Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Komdigi Soroti Fitur Chat pada Game Roblox, Disebut Belum Patuhi PP TUNAS
Dok. IDN Times/Lia Hutasoit

Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) pada 28 Maret 2026 lalu, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap peraturan tersebut.

Dari sejumlah platform yang diberlakukan peraturan ini, pemerintah melalui Kementerian Komdigi menyatakan bahwa Roblox belum memenuhi regulasi PP TUNAS yang melindungi anak di bawah 16 tahun dari bahaya media sosial.

Meski Roblox sudah melakukan pembaruan fitur global dari kantor pusatnya di AS, Menteri Komdigi Meutya Hafid masih menemukan celah besar dalam fitur chat yang memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing.

Melansir dari berbagai informasi, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya mengenai game online Roblox yang disebut belum memenuhi aturan.

1. Fitur Roblox for kids belum sepenuhnya aman

Roblox.com

Pemerintah mengapresiasi langkah Roblox yang telah meluncurkan pengaturan khusus untuk anak.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa fitur tersebut masih memiliki kelemahan, yakni anak-anak masih bisa menerima pesan atau chat dari pengguna yang tidak dikenalnya, meskipun dalam mode yang diklaim aman.

Dengan temuan ini, Komdigi menilai masih ada loophole atau celah yang membahayakan, Ma.

Jadi, walaupun anak menggunakan mode Roblox for kids, orangtua juga tetap perlu waspada karena fitur chat yang maish tersedia justru bisa berpotensi adanya interaksi dengan orang tak dikenal.

2. Pemerintah sebut Roblox belum patuh

Pexels/Amina Filkins

Menteri Meutya dalam keterangan di hadapan media menyampaikan secara blak-blakan bahwa pihaknya dengan berat hati belum bisa menerima proposal kepatuhan dari Roblox.

Kata-kata ini menunjukkan bahwa meskipun Roblox sudah berusaha, usaha tersebut belum cukup untuk memenuhi standar perlindungan anak di Indonesia sebagaimana sudah ditetapkan.

Artinya, secara resmi Roblox belum dianggap patuh terhadap PP TUNAS, Ma.

Dalam hal ini, pemerintah melalui Komdigi masih terus meminta Roblox untuk melakukan perbaikan secara sempurna. Selama belum ada perubahan lebih lanjut, risiko untuk anak Mama di platform tersebut akan masih ada.

3. Masih proses seperti platform YouTube

Pexels/Ketut Subiyanto

Dari sekian banyak platform digital yang diberlakukan peraturan ini, sebagian besar seperti Meta, TikTok, dan X sudah menyatakan komitmennya.

Namun, Roblox dan YouTube justru menjadi dua nama besar yang masih dalam proses pembahasan intensif oleh pemerintah, Ma.

Ini menjadi tanda bahwa game seperti Roblox butuh pengawasan ekstra dibanding platform lain. Jadi, orangtua diimbau untuk selalu waspada dan mendampingi anak dalam bermedia sosial, termasuk bermain game online.

Roblox menjadi salah satu game online yang sangat populer di kalangan anak. Namun, adanya regulasi PP TUNAS yang sudah berlaku tetap memaksa para orangtu untuk lebih waspada.

Jangan hanya mengandalkan fitur keamanan dari pihak game saja, Ma, tapi peran aktif kita untuk memeriksa pengaturan chat dan membatasi interaksi anak dengan orang asing adalah bentuk perlindungan paling nyata.

Bagaimana tanggapan Mama mengenai hal ini? Apakah anak mama di rumah masih aktif menggunakan platform game online satu ini, Ma? Sharing di kolom komentar, yuk!

Editorial Team