Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta Kebiasaan Menggoyang Kaki, Baik atau Buruk?
Pexels/Pavel Danilyuk
  • Menggoyangkan kaki atau fidgeting pada remaja tidak selalu buruk. Kebiasaan ini dapat melancarkan sirkulasi darah, mencegah kaki kaku saat duduk lama, serta membantu fokus dan melepas ketegangan.

  • Kebiasaan menggoyangkan kaki yang sulit dikendalikan, terutama saat beristirahat, dapat mengindikasikan Restless Legs Syndrome. Dapat berisiko gangguan tidur, konsentrasi belajar menurun, perubahan suasana hati, dan kecanggungan sosial.

  • Orangtua perlu waspada bila anak mengalami pegal, sensasi merayap di kaki, atau gerakan intens pada malam hari hingga terbangun. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk evaluasi tidur dan kadar zat besi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah Mama memperhatikan anak remaja sering melakukan kebiasaan menggoyangkan kaki saat duduk? 

Kebiasaan menggerakkan tubuh secara berulang ini memang cukup umum dijumpai ya, Ma. Biasanya terlihat saat anak tengah belajar atau terlalu fokus hingga tidak sadar, menggoyangkan kakinya. 

Namun, pernah nggak sih Mama bertanya-tanya, apakah kebiasaan menggoyang kaki ini sebenarnya berdampak baik atau justru menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan tertentu?

Melansir dari berbagai artikel medis, kebiasaan menggoyangkan kaki pada anak tidak selalu berdampak buruk, kok, Ma. 

Gerakan menggoyang kaki malah memiliki manfaat tersembunyi, seperti melancarkan sirkulasi darah hingga membantu anak tetap fokus. 

Meski begitu, ada pula potensi risiko kesehatan yang perlu diantisipasi oleh Mama dan Papa mengenai kebiasaan menggoyang kaki pada anak remaja di rumah. Apabila kebiasaan ini terus berlanjut dan mulai mengganggu tidur hingga indikasi kecemasan pada anak, Mama harus waspada ya. 

Tenang, untuk menjawab pertanyaan Mama, sudah Popmama.com rangkum informasi mengenai fakta kebiasaan menggoyang kaki pada anak. Disimak ya!

Manfaat dari Kebiasaan Menggoyang Kaki

Pexels/Pavel Danilyuk

Mama, saat anak remaja sedang asyik menggoyangkan kakinya di kolong meja saat sedang serius menggambar, kalau bisa jangan ditegur ya. Sekilas, gestur berulang ini mungkin terlihat seperti tanda anak yang tidak bisa tenang atau bosan, betul nggak Ma?

Namun, mari coba intip dari sudut pandang medis sebelum Mama terburu-buru menegurnya. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah fidgeting, Ma. Di mana merupakan cara alami tubuh anak untuk melancarkan aliran darahnya.

Studi dari University of Missouri membuktikan bahwa goyangan kaki secara berkala dapat membantu melancarkan sirkulasi darah di ekstremitas bawah, sekaligus menjaga elastisitas pembuluh darah agar otot kaki tidak kaku akibat duduk terlalu lama.

Tidak hanya itu, secara neurobiologis, gerakan sederhana ini juga bekerja seperti tombol refresh bagi otak anak, lho, Ma.

Riset dari Journal of Abnormal Child Psychology menemukan bahwa bagi anak-anak yang memiliki energi sensorik melimpah, menghentak atau menggoyangkan kaki justru menjadi mekanisme fisik untuk melepaskan ketegangan internal.

Di mana langkah kecil ini secara tidak langsung malah membantu otak anak untuk tetap sigap, fokus, dan nyaman saat menyerap informasi baru.

Risiko Kebiasaan Menggoyang Kaki yang Perlu Diwaspadai

Pexels/cottonbro studio

Di balik manfaat fisik dan psikologisnya, kebiasaan menggoyangkan kaki juga tidak boleh sepenuhnya dianggap sepele ya, Ma. 

Jika gerakan berulang ini terjadi terlalu sering sampai sulit dikendalikan oleh anak remaja mama di rumah. Hal itu patut diwaspadai potensi dan risiko kesehatan dari kebiasaan ini.

Secara medis, kebiasaan menggoyang kaki secara berlebihan hingga tidak terkontrol, terutama saat anak beristirahat bisa jadi indikasi awal Restless Legs Syndrome (RLS), Ma. 

Menurut National Institutes of Health (NIH), RLS adalah kondisi gangguan saraf yang ditandai dengan dorongan kuat untuk menggerakkan atau menggoyangkan kaki akibat sensasi tidak nyaman di dalam otot. 

Bahkan studi dari American Academy of Sleep Medicine mencatat bahwa RLS pada anak sering kali berpotensi sleep deprivation atau gangguan tidur kronis. Kalau kebiasaan ini terus-menerus terjadi, akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar serta perubahan suasana hati anak, Ma. 

Di sisi lain, American Psychological Association (APA) juga menyoroti bahwa kebiasaan ini sering kali menjadi mekanisme tubuh atas pelepasan emosi, saat anak mengalami tingkat kecemasan (anxiety).. 

Jika dibiarkan tanpa perhatian berlebih, kebiasaan ini tak hanya berisiko mengganggu kesehatan dan fokus belajarnya di kelas, tetapi juga memicu rasa canggung dalam interaksi sosial anak, Ma. 

Kapan Orangtua Harus Waspada Terhadap Kebiasaan Ini

Pexels/Kindel Media

Lalu kapan Mama perlu waspada pada kebiasaan anak yang menggoyangkan kaki ini?

Mama, ada batas tegas kapan kebiasaan ini bergeser dari fidgeting biasa menjadi hal yang harus diwaspadai serta membutuhkan penanganan medis secara profesional.

Melansir dari Mayo Clinic, orangtua patut waspada jika anak sering mengeluhkan rasa pegal, atau timbulnya sensasi merayap yang tidak nyaman di sekitar kaki. Bila kebiasaan menggoyang kaki ini terjadi secara intens di malam hari bahkan sampai membangunkan tidurnya, juga patut diwaspadai ya, Ma.

Bila tanda-tanda tersebut terjadi, Mama bisa segera melakukan konsultasi medis bersama dokter mengenai kebiasaan ini, ya.

Supaya dokter dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh mulai dari analisis pola tidur sampai pemeriksaan kadar zat besi pada anak, sehingga dapat memberikan penangan yang tepat bagi tumbuh kembang anak remaja mama.

Pada akhirnya, kebiasaan menggoyangkan kaki pada anak remaja tidak bisa langsung dicap sebagai hal yang sepenuhnya baik atau buruk, ya, Ma. Semua tergantung pada frekuensi, intensitas, serta kondisi emosional dan fisik yang menyertainya. 

Selama gerakan tersebut hanya dilakukan sesekali untuk membantu konsentrasi belajar atau melepaskan lelah, Mama tidak perlu panik secara berlebihan.

Namun, jika kebiasaan ini mulai disertai keluhan nyeri, mengganggu tidur, atau membuat anak tampak sangat gelisah, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak demi mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

Apakah anak remaja Mama di rumah juga punya kebiasaan unik suka menggoyangkan kakinya saat belajar? Bagaimana cara Mama menyikapinya?

Pertanyaan Seputar Kebiasaan Menggoyangkan Kaki

Sering menggoyangkan kaki tanda apa?

Menggoyangkan kaki secara terus- menerus umumnya merupakan respons psikologis terhadap rasa bosan, cemas, stres, atau sekadar pelepasan energi berlebih. Meski begitu, jika timbul dorongan kuat yang sulit ditahan serta diiringi sensasi kesemutan atau tidak nyaman, kondisi ini berpotensi pada gangguan saraf Restless Legs Syndrome (RLS).

Apa manfaat menggoyangkan kaki?

Aktivitas menggoyangkan kaki saat posisi duduk berpotensi meningkatkan aliran darah di area ekstremitas bawah, menstimulasi pembakaran kalori ringan, dan menurunkan tingkat stres. Kebiasaan ini membantu mengalirkan darah ke jantung, yang efektif mencegah terjadinya kekakuan serta edema (pembengkakan) jaringan akibat retensi cairan

Apakah sindrom kaki gelisah berbahaya?

Sindrom Kaki Gelisah (Restless Legs Syndrome) tidak berbahaya, namun dapat merusak pola tidur dan berkurangnya waktu istirahat yang berdampak pada jangka panjang kesehatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article