Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu FAFO Parenting dan Bagaimana Cara Tepat Menerapkannya pada Anak

Apa Itu FAFO Parenting dan Bagaimana Cara Tepat Menerapkannya pada Anak
Magnific/freepik
Intinya Sih
  • FAFO Parenting adalah metode pengasuhan yang membiarkan anak belajar dari konsekuensi alami tindakannya, bertujuan menumbuhkan tanggung jawab dan pemahaman sebab-akibat tanpa intervensi berlebihan.
  • Metode ini efektif diterapkan pada anak yang sudah mampu berpikir logis, dengan catatan tidak digunakan dalam situasi berbahaya atau yang dapat mengancam keselamatan anak.
  • Penerapan FAFO Parenting perlu keseimbangan antara konsekuensi dan koneksi emosional; orangtua harus tetap hadir dengan empati, batasan jelas, serta komunikasi terbuka agar hubungan tetap hangat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mama, pernah nggak sih merasa lelah karena terus mengingatkan anak untuk membereskan mainannya atau memakai jaket sebelum keluar? Rasanya sudah seperti berbusa, tapi anak tetap bersikeras dengan pendiriannya.

Ternyata hal ini jadi banyak permasalahan oleh para Mama, lho. Tren pengasuhan yang satu ini justru mengajak kita untuk sedikit melepas kendali dan membiarkan anak belajar dari pengalamannya sendiri.

Namanya FAFO Parenting, singkatan dari "F*** Around and Find Out." Istilah ini sempat viral di media sosial, terutama TikTok, sepanjang tahun 2025 lalu.

Banyak orangtua yang mulai menerapkan metode ini setelah melihat pengakuan dari tokoh seperti Kylie Kelce di podcast-nya, yang mengaku cocok dengan pendekatan ini untuk anak-anaknya yang keras kepala.

Meski terdengar ekstrem, FAFO Parenting sebenarnya bukan sekadar membiarkan anak berbuat seenaknya kok, Ma, justru menjadi metode pengasuhan untuk mengajarkan tanggung jawab melalui konsekuensi alami.

Namun, seperti apa sih penerapannya yang aman dan tepat? Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.

1. Apa itu FAFO Parenting?

anak dan mama tertidur
Magnific/tirachardz

Secara sederhana, FAFO Parenting adalah gaya pengasuhan di mana orangtua membiarkan anak merasakan sendiri akibat dari pilihan atau tindakan mereka, tanpa intervensi langsung.

Misalnya, saat anak menolak memakai jaket saat keluar rumah meskipun sedang angin kencang, orangtua membiarkannya pergi tanpa jaket. Ketika ia kedinginan, ia akan merasakan sendiri konsekuensi dari pilihannya.

Istilah FAFO sendiri sebenarnya bukan hal baru, Ma. Dilansir dari Washington Post, istilah ini berasal dari African American Vernacular English (AAVE) yang sudah ada lebih dari satu dekade lalu.

Namun, belakangan istilah ini populer digunakan untuk menggambarkan gaya pengasuhan yang fokus pada konsekuensi alami.

Metode ini berbeda dengan orangtua yang selalu menyelamatkan anak dari setiap masalah. Justru dengan membiarkan anak merasakan hasil dari keputusannya, mereka diharapkan lebih cepat belajar dan memahami pentingnya mendengarkan nasihat.

2. Kapan waktu yang tepat menerapkan FAFO Parenting?

anak belajar menjahit dengan Mamanya
Magnific/freepik

Mengutip penjelasan dari psikolog Tamara Glen Soles, PhD, pendiri The Secure Child Centre, konsekuensi alami bisa diterapkan kapan saja, asalkan dampaknya tidak berbahaya bagi anak atau melanggar hak orang lain.

Misalnya, jika anak tidak mau makan, ia akan merasa lapar. Rasa lapar itu tidak berbahaya untuk satu atau dua waktu makan, dan ini adalah pelajaran berharga.

Namun, jangan pernah menerapkan metode ini pada situasi berbahaya ya, Ma. Contohnya, memegang tangan Mama saat menyeberang jalan atau menghindari benda panas adalah aturan yang tidak bisa ditawar.

FAFO hanya untuk konsekuensi ringan yang tidak mengancam keselamatannya, seperti lupa membawa bekal atau tidak mau membereskan kamar.

Jika anak sudah cukup besar dan mampu berpikir logis, metode ini akan lebih efektif. Tapi untuk si Kecil yang masih balita, pola asuh ini dirasa kurang tepat karena mereka masih belum memiliki kontrol diri dan kemampuan membayangkan akibat jangka panjang.

3. Pro dan kontra FAFO Parenting

mom and daughter
Magnific/freepik

Salah satu kelebihan terbesar dari metode ini adalah membantu anak mengembangkan pemikiran sebab-akibat.

Menurut para ahli, ketika anak belajar dari konsekuensi alami, mereka merasa lebih mampu untuk membuat keputusan sendiri, daripada sekadar mengikuti perintah orang tua. Ini melatih kemandirian dan tanggung jawab.

Namun, ada juga sisi negatif yang perlu diwaspadai dari pola asuh yang viral ini, Ma. Jika orangtua bersikap sinis dengan mengatakan, "Kan sudah Mama bilang!", hubungan orangtua dan anak bisa terganggu.

Komentar seperti itu justru membuat anak merasa dipermalukan dan kurang termotivasi untuk memperbaiki diri, sehingga pelajaran yang didapat tidak akan menempel dengan baik.

Lagi pula, tidak semua anak cocok dengan pendekatan pola asuh ini, Ma. Anak dengan kepribadian sensitif mungkin membutuhkan lebih banyak bimbingan.

Mengutip dari ABC, ahli parenting Dr. Justin Coulson bahkan menyoroti bahwa FAFO bisa dianggap sebagai bentuk pola asuh permisi jika tidak dibarengi dengan kehangatan dan bimbingan yang cukup.

4. Cara Tepat Menerapkan FAFO agar Efektif

mama bersama anak lakinya
Magnific/freepik

Para ahli parenting banyak yang menekankan bahwa kombinasi antara konsekuensi dan koneksi adalah kunci sukses metode ini. Jangan hanya membiarkan anak terjun sendirian, Ma, tapi dampingi ia setelahnya.

Pertama, fokus pada konsekuensi yang masuk akal. Misalnya, daripada berkata, "Kalau kamu malas, nilai kamu nanti jelek," lebih baik katakan, "Karena kamu belum mengerjakan PR, kamu harus menyelesaikannya dulu sebelum main HP."

Kedua, libatkan anak dalam pemecahan masalah. Jika anak sering lupa membawa botol minum, duduklah bersama dan buat daftar periksa aktivitas pagi hari.

Ketiga, penting untuk memiliki batasan yang jelas dan konsisten. Anak-anak tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang terstruktur, Ma.

Terakhir, jadwalkan waktu untuk berbicara. Sebelum mereka merasakan akibatnya, ajak anak berpikir: "Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kamu melakukan ini?" Ini akan melatih kemampuan berpikirnya.

5. Jangan lupakan dukungan dan kasih sayang

mama bersama anak laki-lakinya.jpg
Magnific/pressfoto

Meski membiarkan anak merasakan akibatnya, orangtua tidak boleh bersikap dingin. Untuk itu, pentingnya nada bicara saat anak sudah menghadapi konsekuensi yang tidak mengenakkan.

Jika anak kedinginan karena tidak memakai jaket, katakan dengan penuh empati, "Kamu pasti kedinginan ya? Pasti nggak nyaman. Lain kali kita siapkan jaket ya. Sekarang ayo pulang."

Para ahli sepakat bahwa kehangatan emosional dan konsistensi adalah tiga hal paling penting dalam pengasuhan. Tanpa adanya hubungan yang hangat, FAFO Parenting akan terasa seperti hukuman semata.

Dr. Coulson juga menambahkan, daripada sibuk memberi label pada gaya pengasuhan, lebih baik fokus pada membangun hubungan yang sehat terlebih dahulu, Ma.

Ia menganjurkan pendekatan pengasuhan yang memberikan otonomi pada anak, tapi tetap membimbing mereka dengan cara yang membangun resiliensi dan kemampuan memecahkan masalah.

Dengan begitu, anak merasa didukung, bukan dibiarkan sendiri menghadapi dunia. Jadi, FAFO Parenting sendiri sebenarnya bisa saja diterapkan pada anak di rumah, Ma, asalkan tetap sesuaikan dengan masing-masing anak.

Kuncinya adalah menyeimbangkan kebebasan dengan dukungan, serta selalu mengedepankan empati dan komunikasi yang baik. Jadi, Mama tertarik mencoba metode satu ini untuk anak di rumah?

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More
6 Nama Negara dari Huruf C

6 Nama Negara dari Huruf C

08 Jul 2026, 00:05 WIBBig Kid