Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Puisi Hari Sumpah Pemuda, Punya Makna Mendalam

5 Puisi Hari Sumpah Pemuda, Punya Makna Mendalam

  • Puisi Hari Sumpah Pemuda karya Chairil Anwar, "Merdeka" dengan makna kebebasan dan cinta tanah air.

  • Puisi Hari Sumpah Pemuda karya Dhany Alkautsar, "Sumpah Pemuda" menekankan persatuan dan semangat perjuangan.

  • Puisi Hari Sumpah Pemuda karya W.S Rendra, "Doa Serdadu Sebelum Perang" menggambarkan penderitaan perang dan doa serdadu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap tanggal 28 Oktober, seluruh rakyat Indonesia memperingatinya sebagai peringatan Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini sangatlah penting karena mengingatkan kita untuk selalu menghargai dan mencintai tanah air kita yang satu, walaupun ada begitu banyak suku, etnis, dan ras yang ada di Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda biasanya diisi dengan kegiatan upacara dan kegiatan pembacaan puisi. Buat kamu yang mendapatkan tugas untuk membaca puisi Sumpah Pemuda, tak perlu bingung. Kali ini Popmama.com punya lima puisi Sumpah Pemuda yang bisa kamu bacakan, diambil dari berbagai sumber:

  1. Kumpulan Puisi Hari Sumpah Pemuda

  2. 1. Puisi Hari Sumpah Pemuda karya Chairil Anwar, "Merdeka"

    Aku mau bebas dari segala
    Merdeka
    Juga dari Ida
    Pernah
    Aku percaya pada sumpah dan cinta
    Menjadi sumsum dan darah
    Seharian kukunyah kumamah
    Sedang meradang
    Segala kurenggut
    Ikut bayang
    Tapi kini
    Hidupku terlalu tenang
    Selama tidak antara badai
    Kalah menang
    Ah! Jiwa yang menggapai-gapai
    Mengapa kalau beranjak dari sini
    Kucoba dalam mati

  3. 2. Puisi Hari Sumpah Pemuda karya Chairil Anwar, "Prajurit Jaga Malam"

    Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?
    Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
    bermata tajam
    Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
    kepastian
    Ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
    Aku suka pada mereka yang berani hidup
    Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
    Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu ...
    Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!

  4. 3. Puisi Hari Sumpah Pemuda karya Dhany Alkautsar, "Sumpah Pemuda"

    Bingkai mata rantai nan kokoh
    Menjadi satu kesatuan tekat yang bulat
    Melingkar saling mengait
    Menggenggam untuk menguatkan

    Satu bangsa
    Satu darah
    Satu bahasa 
    Satu Indonesia

    Bangkitlah wahai jiwa yang tertidur
    Taburkan semangatmu
    Semailah benih perjuangan di setiap hamparan bumimu
    Hamparan indah
    Walaupun kita tumbuh dari berbagai rumpun
    Namun akar juang tetap satu
    Menyatu di dalam darah, bangsa dan bahasamu
    Asalah tekadmu demi
    Indonesia

  5. 4. Puisi Hari Sumpah Pemuda karya Irwinday, "Sumpah Pemuda"

    Menjadikan kita satu
    Satu tumpah darah
    Satu bangsa
    Satu bahasa
    Memberikan kita rasa
    Rasa cinta
    Rasa suka cita
    Rasa bangga
    Berkat sumpahmu
    Kini garuda telah bangkit
    Bangkit dari kematian yang suri
    Perjuanganmu sungguh kemuliaan
    Takkan dapat tergantikan
    Terimakasih pemuda

  6. 5. Puisi Hari Sumpah Pemuda karya W.S Rendra, "Doa Serdadu Sebelum Per

    Tuhanku,
    WajahMU membayang di kota terbakar
    dan firmanMu terguris di atas ribuan
    kuburan yang dangkal

     
    Anak menangis kehilangan bapa
    Tanah sepi kehilangan lelakinya
    Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
    tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

     
    Apabila malam turun nanti
    sempurnalah sudah warna dosa
    dan mesiu kembali lagi bicara

    Waktu itu, Tuhanku,
    perkenankan aku membunuh
    perkenankan aku menusukkan sangkurku

    Malam dan wajahku
    adalah satu warna
    Dosa dan nafasku
    adalah satu udara.

    Tak ada lagi pilihan
    kecuali menyadari
    biarpun bersama penyesalan

    Apa yang bisa diucapkan
    oleh bibirku yang terjajah?
    Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai
    mendekap bumi yang mengkhianatiMu
    Tuhanku

    Erat-erat kugenggam senapanku
    Perkenankan aku membunuh
    Perkenankan aku menusukkan sangkurku
    Mimbar Indonesia

    Demikianlah lima puisi Sumpah Pemuda yang dapat menjadi inspirasi untuk dibacakan di hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober mendatang. Semoga bermanfaat.

  7. FAQ Seputar Puisi Hari Sumpah Pemuda

    1. Mengapa membuat puisi untuk Hari Sumpah Pemuda penting?

    Puisi membantu mengkomunikasikan nilai-nilai persatuan, semangat juang, dan kebanggaan sebagai pemuda Indonesia dengan cara yang lebih emosional dan kreatif.

    2. Apakah puisi Hari Sumpah Pemuda harus menggunakan bahasa formal?

    Tidak harus. Puisi bisa menggunakan bahasa formal, bahasa sehari-hari, atau gaya bebas asalkan mampu menyampaikan pesan persatuan dan nasionalisme.

    3. Apakah puisi Hari Sumpah Pemuda bisa dibuat dalam bentuk digital atau multimedia?

    Ya, banyak puisi modern dikemas dalam video, audio, atau media sosial untuk menjangkau lebih banyak generasi muda.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More