Popmama.com/Syiva Amalia/AI
Penemuan kasus langka Coral Reef Aorta pada anak perempuan ini membuat para dokter memutuskan untuk berikan terapi obat awal seperti infus nitroprusside dan obat hipertensi. Namun ternyata belum berhasil dalam mengendalikan tekanan darah pasien.
Tim dokter tidak berputus asa, mereka melakukan prosedur intervensi. Di mana angioplasti balon arteri ginjal akan ditaruh dalam pembuluh darah.
Tetapi tanpa pemasangan stent karena usia pasien yang masih muda. Dengan mempertimbangkan supaya pembuluh darahnya dapat terus bertumbuh dan berkembang secara alami di masa depan.
Tidak hanya itu, pasien anak perempuan ini juga diberikan terapi kombinasi obat antihipertensi, antikoagulan, obat oral tripel anti-tuberkulosis seperti rifampicin, isoniazid, pyrazinamid. Tidak lupa methotrexate untuk menekan respon dari peradangan vaskular.
Berdasarkan laporan pemantauan lanjutan selama 18 bulan pascatindakan. Tekanan darah pasien berhasil terkontrol dengan stabil tanpa adanya kekambuhan hipertensi.
Wah, para dokter tidak menyerah menyelamatkan sang anak ya!
Itulah temuan medis coral reef aorta pada anak remaja usai alami hipertensi. Semoga pasien berhasil sembuh lewat semangat dan dedikasi para dokter yang tidak pernah berputus-asa. Semoga bermanfaat.