Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kronologi Anak 6 Tahun Dibully Anak Remaja, Dibenturkan ke Tiang Listrik

Kronologi Anak 6 Tahun Dibully Anak Remaja, Dibenturkan ke Tiang Listrik
Instagram.com/kabar.otista
Intinya Sih
  • Seorang anak 6 tahun di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, menjadi korban kekerasan dua remaja hingga tersetrum tiang listrik dan pingsan, terekam jelas oleh CCTV taman.
  • Pemeriksaan petugas menemukan tiang listrik bocor dengan arus sekitar 40 volt; aliran listrik langsung dimatikan dan diperbaiki demi keamanan pengunjung taman.
  • Korban mengalami trauma berat meski sudah sadar, keluarga melapor ke polisi, sementara taman ditutup sementara untuk penyelidikan dan perbaikan fasilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Netizen dihebohkan dengan kabar menyedihkan soal seorang anak usia 6 tahun yang jadi korban persekusi di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.

Kejadiannya berlangsung pada Minggu (7/6/2026) sore dan terekam jelas oleh kamera CCTV area taman.

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang remaja dengan tega menyeret dan menggempurkan tubuh korban sampai tersetrum dan tak sadarkan diri.

Meski sudah sadar, korban alami trauma berat. Sementara taman yang biasa jadi arena bermain anak itu kini ditutup sementara menyusul adanya induksi listrik yang membahayakan.

Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan ukronologi selengkapnya.

1. Kronologi kejadian yang terekam CCTV

anak dibully
Magnific/freepik

Berdasarkan rekaman CCTV yang tersebar, insiden nahas ini terjadi saat korban berinisial MWP tengah asyik bermain bersama anak-anak lain di Taman Kramat Pulo.

Tiba-tiba, dua remaja yang belakangan diketahui berinisial LNG dan RVN mendekati korban dan langsung menyeretnya ke sudut timur taman.

Korban kemudian digotong dan digesek-gesekkan ke sebuah tiang listrik yang berada tepat di depan pohon, tak jauh dari kamera CCTV.

Tak lama setelah ditempelkan, korban tersetrum hingga kejang dan jatuh pingsan.

Sementara itu, kedua pelaku justru sempat pergi meninggalkan korban sebelum akhirnya kembali lagi untuk menyeret korban ke area tempat duduk, lalu kabur begitu saja.

2. Kondisi tiang listrik yang bocor dan dalam penanganan

trauma dibully
Magnific/jcomp

Dari hasil pengecekan petugas Dinas Pertamanan dan Hutan Jakarta Pusat di lokasi pada Kamis (11/6/2026), diketahui bahwa tiang listrik tersebut memang mengalami induksi atau kebocoran arus listrik.

Dalam penjelasan seorang petugas bernama Ilham menyebutkan, saat dites menggunakan avometer, tiang mengeluarkan aliran sekitar 40 volt.

Ilham menjelaskan bahwa ia langsung mematikan total aliran listrik di taman pada Minggu malam setelah kejadian demi alasan keamanan. Perbaikan baru dilakukan keesokan paginya pada Senin (8/6/2026) dan saat ini tiang sudah kembali normal.

Namun yang disayangkan, tidak ada laporan dari warga sebelumnya tentang adanya induksi listrik meski taman ini kerap dipakai bermain anak-anak.

3. Korban alami trauma setelah kejadian

taman bermain
Magnific/wirestock

Nenek korban, Linda Reselin, menceritakan bahwa cucunya sempat dirawat di rumah sakit usai kejadian.

Meski kini kondisi fisik korban sudah sadar, ia masih mengalami ketakutan luar biasa dan tidak berani bertemu dengan orang lain.

Keluarga pun telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Pusat agar kedua pelaku segera diproses hukum.

Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Kramat Pulo, Haris, mengatakan bahwa taman tersebut memang menjadi satu-satunya area bermain di lingkungan itu dan biasanya ramai dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.

Namun pasca kejadian, pihak pengelola memutuskan menutup taman untuk sementara waktu demi keamanan bersama dan dalam masa pengawasan ketat.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orangtua untuk lebih waspada terhadap lingkungan bermain anak, termasuk memastikan fasilitas umum seperti tiang listrik benar-benar aman.

Jangan ragu untuk segera melaporkan jika melihat potensi bahaya di sekitar tempat bermain anak. Kita doakan bersama semoga korban segera pulih secara fisik dan mental, dan kejadian serupa tak terulang lagi ya, Ma.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More