“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh profesi yang dipilih, tetapi oleh karakter, semangat belajar, dan kemampuan beradaptasi menghadapi masa depan. Melalui kisah dan pengalaman para orang tua, diharapkan siswa berani bermimpi, menemukan potensi terbaik dalam dirinya, serta tumbuh menjadi generasi yang siap berkarya dan memberi kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujarnya.
3 Pesan Penting Pramono Anung untuk Anak yang Ingin Mengejar Cita-Cita

Anak diajak memahami bahwa meraih cita-cita membutuhkan proses panjang, kerja keras, konsistensi, serta kesiapan menghadapi kegagalan dan penolakan tanpa mudah menyerah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar sebagai bekal penting, melalui pendidikan, diskusi, kegiatan, dan pengalaman baru.
Kisah para profesional menunjukkan bahwa pengalaman orang lain dan kompetisi sehat dapat memotivasi anak menemukan potensi, meningkatkan kemampuan, serta mengejar impian dengan percaya diri.
Setiap anak tentu memiliki cita-cita yang ingin diraih di masa depan. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, atlet, seniman, hingga profesi lain yang mereka kagumi.
Namun, di balik setiap cita-cita, terdapat proses panjang yang perlu dijalani dengan kesungguhan dan semangat belajar.
Hal tersebut menjadi pesan yang disampaikan dalam sebuah kegiatan yang mempertemukan siswa dengan orang tua murid serta berbagai profesional dari beragam bidang.
Melalui pengalaman yang dibagikan, anak-anak diajak melihat bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.
Tak hanya mendengarkan kisah inspiratif dari para pembicara, para siswa juga mendapat motivasi langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di acara Parent's Day SMP Labschool Kebayoran.
Lantas, pelajaran apa saja yang bisa dipetik anak untuk meraih cita-citanya? Berikut Popmama.com telah merangkumnya. Yuk, simak!
1. Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh profesi

Popmama.com/Violin Heldina Banyak anak mungkin memiliki gambaran mengenai profesi yang ingin dijalani ketika dewasa. Namun, kesuksesan sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh pilihan pekerjaan, melainkan juga oleh karakter dan kemampuan seseorang dalam menghadapi berbagai perubahan di masa depan.
Pramono Anung turut menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif kepada siswa mengenai arti kesuksesan yang lebih luas.
Pesan tersebut mengingatkan anak bahwa cita-cita bukan sekadar tentang menentukan profesi yang ingin dicapai. Lebih dari itu, anak perlu membangun karakter, terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
2. Kesempatan belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin

Popmama.com/Violin Heldina Dalam sambutannya, Pramono Anung mengingatkan para siswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang mereka miliki saat ini. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu bekal terpenting untuk membantu anak mencapai cita-cita di masa depan.
“Jangan sia-siakan kesempatan belajar ini untuk meraih cita-citamu. Untuk bisa meraih cita-cita ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kompetisi di antara kalian sendiri akan memicu anak-anakku untuk belajar lebih rajin,” ujarnya.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan periode yang sangat berharga. Kesempatan untuk memperoleh ilmu, berdiskusi dengan guru, mengikuti kegiatan, hingga mencoba berbagai pengalaman baru dapat membantu anak menemukan minat dan potensi dirinya.
Semakin banyak hal yang dipelajari, semakin luas pula wawasan yang dimiliki anak untuk menentukan arah masa depannya.
Oleh karena itu, penting bagi anak untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar yang ada, baik di dalam maupun di luar kelas, sebagai investasi untuk mewujudkan cita-cita yang mereka impikan.
3. Kompetisi dan pengalaman orang lain bisa menjadi sumber motivasi

Popmama.com/Violin Heldina/AI Selain belajar dari pendidikan formal, anak juga dapat memperoleh banyak pelajaran dari pengalaman orang lain. Mendengar kisah nyata dari para profesional membantu siswa melihat bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda dalam mencapai kesuksesan.
Ada yang menemukan passion sejak kecil, ada yang harus mencoba berbagai bidang terlebih dahulu sebelum menemukan jalan yang tepat.
Pengalaman tersebut sekaligus mengajarkan bahwa kompetisi tidak selalu memiliki makna negatif. Persaingan yang sehat justru dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri.
Ketika melihat teman atau orang lain berhasil mencapai sesuatu, anak dapat menjadikannya sebagai inspirasi untuk belajar lebih giat dan berusaha lebih baik. Kompetisi bukan tentang menjadi lebih hebat dari orang lain, melainkan tentang menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Dengan cara pandang seperti ini, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, pantang menyerah, serta berani mengambil langkah untuk mengejar cita-cita yang mereka miliki.
Itulah 3 pesan penting yang dapat dipetik anak untuk meraih cita-cita.
Semoga pengalaman dan pesan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi ankak untuk terus belajar berani mengejar mimpinya, ya, Ma!





















