Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

30 Inspirasi Puisi untuk Hari Guru Nasional 25 November

30 Inspirasi Puisi untuk Hari Guru Nasional 25 November
Freepik/Freepik

  • Setiap tahun, Indonesia merayakan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November untuk menghargai kontribusi besar para pendidik dalam mencetak generasi penerus.

  • Puisi-puisi ini dipilih dengan cermat untuk memberikan apresiasi yang mendalam terhadap dedikasi para guru, mempersembahkan kata-kata yang menjadi penghormatan kepada mereka yang berperan penting tanpa tanda jasa.

  • Dengan beragam tema dan nuansa, setiap puisi ini bertujuan untuk menginspirasi dan menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah dengan penuh dedikasi membimbing dan memberikan ilmu kepada generasi penerus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap tahun, Indonesia merayakan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November untuk menghargai kontribusi besar para pendidik dalam mencetak generasi penerus.

Popmama.com ingin membagikan 30 inspirasi puisi untuk Hari Guru Nasional yang mencerminkan kebijaksanaan dan semangat guru. Puisi-puisi ini dipilih dengan cermat untuk memberikan apresiasi yang mendalam terhadap dedikasi para guru, mempersembahkan kata-kata yang menjadi penghormatan kepada mereka yang berperan penting tanpa tanda jasa.

Dengan beragam tema dan nuansa, setiap puisi ini bertujuan untuk menginspirasi dan menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah dengan penuh dedikasi membimbing dan memberikan ilmu kepada generasi penerus.

Puisi-puisi ini diharapkan dapat menjadi ungkapan perasaan hormat dan penghargaan saat merayakan Hari Guru Nasional. Yuk, simak!

  1. Kumpulan Puisi untuk Hari Guru Nasional

  2. 1. Guru (karya: Lukman Hakim Saifuddin)

    Pexels/Thirdman
    Pexels/Thirdman

    Tanpa Guru tak kan ada yang kita tahu
    Tanpa Guru tak kan ada yang kita mampu
    Tanpa Guru kita hanyalah debu yang terbang tak berarah
    Ditiup angin tak tentu arah

    Guru
    Ucapanmu adalah petunjuk kami
    Tindakanmu adalah teladan kami
    Ridlamu adalah kunci sukses kami
    Dan doamu, doamu adalah berkah tak bertepi

    Maka, jika ada yang bertanya pada diri ini
    Siapakah yang paling berjasa kepada diri ini?
    Maka namamu yang akan kusebut pertama kali
    Karena ibu dan ayah adalah juga guru utama kami

  3. 2. Di Hari Guru (karya: Marzuli Ridwan Al-bantany)

    Freepik/Freepik
    Freepik/Freepik

    Pagi itu, ketika salam dan senyummu menyapa,

    Aku merasa ada sesuatu yang mengalir deras 
    Dari dalam jiwaku 
    Lebih deras dari nyanyian rintik hujan yang jatuh

    Di dedaun kering 
    Dan halaman sekolah yang kita ditumbuhi 
    Rumput-rumput teki 
    Di wajahmu melukiskan hari esok untukku 
    Untuk teman-teman sekelas dan sebangku denganku

    Kau beri kisah tentang cita-cita, tentang pengabdian 
    Yang mesti dirawat sepanjang masa 
    Sisi-sisi kehidupan sebagai tujuan penciptaan kita, Oleh-Nya Yang Maha Kuasa

    Perajut Asa, Penyambung Mimpi 
    Karya Hang Irfan 
    Setiap harimu berdiri 
    Memandangi jiwa penuh mimpi 
    Beralun kata penuh makna 
    Membuka jalan penuh asa

    Segelas ilmu yang tersaji 
    Seteguk amal yang kunikmati 
    Sebuhul pesan berbalut kasih 
    Merajut harap menutup perih

    Kadang bibirmu bergetar hebat 
    Meneriaki ketidaktahuanku yang lambat 
    Meski lelah ucapmu membimbing 
    Keputusasaanmu tak bergeming

    Wahai insan perajut asa 
    Meski diri kadang tak kuasa 
    Memendam amarah mengumbar murka 
    Namun hati masih terbuka

  4. 3. Sumber Ilmuku (karya: Dadenargabisma)

    Pexels/Thirdman
    Pexels/Thirdman

    Guru kau adalah sumber ilmuku
    Sumber ilmu yang telah lamaku cari dan
    Kini telah mengisi perjalanan hidupku

    Guru keramahan sikapmu seakan
    Mempermudah masuknya berbagai
    Macam ilmu yang bermanfaat untukku
    yang Haus akan Ilmu
    dan akan menjadi sebuah petunjuk
    untuk Perjalanan hidupku

    Guru saat kau memberikan
    ilmu kepadaku Hati
    ini mengetahui harapanmu
    agar ilmu yang kau Berikan
    Akan berguna diperjalanan hidupku kelak

    Guru kumerasa terkadang diri ini
    telah Mengecewakanmu
    Dengan sikapku dan ku belum mampu untuk
    Mengendalikan emosi yang ada didalam jiwaku

    Guru untuk semua ilmu yang telah kau berikan kepadaku
    Kuhanya mampu berterimakasih
    Danku berjanji tak akanku mengecewakanmu

  5. 4. Pahlawan yang terlupakan (karya: Ahmad Muslim Mabrur Umar)

    Pexels/YanKrukau
    Pexels/YanKrukau

    Cermatilah sajak sederhana ini, kawan
    Sajak yang terkisah dari sosok sederhana pula
    Sosok yang terkadang terlupakan
    Sosok yang sering tak dianggap

    Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan
    Terka-lah kiranya siapa pahlawan ini
    Ingatlah lagi kiranya apa jasanya
    Ia tak paham genggam senjata api Ia tak bertarung di medan perang

    Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya
    Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya
    Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya
    Bukan ia yang diharap menang

    Namun suksesmu dan sukseskulah menangnya
    Dapatkah kiranya jawab siapa pahlawan ini
    Karenanyalah kudapat tulis sajak ini
    Karenanyalah kau dapat baca sajak ini

    Juluknya ialah pahlawan tanpa tanda jasa
    Mungkin telah teringat olehmu kawan
    Mungkin telah kau terka jawabnya
    Ialah pahlawan dan orang tua kedua
    Ialah guru, sang pahlawan yang terlupakan.

  6. 5. Pipit Kecil (karya: Zuarni, S. Pd.)

    Pexels/MaxFischer
    Pexels/MaxFischer

    Awal jumpa kita, kami bukan siapa-siapa
    Hanya pipit kecil dengan paruh menganga dan sayap setengah terbuka
    Kami hanya berputar... berputar...
    Dan hinggap di pundak ilmu guru-guru kami

    Awal jumpa kita kami bukan apa-apa
    Hanya sobekan-sobekan kertas tak bermakna
    Menunggu tangan-tangan kokoh dan jemari lentik guru kami
    Merangkainya menjadi buku yang patut diperhitungkan

    Guruku... lihatlah pipitmu
    Kami telah seperkasa garuda, selincah merpati
    Dengan ilmu dan petuahmu
    Picing mata nanar telah sejelita mentari siang hari
    Langkah seok... telah mantap menapaki jalan tajam beronak

    Kini pipitmu...
    Telah siap terbang... terbang memetik cita-cita kehidupan
    Dia meninggalkan
    Secuil sejarah hidup kami di sini

  7. 6. Guruku (karya: Ali)

    Pexels/Arthur Krijgsman
    Pexels/Arthur Krijgsman

    Engkau selalu sabar dalam menghadapi ku
    Engkau selalu tabah memberikan ilmu

    Oh guru ku,
    Engkau selalu sayang kepada ku
    Meski aku membuatmu marah

    Oh guru ku,
    Engkau memilihku atau membimbingku di jalan yang lurus
    Engkau membuat ku sukses hingga saat ini

  8. 7. Guruku Nomor Satu (karya: Chairil Anwar)

    Pexels/max-fischer
    Pexels/max-fischer

    Dengan namamu yang pengasih dan penyayang.
    Aku bahagia karena kamu adalah guruku
    Aku menikmati setiap pelajaran yang kamu ajarkan
    Sebagai seorang teladan, kamu menginspirasiku
    Untuk bermimpi, untuk bekerja dan untuk menggapai

    Dengan kebaikanmu, aku memperhatikanmu
    Tiap hari kamu menanamkan benih-benih
    Dengan motivasi dan pengalaman hidupmu
    Agar kutahu, agar kutumbuh dan agar kusukses

    Kamu menolongku mengembangkan potensiku
    Aku berterima kasih untuk semua jasa-jasamu
    Aku mendoakanmu tiap hari, dan aku ingin berkata
    Sebagai seorang guru, kamu nomor satu!

  9. 8. Tombak Keberhasilanku (karya: Amanda Nurdhana D)

    Freepik/ fongbeerredhot
    Freepik/ fongbeerredhot

    Pena menari di atas kertasku
    Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan
    Memberikan secercah cahaya dalam kegelapan
    Menuntunku menuju jalan kesuksesan
    Walau letih terlihat di wajahmu tak menghapus semangatmu

    Kau selalu mendampingiku menuju cita-citaku
    Mengajariku hal-hal baru
    Dengan sabar kau membimbingku
    Walau sikap nakalku kadang mengganggumu

    Sungguh besar pengabdianmu
    Untuk mencerdaskan generasi mudamu
    Terima kasih kuucapkan untukmu
    Guruku
    Kau adalah orang tua keduaku

    Kan kukenang selalu jasamu
    Sekali lagi kuucapkan terima kasih untukmu
    Semoga selalu bahagia hidupmu
    Kebaikan akan selalu menyertaimu

  10. 9. Jangan Ajari Aku Korupsi, Guruku (karya: Abdul Hakim)

    Pexels/Max Fischer
    Pexels/Max Fischer

    Kureguk ilmumu di saat aku dahaga akan ilmu
    Kurasakan hangat kasih sayangmu kala engkau tebarkan teladan buat anakmu
    Senyum sapa salammu setia menyambut kedatanganku
    Tanpa kenal lelah engkau tebarkan kebajikanmu

    Aku mungkin bukan anak yang pintar
    Aku ingin meraup ilmu yang engkau ajar
    Ilmumu aku goreskan dengan ujung pena
    Di atas buku kusimpan jejak tulisanmu penuh rasa

    Kuhayati tutur katamu dengan sepenuh jiwa
    Aku ke sekolah bukan ingin mengumpulkan pundi-pundi angka
    Aku mungkin bukan anak yang layak menyandang juara
    Aku hanyalah anak negeri yang ingin melukis masa depan dengan penuh asa
    Aku ingin membekali diri dengan ilmu yang kau semaikan sepanjang masa
    Aku ingin guruku memberi angka apa adanya

    Bukan angka basa-basi biar aku terlihat anak digdaya
    Menipu diriku... orang tua... dan seluruh bangsa
    Meski aku tahu guruku takut dikatakan gagal mendidik anak bangsa
    Terpaksa memberi angka yang cetar membahana
    Di bawah ancaman tunjangan takkan cair kalau anak diberi angka apa adanya.

    Guruku... jangan ajari aku korupsi
    Beri kami angka sesuai bukti yang engkau miliki
    Itulah wajah kami yang masih harus belajar lebih keras lagi
    Agar negeri ini kelak melahirkan generasi emas yang hakiki
    Mampu berdikari taklukkan dunia yang kian berkompetisi
    Bukan emas palsu yang menipu diri sendiri
    Guruku... Ajarkan kami sepenuh hati dengan kejujuran dan hati.

  11. 10. Sang Penerangku (karya: Linda Miliasari)

    Pexels/katerina-holmes
    Pexels/katerina-holmes

    Wahai sang lentera hati
    Di saat kugelap akan ilmu
    Kaulah penerang mendatangiku
    Kau membuatku beranjak dari kebutaan ilmu

    Dengan sabar dan senang
    Kau mendidik kami setiap hari
    Coretan kisah penuh arti
    Tak lekang habis materi yang engkau kasih
    Pembuka cakrawala dunia ini

    Untaian mimpi penuh kasih
    Masa depanku terlihat cerah karenamu
    Jasamu sangat berarti

    Takkan bisa pernah terganti
    Kehadiranmu pasti Kunanti
    Selamat Hari Guru

  12. 11. Guruku Tersayang (karya: I Kadek Agus Sudiandika)

    Freepik/Freepik
    Freepik/Freepik

    Ketika pagi aku datang
    Senyummu selalu terkembang
    Menyapaku di pintu gerbang

    Kau tepuk pundakku dengan tenang
    Memberiku semangat untuk menang
    Melawan rasa tak senang

    Guruku yang kusayang
    Engkau laksana bintang
    Hapuskan gelap dalam terang

    Teruslah menjadi tempatku berpegang
    Tempatku bersandar di kala tegang
    Memberiku bekal di masa datang

  13. 12. Guruku, Melati di Ujung Laman (karya: Adin)

    Freepik/pch.vector
    Freepik/pch.vector

    Bersamamu rekah yang berketap di puncak malam
    Tidak jua ranum di ujung pagi
    Namun titis embun masih jua mampu hembuskan harap
    Padamu yang masih igaukan fitri

    Dalam dekap yang erat di buhul lelap
    Langkah kakimu telah pecah di dalam leach
    Berkubang segala lantang
    Tentang suara yang tak jua pikirkan siang

    Bertekak membentuk luka
    Bertukak hingga kau tersiksa
    Setelah riuh tengkujuh subuh
    Kau masih hangat menyeduh tadah

    Manis gula di ujung madah
    Ada aku diselip dalam ratibmu
    Senyummu tetap manis melati di ujung laman
    Tingkahmu rentak zapin zaman berzaman
    Segalamu adalah pedoman

  14. 13. Bintang (karya: Chairil Anwar)

    Pexels/Anastasia Shuraeva
    Pexels/Anastasia Shuraeva

    Aku mencintai kelasmu
    Kamu membantuku 'tuk melihat
    Bahwa untuk hidup bahagia
    Belajar adalah kuncinya

    Kamu memahami muridmu
    Kamu perhatian dan pandai
    Kamu guru terbaik yang pernah ada

    Aku tahu itu dari awal kita bertemu
    Aku memperhatikan kata-katamu

    Kata-kata dari seorang guru sejati
    Kamu lebih dari teladan terbaik
    Sebagai guru, kamu adalah bintang

  15. 14. Guruku (karya: KH A Mustofa Bisri (Gus Mus))

    Pexels/Mikhail Nilov
    Pexels/Mikhail Nilov

    Ketika aku kecil dan menjadi muridnya
    Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar
    Ketika aku besar dan menjadi pintar
    Kulihat dia begitu kecil dan lugu

    Aku menghargainya dulu
    Karena tak tahu harga guru
    Ataukah kini aku tak tahu
    Menghargai guru?

  16. 15. Sang Pengabdi (karya: Zaniza)

    Freepik/zinkevych
    Freepik/zinkevych

    Setiap pagi kau susuri jalan berdebu
    Berpacu waktu demi waktu
    Tak hirau deru kendaraan lengkingan knalpot
    Tak hirau dingin memagut

    Kala sang penguasa langit tuangkan cawannya
    Wajah-wajah lugu haus kan ilmu
    Menari-nari di pelupuk mata menunggu
    Untaian kata demi kata terucap seribu makna
    Untaian kata demi kata terucap penyejuk jiwa

    Ruang persegi jadi saksi bisu pengabdianmu
    Menyaksikan tingkah polah sang penerus
    Canda tawa penghangat suasana
    Hening sepi berkutat dengan soal
    Lengking suara kala adu argumen

    Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu
    Entah berapa tinta tergores di papan putih
    Entah berapa lisan terucap sarat makna
    Entah berapa lembaran tumpahan ilmu terkoreksi
    Entah berapa ajaran budi kau tanamkan

    Waktu demi waktu dijalani hanya demi mengabdi 
    Berserah diri mengharap kasih ilahi
    Ilmu kau beri harap kan berarti

    Satu persatu sang penerus silih berganti
    Tumbuh menjadi tunas-tunas negeri
    Kau tetap di sini setia mengabdi
    Sampai masa kan berakhir nanti

  17. 16. Guruku (karya: Asty Kusumadewi)

    Freepik/pressfoto
    Freepik/pressfoto

    Dengan letih kau mengajariku
    Dengan sabar kau mengajariku
    Dengan hati kau mengajariku
    Dengan senyum kau mengajariku

    Arti dari sebuah rasa ikhlas
    Arti dari sebuah rasa tulus
    Itulah definisi dari dirimu
    Guru terbaikku

    Kau ajarkan semua hal baru
    Membaca
    Menulis
    Bercerita
    Hingga aku pandai dalam mengeja

    Guruku,
    Kaulah manusia yang kudoakan setelah orang tuaku
    Penuh kasih sayang kau berikan padaku
    Terima kasih atas dedikasimu
    Semoga engkau sehat selalu

  18. 17. Guru (karya: Kahlil Gibran)

    Pexels/August de Richelieu
    Pexels/August de Richelieu

    Barang siapa mau menjadi guru
    Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri
    Sebelum mengajar orang lain

    Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan
    Sebelum mengajar dengan kata-kata

    Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri
    Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri

    Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
    Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
    Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

  19. 18. Guruku A+ (karya: Chaeril Anwar)

    Freepik
    Freepik

    Mataku terperosok ke depan
    Kala engkau memasuki kelas
    Engkau seorang guru yang lucu
    Engkau seorang guru yang keren

    Engkau pintar, imut, dan ramah
    Engkau yang menolong kami
    Dan bila aku menilaimu
    Bagiku, engkau A+

  20. 19. Untukmu Guru (karya: I Kadek Agus Sudiandika)

    Pexels/picjumbo.com
    Pexels/picjumbo.com

    Marahlah jika kami salah
    Tertawalah jika engkau gundah
    Dan tetaplah tunjukkan senyum terindah

    Engkau berjuang tanpa lelah
    Membimbing kami di sekolah
    Mengajarkan ilmu, akhlak, dan akidah

    Suaramu bagai ombak yang memecah
    Auramu yang senantiasa gagah
    Menyadarkan kami akan fitrah

  21. 20. Jasamu Tak Terbalas (karya: Saraswitha Shinta Hapsari)

    Freepik/Pressfoto
    Freepik/Pressfoto

    Ketika ilmuku gelap gulita
    Engkaulah pelitanya
    Ketika ilmuku butuh cahaya
    Engkaulah penerangnya

    Kau bagi ilmu
    Menerangi otakku
    Seolah engkau berkata
    "Rajinlah belajar muridku.. Agar kau sukses nantinya.."

    Batinmu...
    Padamu guru-guruku
    Aku haturkan rasa hormatku
    Untukmu guru-guruku
    Aku ucapkan terima kasih
    Atas ilmu yg telah kau bagi pada murid-muridmu
    Jasamu tak kan pernah terbalas
    Selamat hari pahlawan..

    Untukmu pahlawan tanpa tanda jasa
    Terima kasihku...
    Karna tanpamu
    Aku terjatuh di alam kebodohan

  22. 21. Terima Kasih Guru (karya: Chairil Anwar)

    Pexels/pavel-danilyuk
    Pexels/pavel-danilyuk

    Terima kasih, guru
    Untuk teladan yang telah kau berikan
    Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan
    Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku

    Aku mau menjadi sepertimu
    Pintar, menarik, dan gemesin
    Positif, percaya diri, protektif

    Aku mau menjadi sepertimu
    Berpengatahuan, pemahaman yang dalam,
    Berpikir dengan hati dan juga kepala
    Memberikan kami yang terbaik
    Dengan sensitif dan penuh perhatian

    Aku mau menjadi sepertimu
    Memberikan waktumu, energi, dan bakat
    Untuk menyakinkan masa depan yang cerah pada kita semua

    Terima kasih, guru
    Yang telah membimbing kami
    Aku mau menjadi sepertimu

  23. 22. Guruku (karya: Nurwawan)

    Pexels/Vlada Karpovich
    Pexels/Vlada Karpovich

    Setiap hari kau bagi ilmumu
    Dengan keikhlasan dan kesabaran
    Setiap hari kau bimbing aku
    Dengan nasehatmu yang penuh makna

    Guruku,
    Tak pernah lelah kau ajar aku
    Selalu semangat setiap tugas mu

    Guruku terima kasih,
    Atas semua pengorbananmu untukku
    Maafkan salahku jika kau pernah terluka dengan kataku
    Guruku, kau tak kan pernah terlupakan dalam hidupku

  24. 23. Didikan Keras (karya: Chairil Anwar)

    Freepik
    Freepik

    Ketika aku memasuki kelasmu, aku berpikir
    Tantangan apa yang akan kau berikan padaku

    Kamu memberiku motivasi untuk melewatinya
    Dan menolak kelemahan yang meragukan diri

    Kamu sungguh telah membuka pikiranku
    Dengan kebijakan, keras dan ketegasan

    Kamu membantuku untuk melihat atas
    Menemukan tujuan yang harus kucapai

    Kamu mengeluarkanku dari kegalauan
    Terima kasihku atas jerih payahmu

    Apa yang kau ajarkan akan menumbuhkanku
    Perhatianmu sangat menyentuh hati dan pikiranku

    Aku akan selalu mengingat jeweranmu
    Aku berharap semua guru sepertimu

  25. 24. Pena Sang Guru (karya: Mesdiana, S.Pd.)

    Pixabay/Sponchia
    Pixabay/Sponchia

    Pena guruku
    Tak pernah bosan menari-nari di diriku
    Menuliskan banyak warna di jiwaku
    Coretan lembut, hangat menyentuh kalbuku

    Pena guruku hebat
    Karena penanya aku tak telat
    Tugas-tugasku tak lambat
    Walau panas matahari menyengat hingga hujan lebat

    Pena guruku sangat mengagumkan
    Aku pun terbuai angan
    Dunia akan kuguncangkan
    Menuju sebuah pencapaian

    Kuingin penaku seperti miliknya
    Menggoreskan, melukiskan dan mewarnai anak bangsa
    Hasil penamu tak kunjung penuh makna
    Kaulah sang penaku yang berjuang sepenuh jiwa

  26. 25. Sebatang Kapur (karya: Iroh Rohmawati)

    Pexels/NEOSiAM 2020
    Pexels/NEOSiAM 2020

    Sebatang Kapur
    Oleh Iroh Rohmawati

    Deretan deretan bangku tanpa kedua kaki tetap berdiri meski tidak mampu berdiri tegak
    Suara lantang terus kau keluarkan sampai mengusir tikus tikus kemalasan di otak kami

    Tanpa mengenal lelah kau terus mendidik kami
    Meski keringat bercucuran dan gaji tak seberapa dibandingkan gaji para aparatur aparatur negara yang tidak adil

    Guru...
    Nama yang akan selalu dikenang sepanjang masa
    Dengan kelincahan menarikan sebatang kapur di atas papan tulis yang mulai mengantuk
    Dan terus mendidik hingga kami mendapatkan arti pentingnya kehidupan

  27. 26. Sang Guru (karya: Fitriana Munawaroh)

    Pexels/mentatdgt
    Pexels/mentatdgt

    Tentang kegelapan...
    Tentang buta pada zaman dahulu kala....
    Tentang kebodohan yang merajalela....
    Dan tentang sosok penumpas itu semua....

    Ialah sang guru....
    Sosok yang ikhlas berbagi ilmu....
    1, 2, 3 ,4 dan seterusnya....
    Harapnya tetap tak lekang dimakan usia....
    Tetap tak basi dari sebuah tradisi....
    Dia tetap mulia...
    Dengan segala wibawanya....

    Masa depan?
    Jangan kau tanyakan....
    Aku dan kamulah sang harapan...
    Menjadi lebih hebat dari apa yang ia ajarkan....
    Maka genggamlah apa yang ia percayakan...

  28. 27. Pesan untuk Guruku (karya: Lisa Ardhian Widhia Sari)

    Freepik/Gpointstudio
    Freepik/Gpointstudio

    Dalam lirih keluh di bibirku
    Aku benar tak maksud membencimu, wahai guruku
    Ego kami masih bangkitkan ragu
    Kesal dan bosan terus menipu, hati ini larut membisu

    Di relung terdalam, aku juga pernah sadar
    Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar
    Mengalirkan bakti tanpa ingkar
    Demi negeri agar tidak buyar

  29. 28. Bersamamu, Guruku (karya: Yoga Permana Wijaya)

    Freepik.Gpointstudio
    Freepik.Gpointstudio

    Ketika aku menatap langit
    Tingginya takkan dapat kuraih berjinjit
    Tapi tatkala aku menatapnya bersamamu, guruku
    Aku dapat menggapai cita setinggi itu
    Ketika aku memandang samudera
    Hamparan luasnya takkan bisa kupeluk di dada
    Tapi tatkala aku memandangnya bersamamu, guruku
    Aku bisa merangkul mimpi seluas itu
    Ketika aku melihat gunung
    Beratnya takkan mampu kupikul di punggung
    Tapi tatkala aku melihatnya bersamamu, guruku
    Aku mampu mengangkat ilmu seberat itu
    Itulah tinggi, luas dan bertanya jasa yang kau terima
    Berkatmu. Ku Menatap, ku memandang, ku melihat sisi lain dunia
    Tuk mengubahnya menjadi bekal kehidupan
    Maka setinggi langit, seluas samudera dan seberat gunung
    Terhatur terima kasih untukmu, guruku.

  30. 29. Sebatang Rotan (karya: Muhammad Sapikri)

    Freepik
    Freepik

    Kalau bukanlah disebabkan sebatang rotan itu
    Tak akan mungkin aku mengenal namamu
    Saat sebatang rotan melecut di tubuhku
    Disitulah aku memahami rasa sakit

    Rasa sakit yang mengajar dan menuntunku pada kehidupan sesungguhnya
    Dia adalah guru mengajiku
    Di setiap malamnya, ia selalu melirihkan doa
    Agar muridnya kelas menjadi manusia yang berakhlak mulia

    Sebesar apapun namamu nanti
    Jangan kau lupa dengan sebatang rotan itu
    Biarpun kini rotan itu telah rapuh dan patah
    Rotan itu juga yang telah membesarkan namamu

  31. 30. Puisi di Hari Guru (karya: Deni Prabowo)

    Freepik/gpointstudio
    Freepik/gpointstudio

    Dia belajar dengan mengajar
    Dia mengajar dengan belajar
    Dia mendidik untuk kepandaian
    Bukan sekadar mencari gajian

    Walaupun aku sadar dan paham
    Banyak berita tentang dirimu
    Di mana gajimu tak sepadan lelahmu
    Kau tetap datang masuk ke kelas

    Mengajarkan hitung dan baca
    Mengenalkan seni dan sastra
    Menyelamatkan setiap manusia
    Dari lembah dalam kegoblokan

    Jauh ke dalam hutan lebat
    Kau tembus dengan semangat
    Memberikan ilmu pendidikan
    Menambah guna manusia

    Nah, itu dia puisi untuk Hari Guru Nasional, 25 November mendatang. Semoga setiap makna kata dalam puisi-puisi ini dapat menjadi sumber apresiasi untuk para pahlawan tanpa tanda jasa kita.

  32. FAQ Seputar Puisi untuk Hari Guru Nasional

    1. Apa tema umum yang biasanya digunakan dalam puisi Hari Guru?

    Tema yang sering muncul antara lain pengabdian, kasih sayang, perjuangan, ilmu, inspirasi, dan ketulusan hati seorang guru.

    2. Bagaimana cara membuat puisi yang menyentuh hati untuk Hari Guru?

    Gunakan bahasa yang tulus dan personal, sertakan kenangan atau pengalaman pribadi bersama guru, serta gunakan kata-kata puitis yang menggambarkan rasa hormat dan kasih.

    3. Apakah puisi Hari Guru harus berima atau berpola tertentu?

    Tidak harus. Puisi bebas tanpa rima juga bisa indah jika isinya kuat dan menyentuh. Namun, puisi berima seperti a-a-a-a atau a-b-a-b bisa membuatnya lebih berirama dan mudah diingat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More