Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Kisah Haru Nabi Muhammad SAW dan Anak Perempuannya Fatimah Az-Zahra

5 Kisah Haru Nabi Muhammad SAW dan Anak Perempuannya Fatimah Az-Zahra
Popmama.com/Syiva Amalia/AI
  • Fatimah Az-Zahra menunjukkan kasih sayang sejak kecil dengan membersihkan kotoran dari tubuh Rasulullah SAW saat beliau diperlakukan buruk kaum Quraisy di dekat Ka'bah.
  • Rasulullah SAW menyambut Fatimah dengan berdiri, meraih dan mencium tangannya, serta menegaskan perasaan putrinya merupakan bagian penting dari dirinya.
  • Saat Fatimah lelah, Rasulullah SAW mengajarkan Tasbih Fatimah; menjelang wafat, bisikan beliau membuat Fatimah menangis lalu tersenyum karena kabar akan menyusulnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hubungan antara ayah dan anak perempuan selalu memiliki cerita yang istimewa.

Begitu pula dengan Nabi Muhammad SAW dan putrinya, Fatimah Az-Zahra. Di tengah perjuangan Rasulullah SAW menyebarkan ajaran agama Islam, Fatimah menjadi sosok yang begitu dekat dengan sang ayah dan tumbuh dengan kasih sayang beliau.

Menariknya, ada sejumlah momen sederhana hingga mengharukan yang memperlihatkan betapa hangatnya hubungan Rasulullah SAW dengan Fatimah.

Mulai dari sikap Rasulullah saat putrinya datang hingga sebuah bisikan menjelang akhir hayat beliau yang membuat Fatimah menangis sekaligus tersenyum.

Seperti apa kisah haru dan kedekatan Nabi Muhammad SAW bersama Fatimah Az-Zahra? Yuk, simak kisah selengkapnya yang sudah Popmama.com rangkum.

  1. 1. Fatimah kecil membersihkan kotoran dari tubuh Rasulullah SAW

    Kisah Nabi Muhammad dengan anak perempuannya Fatimah Az-Zahra saat membersihkan kotoran dari tubuh Rasulullah SAW
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Fatimah Az-Zahra adalah anak perempuan terakhir Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah. Sedari kecil, Fatimah Az-Zahra sudah menunjukkan kasih sayangnya kepada Rasulullah SAW, Ma.

    Salah satu kisah yang menggambarkan kedekatan ayah dan anak terjadi ketika Rasulullah SAW mendapat perlakuan buruk dari kaum Quraisy.

    Saat Rasulullah SAW sedang salat di dekat Ka'bah, orang-orang Quraisy meletakkan kotoran dari hewan sembelihan di atas tubuh beliau ketika sedang bersujud. Melihat hal tersebut, Fatimah yang masih kecil segera datang untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh sang ayah.

    Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana Fatimah berada di sisi Rasulullah SAW ketika beliau menghadapi perlakuan buruk dari orang-orang yang menentang dakwahnya..

  2. 2. Rasulullah SAW berdiri menyambut Fatimah dengan penuh kasih sayang

    Kisah Nabi Muhammad dengan anak perempuannya Fatimah Az-Zahra yang berdiri menyambut kedatangannya
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Tidak hanya sang anak bungsu yang menunjukkan kasih sayangnya pada Nabi Muhammad SAW.

    Rasulullah SAW juga tidak mau kalah, nih Ma. Kasih sayang sang kekasih Allah ini pada anaknya Fatimah Az-Zahra terlihat dari cara beliau memperlakukan putrinya, Ma.

    Setiap kali Fatimah datang menemui beliau, Rasulullah SAW akan berdiri dengan penuh kasih sayang menyambut kedatangannya.

    Tidak hanya berdiri, Rasulullah SAW juga bahkan meraih tangan Fatimah, menciumnya, lalu mempersilakannya duduk di tempat beliau. Fatimah pun melakukan hal yang sama ketika Rasulullah SAW datang kepadanya.

    Sikap saling menghormati dan menunjukkan kasih sayang tersebut menjadi salah satu gambaran kedekatan Rasulullah SAW dan Fatimah sebagai ayah dan anak, ya, Ma.

    Hubungan keduanya tidak hanya terlihat melalui kata-kata, tetapi juga dari cara mereka memperlakukan satu sama lain dengan penuh penghormatan.

  3. 3. Rasulullah SAW menegaskan Fatimah adalah bagian dari dirinya

    Kisah Nabi Muhammad dan anak perempuannya Fatimah Az-Zahra saat Rasulullah menegaskan Fatimah adalah bagian dirinya
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Kedekatan Rasulullah SAW dan Fatimah juga terlihat dari bagaimana beliau begitu memperhatikan perasaan putrinya, lho, Ma. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa Fatimah merupakan bagian dari dirinya.

    Dalam sebuah hadis yang dikutip dalam artikel NU Online, Rasulullah SAW bersabda bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya. Beliau juga menyampaikan bahwa sesuatu yang membuat Fatimah marah akan membuat beliau turut merasakan hal tersebut.

    Ungkapan tersebut menunjukkan betapa dekatnya hubungan Rasulullah SAW dengan putrinya. Perasaan Fatimah begitu diperhatikan oleh sang ayah, hingga kesedihan atau kemarahannya menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan.

    Bagi Fatimah, Rasulullah SAW bukan hanya sosok ayah, tetapi juga seseorang yang memberikan rasa aman dan menunjukkan bahwa perasaannya berharga.

  4. 4. Saat Fatimah kelelahan, Rasulullah SAW mengajarkan Tasbih Fatimah

    Kisah Nabi Muhammad dengan anak perempuannya Fatimah Az-Zahra saat mengeluh kepada Rasulullah
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Kasih sayang Rasulullah SAW kepada Fatimah, terlihat ketika putrinya mengalami kelelahan. Dalam salah satu kisah yang diriwayatkan, Fatimah mengeluhkan tangannya yang lecet karena harus menggiling gandum.

    Fatimah kemudian meminta seorang pembantu kepada Rasulullah SAW untuk meringankan pekerjaannya. Namun, Rasulullah SAW justru mengajarkan sebuah amalan yang kemudian dikenal sebagai Tasbih Fatimah.

    Rasulullah SAW mengajarkan Fatimah untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebelum tidur. Amalan tersebut menjadi bekal yang diberikan Rasulullah SAW kepada putrinya ketika ia merasa lelah.

    Kisah ini memperlihatkan salah satu bentuk perhatian Rasulullah SAW kepada Fatimah. Alih-alih hanya memberikan sesuatu untuk meringankan pekerjaannya, Rasulullah SAW mengajarkan amalan yang dapat diamalkan oleh putrinya.

  5. 5. Tangisan dan senyum Fatimah saat mendengar bisikan terakhir Rasulullah SAW

    Kisah Nabi Muhammad dan anak perempuannya Fatimah Az-Zahra saat mendengar bisikan terakhir Rasulullah SAW
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Momen paling mengharukan antara Rasulullah SAW dan Fatimah terjadi menjelang akhir hayat beliau, Ma. Saat itu, Rasulullah SAW memanggil Fatimah dan membisikkan sesuatu kepadanya. Alhasil Fatimah pun menangis setelah mendengarnya.

    Namun, tidak lama kemudian, Rasulullah SAW kembali membisikkan sesuatu kepada putrinya yang membuat Fatimah tersenyum.

    Perubahan dari tangisan menjadi senyuman tersebut membuat orang-orang yang berada di sekitar Fatimah merasa heran.

    Fatimah kemudian menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberitahunya tentang wafat beliau yang sudah dekat. Itulah yang membuatnya menangis. Setelah itu, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Fatimah akan menjadi orang pertama dari keluarganya yang menyusul beliau, sehingga Fatimah tersenyum.

    Momen tersebut menjadi salah satu kisah yang menggambarkan kedekatan Rasulullah SAW dan Fatimah hingga akhir hayat beliau. Di tengah kesedihan karena akan kehilangan sang ayah, Fatimah juga mendapatkan kabar yang membuatnya kembali tersenyum.

    Kisah Rasulullah SAW dan Fatimah Az-Zahra menunjukkan bahwa kasih sayang kepada anak dapat ditunjukkan melalui banyak hal, Ma. Mulai dari menyambut kedatangan anak dengan penuh penghormatan, menjaga perasaannya, hingga memberikan nasihat ketika anak sedang menghadapi kesulitan.

    Kisah-kisah tersebut pun menjadi teladan tentang bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan putrinya dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Dari kelima kisah di atas, mana yang paling menyentuh hati Mama?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More