Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kisah Adhara, Anak Autis dengan IQ Tinggi dan S2 di Usia 11 Tahun
x.com/adharaPerezfan
  • Adhara Pérez Sánchez, anak asal Meksiko dengan IQ 162, menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak kecil dan tertarik pada sains serta luar angkasa.
  • Meski didiagnosis autis di usia tiga tahun dan mengalami perundungan, Adhara tetap berjuang menemukan cara belajar yang sesuai untuk mengembangkan potensinya.
  • Adhara menyelesaikan pendidikan dasar hingga sarjana di usia muda dan kini menempuh S2 sambil mengejar cita-cita bekerja di NASA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di usia yang masih sangat muda, seorang anak asal Meksiko bernama Adhara Pérez Sánchez mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar.

Adhar dikenal memiliki kecerdasan luar biasa dengan skor IQ yang bahkan melebihi tokoh-tokoh besar dunia, seperti Einstein. Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan, tetapi juga menjadi inspirasi banyak orang di luar sana. 

Berikut Popmama.com siap membahas kisahnya lebih lanjut melansir dari laman Hindustan Times

1. Memiliki IQ lebih tinggi dari Albert Einstein

x.com/adharaPerezfan

Sejak kecil, Adhara sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan yang tidak biasa. Ia memiliki skor IQ mencapai 162, angka yang tergolong sangat tinggi dan bahkan disebut melebihi ilmuwan legendaris dunia Albert Einstein. 

IQ tinggi ini membuat Adhara mampu memahami konsep-konsep kompleks sejak usia dini. Kemampuan berpikir kritis dan logikanya berkembang pesat, sehingga ia bisa mempelajari hal-hal yang biasanya baru diajarkan pada usia yang jauh lebih dewasa.

Tak heran jika sejak kecil Adhara sudah tertarik pada bidang sains, khususnya matematika dan luar angkasa. Ketertarikannya ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya yang luar biasa cepat.

2. Didiagnosis autis sejak usia 3 tahun

x.com/adharaPerezfan

Di balik kecerdasannya, Adhara juga menghadapi tantangan besar. Ia didiagnosis mengalami autisme saat berusia tiga tahun. Kondisi ini memengaruhi kemampuan komunikasi dan interaksi sosialnya.

Autis yang dialaminya sempat membuat Adhara kesulitan beradaptasi di lingkungan sekolah. Ia sering merasa berbeda dari teman-temannya, bahkan kesulitan untuk mengikuti kegiatan belajar seperti anak lainnya.

Namun, diagnosis tersebut tidak menjadi akhir dari segalanya. Justru dengan dukungan keluarga, Adhara mampu menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya dan mengembangkan potensi luar biasa yang ia miliki.

3. Adhara mengalami perundungan di sekolah

x.com/adharaPerezfan

Masa kecil Adhara tidak selalu mudah. Ia tumbuh di lingkungan sederhana di kawasan Tláhuac, Meksiko. Mirisnya, ia sering menjadi korban perundungan akibat autis yang dideritanya. 

Perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya membuat Adhara sempat mengalami masa sulit. Ia menjadi lebih tertutup, kehilangan kepercayaan diri, bahkan enggan berinteraksi atau bermain bersama anak-anak lain.

4. Mampu menyelesaikan pendidikan dengan sangat cepat

x.com/adharaPerezfan

Meski menghadapi berbagai hambatan, Adhara menunjukkan ketekunan luar biasa dalam belajar. Ia bahkan mampu menyelesaikan pendidikan dasar pada usia lima tahun dan melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan sangat cepat.

Dalam waktu singkat, Adhara berhasil menyelesaikan sekolah SMP di usia enam tahun dan SMA di usia delapan tahun. Prestasi ini tentu bukan hal yang biasa, mengingat kurikulum pendidikan umumnya dirancang untuk ditempuh dalam waktu bertahun-tahun.

Tak hanya itu, Adhara juga berhasil meraih gelar sarjana di bidang teknik di usia 11 tahun. Di usia 11 tahun, Adhara juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di bidang Matematika dan Teknik Industri. 

5. Bercita-cita bekerja di NASA

x.com/adharaPerezfan

Saat ini, Adhara memiliki mimpi besar untuk bekerja di NASA. Ketertarikannya pada luar angkasa membuatnya aktif mempromosikan ilmu pengetahuan, khususnya eksplorasi antariksa dan matematika, kepada anak-anak lain.

Ia juga terlibat dalam kegiatan edukasi bersama Badan Antariksa Meksiko, menunjukkan bahwa usia bukanlah batas untuk berbagi ilmu dan menginspirasi sesama.

Kisah Adhara mengajarkan kita bahwa setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, memiliki peluang yang sama untuk meraih mimpi besar.

Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi luar biasa yang membawa perubahan positif bagi dunia.

Sungguh bikin salut ya, Ma?

Editorial Team