Menyiapkan hidangan yang lezat dan bergizi untuk keluarga tercinta merupakan rutinitas harian yang selalu Mama lakukan dengan penuh kasih sayang di rumah.
Bahaya Mencuci Ayam Mentah dengan Air, Sebaiknya Langsung Dimasak

dr. Ayman Alatas menjelaskan bahwa mencuci ayam mentah berisiko menyebabkan cross contamination karena percikan air dapat menyebarkan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter ke area dapur sekitar.
Jika ayam terlihat kotor, disarankan mencucinya di wadah terpisah dan membersihkan area dapur dengan disinfektan agar tidak terjadi penyebaran kuman ke peralatan makan atau makanan lain.
Cara paling aman membunuh bakteri pada daging ayam adalah memasaknya hingga matang sempurna dengan suhu tinggi, bukan melalui bilasan air yang justru memindahkan kuman ke tempat lain.
Salah satu bahan makanan yang paling sering diolah menjadi menu favorit anak adalah daging ayam.
Banyak dari Mama yang terbiasa membilas daging ayam mentah di bawah kucuran air wastafel karena mengira tindakan tersebut akan membuatnya menjadi lebih higienis.
Padahal, kenyataannya tidak demikian. Sebuah video edukasi kesehatan yang dibagikan oleh Ayman Alatas seorang dokter spesialis Mikrobiologi Klinik (Sp.MK) di TikTok pribadinya, @aymanalts, justru mengungkapkan fakta medis yang sangat mengejutkan mengenai bahaya kebiasaan tersebut.
Berikut Popmama.com rangkum penjelasan penting mengenai aturan mengolah daging ayam mentah agar terhindar dari kuman penyakit!
Table of Content
1. Risiko cross contamination akibat mencuci daging ayam mentah

Kebiasaan membersihkan bahan makanan sebelum dimasak memang baik, tetapi aturan ini tidak berlaku untuk daging ayam mentah yang baru saja Mama beli dari pasar atau swalayan.
Melalui video edukasinya, dr. Ayman menjelaskan bahwa aktivitas mencuci ayam mentah sangat tidak disarankan karena adanya risiko besar terjadinya cross contamination.
Ketika daging mentah tersebut terkena air, bakteri berbahaya yang menempel pada permukaan daging bisa dengan mudah menyebar ke area sekitarnya.
“Takutnya percikan airnya menyebar, bakterinya jadi menyebar,” jelas Ayman.
Kuman yang tidak kasat mata ini bahkan bisa ikut masuk ke dalam makanan lain yang diletakkan berdekatan, sehingga berpotensi memicu masalah pencernaan anak.
Oleh karena itu, jika daging ayam yang Mama beli kondisinya sudah tampak bersih, langkah terbaik adalah langsung memasaknya tanpa perlu dibilas lagi.
2. Cuci di wadah terpisah jika memang ayamnya kotor

Meskipun dilarang, realita di lapangan terkadang membuat Mama merasa khawatir karena beberapa tempat penjualan di Indonesia masih menyediakan ayam yang tampak kotor.
Jika Mama mendapati sisa tanah atau kotoran lain yang menempel pada daging, dr. Ayman memberikan sebuah win-win solution yang aman untuk dilakukan di dapur rumah.
Jika terpaksa harus mencuci, proses pembilasan tersebut harus dilakukan di tempat yang terpisah jauh dari wastafel biasa tempat Mama mencuci piring atau membersihkan makanan siap saji lainnya.
Mama bisa memanfaatkan wadah khusus seperti baskom kecil yang terpisah untuk membersihkan daging tersebut secara perlahan.
3. Membersihkan lagi dengan menggunakan disinfektan

Apabila kondisi dapur di rumah Mama sangat terbatas sehingga tidak ada tempat lain untuk mencuci selain di bak cuci piring utama, maka faktor kewaspadaan harus ditingkatkan berkali-kali lipat.
Pastikan aliran air dibuka secara kecil saja agar percikan airnya tidak menyebar ke mana-mana mengenai permukaan meja dapur.
Setelah proses pembersihan darurat tersebut selesai dilakukan, Mama wajib menerapkan prosedur kebersihan yang sangat ketat demi menjaga kesehatan anak dari ancaman kuman patogen.
“Habis dicuci, ayamnya ditaro di tempat yang terpisah dari makanan yang lain, kemudian wastafelnya didisinfeksi atau dibersihkan lagi. Abis itu kalian cuci tangan, jadi benar-benar harus steril,” tegas dr. Ayman.
Di akhir penjelasannya, ia kembali mengingatkan para Mama bahwa menurut panduan dari CDC atau lembaga kesehatan lainnya di Amerika, daging ayam yang dasarnya sudah bersih memang disarankan untuk tidak dicuci lagi agar keamanan pangan keluarga tetap terjaga dengan prima.
4. Jenis bakteri berbahaya pada daging ayam mentah

Untuk menambah wawasan dapur, penting bagi Mama untuk mengenal jenis musuh tidak kasat mata yang hidup di dalam pori-pori daging unggas mentah.
Daging ayam mentah merupakan tempat tinggal favorit bagi bakteri patogen berbahaya seperti Campylobacter dan Salmonella.
Kedua jenis kuman ini menjadi penyebab utama terjadinya keracunan makanan akut yang bisa membuat anak mengalami gejala diare parah, kram perut yang menyakitkan, hingga demam tinggi.
Bakteri-bakteri ini memiliki struktur tubuh yang sangat ringan sehingga ketika terkena hantaman air kran, mereka akan langsung terlepas dan terbang bersama butiran air kecil.
5. Mengandalkan suhu panas tinggi saat masak untuk membunuh kuman

Mama mungkin masih merasa risih jika langsung memasak daging tanpa dicuci karena mengira kumannya akan ikut termakan oleh keluarga.
Padahal, air mengalir sama sekali tidak mampu membunuh kuman, melainkan hanya memindahkannya ke benda lain.
Salah satu cara ampuh yang bisa Mama coba untuk membasmi seluruh bakteri berbahaya pada daging ayam adalah melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi saat memasak.
Ketika daging direbus, digoreng, atau dipanggang hingga mencapai tingkat kematangan yang sempurna di bagian dalamnya, seluruh koloni bakteri patogen dipastikan akan mati total dan hancur.
Jadi, Mama tidak perlu merasa khawatir lagi karena panasnya api kompor jauh lebih kuat dalam mensterilkan makanan daripada sekadar bilasan air dingin dari kran dapur.
6. Menggunakan tisu dapur kering untuk membersihkan lendir

Jika Mama merasa kurang nyaman melihat tekstur daging yang terlalu berlendir atau memiliki sisa darah yang menempel namun takut menyebarkan kuman lewat air, ada trik alternatif yang jauh lebih higienis.
Mama bisa memanfaatkan lembaran tisu dapur yang memiliki daya serap tinggi untuk membersihkan permukaan daging ayam tersebut secara perlahan.
Caranya cukup dengan menepuk-nepuk permukaan daging menggunakan tisu kering hingga lendir dan sisa cairan darahnya terangkat dengan sempurna.
Setelah selesai digunakan, pastikan Mama langsung membuang tisu kotor tersebut ke dalam tempat sampah yang tertutup rapat agar tidak dihinggapi lalat.
7. Menghindari risiko kontaminasi bakteri pada spons cuci piring

Hal krusial lainnya yang sering kali luput dari perhatian para Mama di rumah adalah dampak fatal cipratan air ayam terhadap kebersihan alat pembersih dapur seperti spons.
Ketika Mama membasuh daging ayam di wastafel, percikan air yang mengandung bakteri rawan menempel dan meresap ke dalam pori-pori spons pencuci piring yang diletakkan di pinggir bak cuci.
Spons yang lembab merupakan media berkembang biak yang sangat subur bagi kuman, sehingga ketika spons tersebut digunakan untuk membersihkan botol susu atau piring makan anak, bakteri akan ikut berpindah dan menempel di sana.
Dengan menghentikan kebiasaan mencuci daging di bak utama, Mama secara langsung telah memotong jalur penularan penyakit dan menjaga peralatan makan anak tetap berada dalam kondisi yang higienis.
Intinya, Ma, menjaga kebersihan dapur dengan cara menolak kebiasaan mencuci daging ayam mentah terbukti menjadi langkah proteksi yang sangat efektif untuk melindungi kesehatan pencernaan anak di rumah.
Apakah Mama masih berencana untuk membilas daging ayam peliharaan di bawah kucuran air wastafel saat memasak besok pagi?





-H675slZkMOILTW3h9RaxhLhK1v72E8ZA.jpg)
-1HiNdcvbMP3UXFE6hjx4vN8W2kcOAF9Q.jpg)











