Belakangan ini, kebiasaan membacakan buku untuk anak mulai bergeser dan tidak lagi menjadi rutinitas utama bagi banyak orangtua muda, terutama generasi Gen Z. Padahal, aktivitas sederhana ini dikenal sebagai salah satu cara paling efektif untuk mendukung perkembangan bahasa sekaligus membangun kedekatan emosional antara Mama dan si Kecil.
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sebagian orangtua Gen Z melihat kegiatan membaca bukan sebagai aktivitas santai, melainkan tugas yang terasa seperti “pekerjaan sekolah”. Tidak heran jika momen membaca bersama si Kecil semakin jarang dilakukan dan dianggap kurang prioritas di tengah rutinitas harian yang padat, dilansir dari laman Parents.
Fakta ini cukup memprihatinkan, mengingat manfaat membaca jauh lebih besar daripada sekadar mengenalkan huruf atau cerita. Membacakan buku bisa menjadi waktu bonding yang bermakna, menguatkan hubungan Mama dan si Kecil, sekaligus merangsang perkembangan kognitifnya.
Untuk memahami lebih jauh penyebab tren ini, simak rangkuman Popmama.com tentang studi yang mengungkap orangtua gen Z enggan bacakan buku untuk anak.
