Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Dibayar untuk Baca Buku, Cara Unik Singapura Usir Doomscrolling

4 min read
Dibayar untuk Baca Buku, Cara Unik Singapura Usir Doomscrolling
read.gov.sg & visitsingapore.com
  • National Library Board Singapura meluncurkan ReadSG untuk mengurangi doomscrolling dengan membiasakan warga membaca minimal 15 menit setiap hari.

  • Setiap sesi membaca 15 menit menghasilkan 20 koin virtual; 1.000 koin dari 50 sesi dapat ditukar menjadi 1 dolar Singapura.

  • Program ini mendukung buku fisik, e-book, dan audiobook, sekaligus merespons pergeseran kebiasaan menuju konten pendek yang mengurangi pembacaan mendalam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Zaman sekarang, siapa sih yang gak gampang terdistraksi sama ponsel? Rasanya baru pegang sebentar buat ngecek feeds media sosial, tahu-tahu waktu sudah habis buat doomscrolling tanpa arah. 

Kondisi ini tentu bikin Mama cemas kepada si Anak karena durasi menatap layar ponsel justru yang terlalu banyak sehingga menghabiskan waktu berharga di rumah.

Menariknya, pemerintah Singapura baru saja meluncurkan sebuah program nasional yang super unik untuk mengatasi masalah kecanduan ponsel ini. 

Melalui inisiatif dari National Library Board (NLB), warga di Singapura justru akan dibayar hanya dengan membiasakan diri membaca buku fisik minimal 15 menit saja setiap harinya.

Kebijakan inovatif ini dilaporkan langsung oleh The Guardian sebagai salah satu strategi untuk menyelamatkan atensi masyarakat dari kecanduan ponsel. 

Melalui platform National Library Board (NLB), program ReadSG ini memfasilitasi berbagai cara fleksibel bagi masyarakat untuk menikmati bahan bacaan, baik buku fisik, digital, maupun program literasi pendukung lainnya, lho!

Berikut adalah 5 fakta menarik seputar program dibayar untuk baca buku, cara unik Singapura usir doomscrolling di Popmama.com!

Yuk disimak, Mama dan Papa bisa banget menerapkan sistem ini ke si Kecil maupun si Anak di rumah.

  1. 1. Target waktu yang singkat

    Dokumentasi kegiatan ReadSG
    read.gov.sg

    Program ReadSG ini menetapkan durasi membaca minimal hanya 15 menit per hari, Ma!

    Durasi ini sangat pas untuk diselipkan ketika sedang naik transportasi umum, jam istirahat kantor, atau menjelang tidur.

    Durasi yang tidak sampai setengah jam ini sengaja dipilih agar tidak membebani jadwal harian masyarakat yang padat. 

    Dengan cara ini, masyarakat Singapura tidak beralasan "tidak ada waktu" dan dapat secara perlahan menghilangkan kebiasaan doomscrolling

    Program ini juga bisa banget Mama tiru di rumah dengan mengajak si Kecil atau si Anak untuk meluangkan waktu 15 menit saja tanpa gangguan ponsel. 

    Perlahan tapi pasti, konsistensi kecil ini akan berbuah manis bagi perkembangan mental dan kecintaan anak pada literasi!

  2. 2. Sistem koin virtual yang interaktif

    Dokumentasi kegiatan ReadSG
    read.gov.sg

    Setiap sesi membaca selama 15 menit yang diselesaikan akan mendapatkan  20 koin virtual secara digital. 

    Sistem pencatatan ini berbasis aplikasi dan membuat proses membaca terasa seperti bermain video game kesukaan. 

    Setiap koin yang terkumpul memberikan kepuasan tersendiri dan memicu motivasi untuk terus melanjutkan kebiasaan baik esok harinya. 

    Nah, makanya Ma, tidak heran jika banyak masyarakat Singapura yang merasa tertantang untuk menyelesaikan misi membaca harian mereka demi mengamankan koin tambahan. 

    Fitur interaktif ini membuktikan bahwa teknologi juga bisa dimanfaatkan secara positif untuk melawan dampak buruk kecanduan ponsel, lho.

  3. 3. Akumulasi poin berhadiah uang tunai

    Dokumentasi kegiatan ReadSG
    read.gov.sg

    Peserta harus mengumpulkan 1.000 koin dari 50 sesi membaca harian untuk bisa mencairkannya menjadi 1 dolar Singapura. 

    Walaupun nilainya terbilang kecil jika dirupiahkan, aspek finansial ini tetap menjadi daya tarik tersendiri yang menyenangkan, Ma.

    Hadiah uang tunai tersebut berfungsi sebagai simbol apresiasi nyata dari pemerintah Singapura atas komitmen warganya dalam membangun literasi. 

    Selain itu, sistem penukaran poin ini dapat melatih kedisiplinan dan ketekunan dalam jangka panjang demi mencapai target yang diinginkan.

    Kehadiran bonus kecil ini sukses membuat aktivitas membaca menjadi jauh lebih seru dan bernilai tambah, ya.

  4. 4. Melatih otot pikiran

    Dokumentasi kegiatan ReadSG
    read.gov.sg

    Membaca diibaratkan seperti melatih otot, di mana semakin sering digunakan, maka pikiran akan menjadi semakin kuat. 

    Sama seperti olahraga teratur yang menjaga kesehatan tubuh, kebiasaan membaca secara rutin terbukti mampu memperkuat kesehatan mental. 

    Berdasarkan Studi Kebiasaan Membaca Nasional NLB tahun 2024, terjadi pergeseran tren yang cukup mengkhawatirkan ke arah konten pendek yang hanya dibaca sekilas.

    Fenomena ini menjauhkan masyarakat dari pembacaan mendalam yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta memahami berbagai sudut pandang yang kompleks. 

  5. 5. Pilihan media baca yang beragam

    Dokumentasi kegiatan ReadSG
    read.gov.sg

    Melalui National Library Board (NLB), masyarakat Singapura didorong mengeksplorasi berbagai cara membaca yang fleksibel demi membangun kebiasaan literasi jangka panjang. 

    Mulai dari buku fisik tradisional, e-book praktis, hingga audiobooks yang mendalam, semuanya diakomodasi dengan baik dalam sistem. 

    Fleksibilitas ini memastikan setiap orang bisa menikmati bacaan sesuai dengan gaya hidup dan kenyamanan pribadi masing-masing. 

    Berbagai ragam pilihan tersebut juga membantu mencegah kebosanan agar minat baca tetap terjaga setiap hari. 

    Melalui hal itu Ma, literasi tidak lagi terasa kaku atau membosankan, melainkan menjadi aktivitas seru yang dinanti-nanti, deh!

    Walaupun sebagian orang mungkin fokus pada kecilnya nilai uang yang didapat, para ahli berpendapat bahwa tujuan utamanya adalah membangun konsistensi kebiasaan jangka panjang. 

    Jadi Ma, itu dia 5 fakta menarik seputar program dibayar untuk baca buku, cara unik Singapura usir doomscrolling.

    Ketika seseorang sudah terbiasa meluangkan waktu untuk membaca, rewards atau hadiah tersebut nantinya hanyalah sebuah bonus awal belaka dalam membentengi diri dari dampak buruk kecanduan gawai.

    Semoga saja inisiatif kreatif dari negeri tetangga ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk lebih peduli pada literasi anak dan keluarga di rumah ya, Ma. 

    Yuk, mulai kurangi waktu scrolling yang kurang penting dan biasakan diri membaca buku bersama si Kecil dan si Anak setiap hari!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More