Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

9 Etika Orang Zaman Dulu yang Mulai Hilang di Generasi Anak Sekarang

9 Etika Orang Zaman Dulu yang Mulai Hilang di Generasi Anak Sekarang
Pexels/Ha Tran
  • Kemudahan teknologi membuat sejumlah kebiasaan sopan santun anak makin jarang dipraktikkan, padahal etika penting untuk membangun hubungan sehat, penghargaan, dan kepercayaan diri.
  • Anak perlu dibiasakan menyambut dengan hormat, memakai sapaan sopan, menjaga kontak mata, menahan pintu, serta menunggu giliran bicara sebagai bentuk perhatian kepada orang lain.
  • Etika juga mencakup apresiasi tulus, memberi tempat duduk bagi yang membutuhkan, menghormati privasi, dan menyimpan ponsel saat makan agar empati serta komunikasi keluarga terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di era digital, anak-anak tumbuh dengan akses teknologi yang semakin mudah. Mereka terbiasa berkomunikasi lewat pesan instan, belajar melalui layar, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga sambil memegang gawai. Di balik berbagai kemudahan tersebut, ada beberapa nilai sopan santun dan etika yang perlahan mulai jarang diajarkan atau dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, etika bukan sekadar aturan tentang perilaku baik, melainkan bekal anak untuk membangun hubungan yang sehat, menghargai orang lain, serta berinteraksi dengan percaya diri. 

Berikut Popmama.com rangkum etika atau kebiasaan sederhana yang masih relevan untuk dikenalkan kepada anak hingga saat ini.

  1. 1. Berdiri saat menyambut atau menyapa seseorang

    Berdiri saat menyambut atau menyapa seseorang
    Pexels/Liliana Drew

    Mengajarkan anak berdiri ketika menyambut tamu atau bertemu orang yang lebih tua merupakan salah satu bentuk penghormatan. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa anak memberikan perhatian penuh kepada lawan bicaranya.

    Di Indonesia, kebiasaan tersebut juga dapat disertai dengan berjabat tangan atau mengucapkan salam secara sopan sesuai budaya dan kebiasaan keluarga.

  2. 2. Membiasakan menggunakan sapaan yang sopan

    Membiasakan menggunakan sapaan yang sopan
    Pexels/Gerald Enright

    Mengucapkan "iya, Bu", "baik, Pak", "terima kasih", atau "permisi" mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan ini membantu anak memahami cara menghormati orang lain.

    Menggunakan sapaan yang sesuai juga mengajarkan anak bahwa setiap orang layak diperlakukan dengan hormat, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

  3. 3. Menjaga kontak mata saat berbicara

    Menjaga kontak mata saat berbicara
    Pexels/Trung Nguyen

    Banyak anak kini terbiasa melihat layar ponsel atau tablet sehingga kurang membangun kontak mata ketika berbicara.

    Padahal, menatap lawan bicara dengan wajar menunjukkan bahwa anak benar-benar mendengarkan. Kebiasaan ini juga membantu melatih rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi.

  4. 4. Menahan pintu untuk orang lain

    Menahan pintu untuk orang lain
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Saat melewati pintu, anak dapat diajarkan untuk menahan pintu jika ada orang lain yang berjalan di belakangnya.

    Perilaku kecil ini melatih kepedulian terhadap sekitar. Tidak berkaitan dengan gender, melainkan bentuk perhatian terhadap kenyamanan orang lain.

  5. 5. Menunggu giliran berbicara

    Menunggu giliran berbicara
    Pexels/Vanessa Loring

    Memotong pembicaraan sering kali terjadi tanpa disadari, terutama pada anak yang antusias ingin menyampaikan pendapatnya.

    Dengan membiasakan menunggu hingga lawan bicara selesai berbicara, anak belajar mengendalikan diri sekaligus menghargai pendapat orang lain.

  6. 6. Mengungkapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh

    Mengungkapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh
    Pexels/Ivan S

    Di era pesan instan, ucapan terima kasih sering kali hanya berupa balasan singkat.

    Sesekali, orangtua dapat mengajak anak membuat kartu ucapan atau menulis pesan terima kasih dengan tangan sendiri kepada guru, kakek-nenek, atau orang yang telah membantu mereka. Cara ini membantu anak memahami makna apresiasi yang lebih mendalam.

  7. 7. Memberikan tempat duduk kepada orang yang membutuhkan

    Memberikan tempat duduk kepada orang yang membutuhkan
    Pexels/Yan Krukau

    Ketika berada di transportasi umum atau ruang tunggu, anak dapat diajarkan untuk memberikan tempat duduk kepada lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, atau orangtua yang membawa anak kecil.

    Empati seperti ini membantu anak lebih peka terhadap kondisi orang lain di sekitarnya.

  8. 8. Menghormati ruang pribadi orang lain

    Menghormati ruang pribadi orang lain
    Pexels/Sóc Năng Động

    Selain belajar bersikap ramah, anak juga perlu memahami bahwa setiap orang memiliki batasan fisik maupun emosional.

    Misalnya, tidak memeluk atau memegang orang lain tanpa izin, tidak membaca isi ponsel orang lain, serta menghargai privasi teman dan anggota keluarga.

  9. 9. Menjauhkan ponsel saat makan bersama

    Menjauhkan ponsel saat makan bersama
    Pexels/cottonbro studio

    Waktu makan dapat menjadi kesempatan untuk saling bercerita mengenai aktivitas sepanjang hari.

    Menyimpan ponsel selama makan membantu anak belajar memberikan perhatian penuh kepada orang-orang di sekitarnya. Kebiasaan sederhana ini juga dapat mempererat komunikasi dan hubungan dalam keluarga.

    Etika tidak harus diajarkan melalui aturan yang rumit. Justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten di rumah dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai orang lain, memiliki empati, dan mampu membangun hubungan sosial yang baik di berbagai situasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More