7 Fakta Sungai Kapuas yang Kini Airnya Kering Berubah Menjadi Hamparan Pasir

- Sungai Kapuas di Kalimantan Barat merupakan sungai terpanjang Indonesia, membentang sekitar 1.086–1.143 kilometer dari Pegunungan Muller hingga Selat Karimata.
- Kemarau 2026 menyusutkan debit Kapuas di Sekadau, memunculkan dasar sungai, hamparan pasir, dan Batu Lisuk yang biasanya terendam.
- Surutnya sungai menghambat transportasi serta distribusi komoditas, termasuk CPO; sejumlah pabrik sawit di Sekadau sementara menghentikan penerimaan tandan buah segar.
Sungai Kapuas menjadi salah satu bentang alam yang sangat penting bagi masyarakat di Kalimantan Barat.
Membentang lebih dari 1.000 kilometer, sungai ini tidak hanya menjadi sungai terpanjang di Indonesia, tetapi juga berperan dalam kehidupan masyarakat, transportasi, hingga ekosistem di sekitarnya.
Belakangan, Sungai Kapuas kembali menjadi perhatian setelah debit airnya menyusut akibat musim kemarau. Di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, bagian dasar sungai bahkan terlihat dan membentuk hamparan pasir yang cukup luas.
Kondisi tersebut juga membuat aktivitas transportasi sungai ikut mengalami kendala. Lantas, apa saja fakta menarik tentang Sungai Kapuas dan bagaimana kondisinya saat kemarau?
Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya. Yuk, simak!
1. Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia

faktanegara.com Sungai Kapuas berada di Provinsi Kalimantan Barat dan dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia. Panjangnya mencapai sekitar 1.143 kilometer berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara itu, Kementerian PUPR mencatat panjangnya sekitar 1.086 kilometer. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan sumber dan metode pengukuran yang digunakan.
Aliran sungai ini membentang sangat panjang melewati wilayah Kalimantan Barat. Kapuas berhulu di kawasan Pegunungan Muller dan mengalir hingga menuju Selat Karimata.
Ukuran tersebut membuat Sungai Kapuas bukan hanya penting dari sisi geografis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang alirannya.
Keberadaan sungai yang begitu panjang juga membuat kondisi airnya dapat memengaruhi banyak aktivitas masyarakat. Ketika debit air menurun, misalnya, perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada permukaan sungai, tetapi juga dapat berdampak pada transportasi dan distribusi barang.
2. Hulunya berada di Pegunungan Muller

Popmama.com/Violin Heldina/AI Perjalanan Sungai Kapuas dimulai dari kawasan Pegunungan Muller di bagian hulu. Dari sana, air mengalir melewati berbagai wilayah sebelum akhirnya mencapai bagian hilir dan bermuara menuju Selat Karimata.
Perjalanan sepanjang lebih dari 1.000 kilometer membuat Sungai Kapuas memiliki karakter wilayah yang beragam. Sungai ini menjadi bagian dari bentang alam Kalimantan Barat yang memiliki hutan, lahan basah, serta berbagai ekosistem di sepanjang daerah alirannya.
Bagi anak, perjalanan air dari hulu menuju hilir juga dapat menjadi contoh sederhana untuk memahami bagaimana sebuah sungai bekerja.
Air yang berasal dari daerah lebih tinggi akan mengalir menuju wilayah yang lebih rendah dan terus bergerak hingga mencapai muara.
Karena itu, keberadaan kawasan hulu dan daerah tangkapan air sangat penting untuk menjaga keberlangsungan aliran sungai. Kondisi lingkungan di sekitar sungai pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap jumlah dan kualitas air yang mengalir.
3. Sungai Kapuas berperan penting bagi masyarakat

Popmama.com/Violin Heldina/AI Sungai Kapuas bukan hanya memiliki nilai geografis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat. Salah satu perannya terlihat dari penggunaan sungai sebagai jalur transportasi bagi warga dan pengangkutan berbagai komoditas.
Ketika debit air cukup, kapal dan perahu dapat digunakan untuk membantu mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut dapat berubah ketika permukaan air turun terlalu rendah.
Hal ini terlihat saat kemarau 2026. Di wilayah Sekadau, penyusutan debit Sungai Kapuas membuat beberapa aktivitas transportasi mengalami kendala.
Salah satu dermaga bahkan disebut sudah kandas mengikuti kondisi sungai yang semakin dangkal sehingga warga lebih kesulitan membawa barang dan sepeda motor.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sungai memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perubahan debit air bukan sekadar perubahan pemandangan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
4. Ketika kemarau, dasar Sungai Kapuas mulai terlihat

Popmama.com/Violin Heldina/AI Pemandangan tidak biasa terlihat di kawasan Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Debit Sungai Kapuas yang menyusut membuat bagian dasar sungai yang biasanya tertutup air mulai terlihat.
Hamparan pasir yang muncul bahkan terlihat menyerupai pantai. Fenomena tersebut kemudian menarik perhatian warga yang datang untuk menikmati pemandangan, bersantai bersama keluarga, hingga mengabadikan momen.
Salah satu bagian yang kembali terlihat ketika permukaan air turun adalah Batu Lisuk di wilayah Desa Merapi, Kabupaten Sekadau.
Kemunculan bagian-bagian sungai yang biasanya terendam menjadi salah satu tanda bahwa debit air sedang mengalami penyusutan.
Meski terlihat menarik, kondisi tersebut sebenarnya menunjukkan dampak dari kemarau panjang terhadap sungai. Jika debit terus menurun, alur sungai menjadi semakin dangkal dan aktivitas kapal dapat terganggu.
5. Batu Lisuk kembali terlihat ketika permukaan air surut

TikTok.com/arongtotakramut_atr Selain hamparan pasir, bagian lain yang biasanya terendam juga kembali terlihat ketika debit Sungai Kapuas menyusut. Salah satunya adalah Batu Lisuk yang berada di wilayah Desa Merapi, Kabupaten Sekadau.
Kemunculan kembali bagian sungai tersebut menjadi salah satu tanda bahwa permukaan air sedang mengalami penurunan. Area yang biasanya berada di bawah air menjadi lebih mudah terlihat ketika debit sungai menyusut.
Fenomena seperti ini dapat terjadi ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Permukaan air yang semakin rendah membuat berbagai bagian dasar sungai yang sebelumnya tertutup menjadi terbuka.
Bagi masyarakat sekitar, perubahan tersebut juga dapat menjadi gambaran langsung mengenai kondisi Sungai Kapuas selama musim kemarau. Namun, rendahnya permukaan air tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi aktivitas transportasi dan mobilitas warga.
6. Sungai Kapuas menjadi habitat berbagai jenis satwa

Popmama.com/Violin Heldina/AI Sungai Kapuas tidak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kehidupan berbagai jenis satwa. Aliran sungai yang panjang dan kawasan di sekitarnya menyediakan habitat bagi beragam flora dan fauna khas Kalimantan.
Keberadaan sungai yang terhubung dengan hutan dan lahan basah membuat kawasan di sekitar Kapuas memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem. Berbagai organisme air juga bergantung pada kondisi sungai untuk bertahan hidup.
Karena itu, kondisi Sungai Kapuas perlu dijaga, termasuk ketika debit air mengalami penyusutan saat musim kemarau. Perubahan kondisi sungai dapat memengaruhi lingkungan di sekitarnya, terutama jika berlangsung dalam waktu yang panjang.
Fakta ini menunjukkan bahwa Sungai Kapuas bukan sekadar aliran air yang membentang lebih dari 1.000 kilometer.
Sungai tersebut juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam Kalimantan Barat yang perlu dijaga bersama.
7. Sungai Kapuas tidak mengering, tetapi debit airnya menyusut saat kemarau

Instagram.com/atr.drone Kondisi yang terjadi sebenarnya adalah debit air sungai menyusut drastis karena musim kemarau. Air masih mengalir di sejumlah bagian sungai, tetapi permukaannya turun sehingga bagian dasar yang biasanya terendam mulai terlihat.
Penurunan debit air tersebut kemudian membuat pasir dan bagian dasar sungai muncul ke permukaan. Di beberapa titik, hamparan pasir yang terbentuk terlihat sangat luas hingga menyerupai gurun atau pantai di tengah sungai.
Pemandangan ini bahkan menarik perhatian warga untuk datang dan menikmati suasana.
Fenomena pasir timbul sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi masyarakat di sekitar Sungai Kapuas. Ketika musim kemarau berlangsung panjang dan permukaan air turun, bagian sungai yang dangkal memang dapat berubah menjadi hamparan pasir.
Itulah 5 fakta tentang Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia yang kini tengah mengalami penyusutan debit akibat kemarau.
Semoga informasi ini bisa menjadi pengetahuan baru untuk Mama dan si Kecil tentang kekayaan alam Indonesia ya, Ma!





















