sayuran, jangan heran jika nantinya ia akan mengalami stunting. Bukan hanya dapat memengaruhi pertumbuhan tubuhnya, stunting juga dapat memengaruhi kecerdasannya di masa depan.

Nah, untuk mencegah stunting pada anak, berikanlah MPASI yang optimal sebelum ia berusia 2 tahuh. Jika sudah lebih dari itu, akan susah bagi Mama untuk mengejar ketertinggalan nutrisi anak.

Editors' Picks

2. Makanan yang mengandung protein hewani

2. Makanan mengandung protein hewani
Unsplash/Tanaphong Toochinda

Tak harus mahal, ada beberapa makanan berprotein hewani yang murah dan mudah untuk ditemukan.

Berikut diantaranya:

  • Daging sapi

Protein hewani utama yang baik untuk dikonsumsi saat MPASI adalah daging sapi.

Selain mengandung asam amino yang tinggi, daging juga mengansung zat besi, protein, lemak, vitamin B, vitamin D, dan omega 3.

  • Ikan

Segala jenis ikan laut dan tawar sangat kaya protein. Bagi seorang bayi yang tidak alergi makan ikan, dianjurkan setiap makan mengonsumsinya.

Mama dapat mengombinasikan ikan tanpa tulang dengan nasi dan sayur, saat makan pagi, siang atau malam.

  • Daging ayam

Ayam juga termasuk sumber protein yang bagus dikonsumsi bayi. Tapi lebih baik Mama memilih ayam kampung dibandingkan ayam negeri suntik.

Pastikan juga masak potongan ayam dengan tepat agar terbebas dari bakteri.

  • Telur

Sejauh ini sumber protein paling banyak terdapat di dalam telur. Jika bayi tak ada pantangan alergi, tak ada salahnya memberi menu makan telur rebus kepada si Kecil.

Nah, kalau bayi belum berusia satu tahun, biarkan ia makan bagian kuning telurnya saja, karena lebih bermanfaat.

3. Manfaat protein hewani untuk bayi

3. Manfaat protein hewani bayi
parents.com

Setelah mengetahui manfaat-manfaat dari beberapa makanan yang mengandung protein hewani diatas, dapat disimpulkan bahwa protein yang satu ini sangat dibutuhkan oleh bayi.

Protein hewani diketahui dapat membuat pertumbuhan sel-sel organ tubuh dengan baik atau memperbaiki sel tubuh yang rusak, meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu pertumbuhan.

Selain itu, protein hewani juga membentuk otak manusia dan sel darah merah, sehingga secara langsung dapat meningkatkan fungsi otak, juga meningkatkan prestasi dan produktivitas anak di masa depan.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai protein hewani yang baik untuk dikonsumsi saat masa MPASI bayi. 

Mengetahui ada begitu banyak manfaat yang akan anak dapatkan, maka jangan sampai tidak memberikan jenis protein yang satu ini ya, Ma.

Cegah stunting pada anak mulai dari sekarang!

Baca juga: