“Kok jadi aku yang disalahkan, ya?”
Situasi seperti ini cukup sering dialami anak-anak dan remaja, terutama saat sedang berkonflik dengan teman. Awalnya mungkin cuma beda cerita, tapi lama-lama anak jadi ragu dengan ingatannya sendiri, bahkan merasa bersalah tanpa tahu pasti kenapa.
Sebagai orangtua, penting untuk membantu anak memahami bahwa tidak semua perbedaan cerita itu wajar. Ada kondisi di mana seseorang sengaja mengubah fakta hingga membuat orang lain bingung.
Menurut psikolog klinis Ayank Irma, hal ini dikenal sebagai gaslighting, yaitu bentuk manipulasi psikologis yang membuat seseorang mempertanyakan ingatan, perasaan, dan logikanya sendiri.
Supaya anak tidak terjebak dalam situasi seperti ini, berikut Popmama.com rangkum 7 cara yang bisa dilakukan.
