Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Pesan yang Perlu Mama Sampaikan ke Anak Laki-Laki soal Uang

6 min read
10 Pesan yang Perlu Mama Sampaikan ke Anak Laki-Laki soal Uang
Pexels/Michael koneckiy
  • Orangtua perlu mengajarkan anak laki-laki agar tidak mengejar gengsi atau gaya hidup di luar kemampuan, serta tidak menjadikan uang dan barang mahal sebagai ukuran harga diri.
  • Literasi finansial mencakup mencari sekaligus menjaga uang: menabung, mengelola utang, menyiapkan dana darurat, perlindungan, dan investasi sebelum masalah tak terduga datang.
  • Anak perlu dilatih mandiri, bertanggung jawab saat gagal, dan mengambil keputusan keuangan sendiri agar siap menjaga hidupnya ketika bantuan orangtua tidak selalu tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mendidik dan membesarkan anak agar mandiri saat dewasa menjadi salah satu tujuan orangtua. Namun, lebih dari itu, persoalan keuangan juga perlu diketahui dan dipahaminya sejak kecil, lho. Jangan sampai ketika dewasa nanti, anak justru kaget menghadapi berbagai persoalan keuangan dan tidak bisa mengatur uang dengan baik.

Perencana keuangan dan edukator literasi keuangan, Rista Zwestika, membagikan beberapa hal penting yang perlu diajarkan Mama kepada anak laki-laki soal keuangan. Bukan hanya mendidiknya untuk hemat dan menabung, ada masalah mendasar mengenai relasi antara uang dan seseorang yang jika tidak diajarkan sejak dini bisa membuat hubungan anak dengan uang menjadi tidak sehat.

Dikutip dari unggahan TikTok-nya, berikut Popmama.com rangkum hal-hal yang perlu Mama ajarkan ke anak laki-laki soal keuangan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi kehidupan finansialnya kelak!

  1. 1. Jangan mengejar gaya hidup yang belum mampu kamu bayar

    Jangan mengejar gaya hidup yang belum mampu kamu bayar
    Pexels/Jae Park

    Ingatkan agar anak tidak perlu memaksakan semua keinginannya harus terpenuhi. Oleh karena itu salah satu pesan adalah jangan berfokus pada memenuhi ego dan gengsi.

    Jangan memiliki mobil mewah hanya untuk terlihat sukses. Begitu pula tidak perlu selalu mentraktir orang lain atau berutang demi menunjukkan bahwa diri sendiri mampu secara finansial.

    Gaya hidup seharusnya disesuaikan dengan kemampuan, bukan mengikuti apa yang dimiliki orang lain.

    Orangtua perlu mengajari kalau harga diri seseorang juga tidak bertambah hanya karena barang yang digunakan terlihat mahal. Justru, kemampuan untuk mengetahui batas diri dan mengelola keuangan dengan bijak menjadi hal penting ketika seseorang mulai mandiri.

  2. 2. Belajar mencari uang, tetapi lebih penting belajar menjaganya

    Belajar mencari uang, tetapi lebih penting belajar menjaganya
    Pexels/Bia Limova

    Memiliki penghasilan besar bukan berarti seseorang otomatis memiliki kondisi keuangan yang baik. Jika tidak dikelola dengan benar, uang yang banyak pun dapat habis. Karena itu, anak perlu belajar bukan hanya bagaimana mendapatkan penghasilan, tetapi juga bagaimana mengelolanya.

    Beberapa hal yang perlu dipelajari antara lain menabung, mengelola utang, memiliki dana darurat, melindungi diri, dan berinvestasi.

    Sebab, laki-laki dewasa bukan hanya mereka yang tahu cara menghasilkan uang. Lebih dari itu, ia juga perlu tahu bagaimana bertanggung jawab atas apa yang sudah dihasilkannya.

  3. 3. Jangan biarkan orang lain menentukan seberapa banyak uang yang harus kamu habiskan

    Jangan biarkan orang lain menentukan seberapa banyak uang yang harus kamu habiskan
    Pexels/Proyek Saham RDNE

    Setiap orang memiliki kondisi dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, kehidupan finansial tidak harus mengikuti apa yang dilakukan teman.

    Ketika teman mengganti mobil, bukan berarti harus ikut mengganti mobil. Ketika teman pergi berlibur, bukan berarti harus memaksakan diri melakukan hal yang sama. Begitu pula ketika orang lain memiliki barang mahal, tidak ada kewajiban untuk membuktikan bahwa diri sendiri juga mampu membelinya.

    Seseorang yang mengetahui tujuan hidupnya tidak perlu terus-menerus mengejar kehidupan orang lain.

  4. 4. Siapkan uang sebelum masalah datang

    Siapkan uang sebelum masalah datang
    Magnific/tonodiaz

    Masalah seringkali datang tanpa bisa diprediksi. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan sebelum keadaan sulit benar-benar terjadi.

    Jangan menunggu kehilangan pekerjaan untuk mulai memikirkan dana darurat. Jangan menunggu sakit untuk memikirkan perlindungan. Jangan pula menunggu menikah baru belajar mengatur keuangan.

    Kedewasaan finansial salah satunya ditunjukkan dengan kemampuan mempersiapkan sesuatu yang mungkin saja tidak pernah terjadi. Dengan begitu, ketika menghadapi keadaan tidak terduga, seseorang tidak sepenuhnya berada dalam kondisi tanpa persiapan.

  5. 5. Kalau gagal, jangan lari dari tanggung jawab

    Kalau gagal, jangan lari dari tanggung jawab
    Unsplash/Lucas Metz

    Dalam hidup, kegagalan bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Bisnis bisa gagal, investasi bisa mengalami kerugian, pekerjaan bisa hilang, bahkan seseorang mungkin berada dalam kondisi tidak memiliki uang.

    Mengalami keadaan tersebut bukan berarti semuanya berakhir. Terpenting adalah tidak melarikan diri dari tanggung jawab dengan menyalahkan pasangan, orang tua, atau keadaan, kemudian berhenti berusaha.

    Jatuh bukan masalah. Yang berbahaya adalah ketika seseorang menolak untuk bangkit dan kembali berusaha.

  6. 6. Ingat, anak-anak kelak akan belajar dari cara orangtua hidup

    Ingat, anak-anak kelak akan belajar dari cara orangtua hidup
    Pexels/ArtHouse Studi

    Ketika suatu hari memiliki anak, seorang papa bukan hanya menjadi orang yang memberikan nasihat. Anak-anak juga akan memperhatikan bagaimana papa mereka menjalani kehidupan sehari-hari.

    Mereka akan melihat bagaimana papa memperlakukan uang, bagaimana papa menghadapi masalah, bagaimana papa memperlakukan mama, serta bagaimana papa menjalankan tanggung jawabnya.

    Karena itu, memberikan contoh melalui kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam mendidik anak. Anak-anak tidak hanya mendengar nasihat dari orangtua. Mereka juga dapat belajar dengan meniru kehidupan yang mereka lihat.

  7. 7. Jadilah laki-laki yang bisa diandalkan

    Jadilah laki-laki yang bisa diandalkan
    Pexels/Vanessa Loring

    Menjadi laki-laki yang bisa diandalkan bukan berarti harus selalu menjadi orang yang paling banyak menghasilkan uang. Bukan pula berarti harus selalu membayar semuanya atau tidak boleh menerima bantuan dari orang lain.

    Namun, bantuan sebaiknya tidak dijadikan sebagai gaya hidup. Ada pentingnya bagi seseorang untuk tetap belajar berdiri dengan kemampuan sendiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya.

    Ketika suatu hari pasangan sedang berada dalam kondisi sulit, jadilah orang yang ikut mengangkatnya. Bukan justru menjadi orang yang ikut jatuh karena sejak awal tidak pernah belajar untuk berdiri sendiri.

  8. 8. Jangan jadikan uang sebagai ukuran harga diri

    Jangan jadikan uang sebagai ukuran harga diri
    Pexels/Pixabay

    Memiliki sedikit uang bukan berarti seseorang kehilangan harga dirinya. Sebaliknya, memiliki banyak uang juga bukan alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. 

    Pesan tentang keuangan pada dasarnya bukan hanya mengenai seberapa besar penghasilan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana seseorang bersikap ketika memiliki banyak ataupun sedikit uang.

    Kemampuan menjaga diri, tidak memaksakan gaya hidup, dan tetap bertanggung jawab menjadi bagian dari kedewasaan dalam menghadapi persoalan finansial.

  9. 9. Kemandirian perlu dipelajari sebelum benar-benar dibutuhkan

    Kemandirian perlu dipelajari sebelum benar-benar dibutuhkan
    Magnific

    Ada banyak hal dalam kehidupan yang baru terasa penting ketika seseorang sudah menghadapinya. Namun, beberapa di antaranya dapat dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

    Belajar mengelola uang, memahami kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana untuk keadaan darurat, hingga belajar bertanggung jawab merupakan bekal yang dapat membantu anak ketika memasuki kehidupan dewasa.

    Tujuannya bukan membuat anak takut menghadapi masa depan, melainkan membantunya memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai kemungkinan dalam hidup.

  10. 10. Ketika Mama sudah tidak bisa membantu, anak harus tahu cara menjaga diri sendiri

    Ketika Mama sudah tidak bisa membantu, anak harus tahu cara menjaga diri sendiri
    Pxels/Gustavo Fring

    Pada akhirnya, pesan ini bukan tentang mempersiapkan anak untuk kehilangan dirinya. Mama tidak sedang mengajarkan anak agar siap ditinggalkan tetapi sedang mempersiapkannya untuk menjalani kehidupan ketika suatu hari orangtua tidak lagi bisa menggenggam tangannya.

    Ketika suatu hari Mama sudah tidak bisa membantu, anak diharapkan tidak merasa ditinggalkan. Sebaliknya, ia sudah memiliki bekal untuk menjaga dirinya sendiri, mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan bertanggung jawab atas kehidupannya.

    Sebab, salah satu bentuk kasih sayang orangtua adalah mempersiapkan anak agar mampu berdiri sendiri. Ini adalah cara orangtua agar anak tidak bingung dan memiliki bekal untuk tetap berjalan saat dewasa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More