Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Bercak Hitam Tebal di Leher? Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Bercak hitam tebal di leher bisa jadi tanda acanthosis nigricans, bukan sekadar daki, dan sering berkaitan dengan resistensi insulin dalam tubuh.
  • Resistensi insulin menyebabkan peningkatan kadar insulin yang memicu pertumbuhan berlebih sel kulit, membuat area tertentu menebal dan menggelap.
  • Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dengan obesitas, riwayat diabetes tipe 2, atau gangguan metabolik seperti PCOS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang mengira bercak hitam tebal di bagian belakang leher hanyalah daki yang menumpuk.

Tak sedikit pula yang mencoba menghilangkannya dengan menggosok leher menggunakan sabun, lulur, hingga scrub. Namun, bercak tersebut justru tetap ada meski sudah dibersihkan berkali-kali.

Menurut dr. Adam Prabata melalui akun Instagram @adamprabata, kondisi ini bisa jadi bukan sekadar masalah kebersihan kulit. Bercak hitam yang tampak lebih tebal dan bertekstur beludru dapat menjadi tanda acanthosis nigricans, yaitu perubahan pada kulit yang sering dikaitkan dengan resistensi insulin.

Lantas, mengapa resistensi insulin bisa membuat kulit di leher menghitam? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak!

1. Apa itu acanthosis nigricans?

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Acanthosis nigricans adalah kondisi ketika kulit menjadi lebih gelap, menebal, dan terasa seperti beludru.

Area yang paling sering terkena adalah lipatan tubuh, seperti:

  • belakang leher,

  • ketiak,

  • selangkangan,

  • siku,

  • lutut.

Karena muncul di area yang mudah berkeringat, banyak orang menganggap perubahan warna tersebut hanyalah daki atau kulit yang kurang bersih.

Padahal, acanthosis nigricans tidak akan hilang hanya dengan mandi lebih sering atau menggosok kulit menggunakan scrub.

Kondisi ini bukan penyakit kulit yang berdiri sendiri, melainkan tanda adanya gangguan metabolisme di dalam tubuh.

Salah satu penyebab tersering adalah resistensi insulin.

Itulah mengapa munculnya bercak hitam yang tidak kunjung hilang sebaiknya tidak diabaikan begitu saja.

Jika disertai faktor risiko seperti obesitas, riwayat diabetes dalam keluarga, atau kenaikan berat badan, pemeriksaan ke dokter dapat membantu memastikan penyebabnya sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat.

2. Mengapa resistensi insulin bisa membuat leher menghitam?

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Menurut dr. Adam Prabata, acanthosis nigricans terjadi karena adanya resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel-sel tubuh mulai tidak merespons hormon insulin dengan baik.

Padahal, insulin berperan penting dalam membantu glukosa atau gula darah masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.

Ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, pankreas akan berusaha mengimbanginya dengan memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak.

Kadar insulin yang tinggi inilah yang kemudian memicu perubahan pada kulit.

Insulin dapat menempel pada reseptor Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) yang terdapat pada sel kulit, terutama keratinosit dan fibroblas.

Akibatnya, kedua jenis sel tersebut mengalami proliferasi atau pertumbuhan yang berlebihan. Proses ini membuat kulit menjadi lebih tebal, tampak berlipat, dan berwarna lebih gelap dibandingkan dengan area di sekitarnya.

Karena penyebabnya berasal dari perubahan metabolisme di dalam tubuh, acanthosis nigricans bukanlah kondisi yang bisa diatasi hanya dengan membersihkan kulit.

Bercak hitam ini justru dapat menjadi sinyal awal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan pengaturan gula darah.

3. Siapa yang berisiko mengalami acanthosis nigricans?

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Acanthosis nigricans dapat dialami oleh siapa saja, tetapi kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang yang memiliki resistensi insulin atau berisiko mengalami diabetes tipe 2.

Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas umumnya memiliki risiko lebih tinggi karena penumpukan lemak dapat membuat sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Akibatnya, pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, yang kemudian dapat memicu munculnya bercak hitam pada kulit.

Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, sindrom metabolik, atau polycystic ovary syndrome (PCOS) juga lebih rentan mengalami kondisi ini.

Pada sebagian orang, acanthosis nigricans bahkan dapat menjadi salah satu tanda awal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan metabolisme, meskipun kadar gula darah belum menunjukkan angka diabetes.

Meski demikian, tidak semua bercak hitam di leher disebabkan oleh resistensi insulin.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan hormon, atau penyebab lain yang lebih jarang terjadi.

Itulah penjelasan mengenai bercak hitam tebal di belakang leher yang ternyata bisa menjadi salah satu tanda resistensi insulin.

Jadi, jika bercak tersebut tidak kunjung hilang meski sudah dibersihkan, jangan buru-buru menganggapnya sebagai daki, ya, Ma.

Mengenali penyebabnya sejak dini dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Editorial Team

Related Article