Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nagita Slavina Ungkap Dulu Tidak Mau Pakai Pengasuh untuk Rafathar
Instagram.com/raffinagita1717
  • Nagita Slavina sempat menolak bantuan suster saat membesarkan Rafathar, karena ingin terlibat langsung dan membatasi peran pengasuh dalam kebutuhan harian putranya.

  • Sebagai orangtua baru, Nagita Slavina mengaku masih berpegang pada idealisme, termasuk membiarkan jadwal tidur Rafathar mengikuti kebiasaannya sendiri.

  • Setelah memiliki Rayyanza, Nagita Slavina lebih terbuka pada bantuan dan saran suster serta menyesuaikan pola asuh dengan kebutuhan tiap anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai anak pertama, Rafathar menjadi sosok yang banyak mengajarkan Nagita Slavina tentang pengalaman menjadi orangtua. Nagita mengaku, saat membesarkan Rafathar, dirinya masih memiliki banyak idealisme mengenai pola pengasuhan yang ingin diterapkan.

Salah satunya soal keputusan Nagita untuk tidak menggunakan suster atau pengasuh yang terlalu banyak terlibat dalam mengurus Rafathar. Ia ingin melakukan banyak hal sendiri dan membatasi bantuan pengasuh dalam aktivitas sehari-hari sang putra.

Namun, setelah memiliki anak kedua, pandangan Nagita perlahan berubah. Ia mulai menyadari bahwa pola asuh yang diterapkan kepada satu anak belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama kepada anak lainnya.

Berikut Popmama.com telah merangkum cerita Nagita tentang pengalamannya saat membesarkan Rafathar sebagai anak pertama.

Yuk, disimak!

1. Dulu Nagita Slavina tak mau pakai suster untuk Rafathar

Instagram.com/raffinagita1717

Saat membesarkan Rafathar, Nagita Slavina mengaku sempat memiliki prinsip untuk tidak menggunakan bantuan suster. Ia ingin terlibat langsung dalam berbagai kebutuhan sang anak dan merasa dirinya harus menjadi sosok yang paling banyak mengurus Rafathar.

“Nggak mau pakai suster, itu pernah sempat. Anak pertama tuh nggak mau pakai suster, maunya mbak aja yang buat bantu,” ujar Nagita dalam perbincangannya di podcast Raditya Dika bersama Dokter Gia dan Anissa Aziza.

Nagita bahkan menerapkan sejumlah aturan agar dirinya tetap menjadi orang yang paling banyak menangani Rafathar. Ia tidak ingin suster mengambil alih hal-hal seperti memberikan makan atau membantu aktivitas Rafathar sehari-hari.

2. Saat besarkan Rafathar, Nagita Slavina masih banyak belajar

Instagram.com/raffinagita1717

Sebagai orangtua baru, Nagita Slavina mengaku masih banyak belajar saat membesarkan Rafathar.

Nagita merasa saat itu masih memiliki banyak idealisme tentang bagaimana seharusnya mengurus anak, termasuk soal jadwal dan kebiasaan sehari-hari. Salah satunya soal waktu tidur. Nagita mengaku dulu jadwal tidur Rafathar cukup mengikuti kebiasaannya sendiri.

“Kalau dulu tuh kayak jam tidur, ya udah gimana gue aja. Orang gue mau tidur jam segini, dia mau tidur sama gue ya udah,” ungkapnya.

Namun, setelah memiliki anak kedua, Nagita mulai menyadari pentingnya rutinitas untuk anak. Ia pun melihat bahwa hal sederhana seperti jadwal tidur, waktu makan, hingga stimulasi ternyata perlu diperhatikan agar pola keseharian anak lebih teratur.

3. Setelah punya anak kedua, Nagita Slavina mulai mengubah pandangan

Instagram.com/fansrayyanzamalikahmad

Kehadiran Rayyanza membuat Nagita Slavina mulai melihat bahwa dirinya tidak harus selalu mengurus semuanya sendiri. Ia justru terbuka menerima bantuan dan saran dari orang yang lebih berpengalaman dalam mengasuh anak, termasuk suster.

“Terus ternyata di anak kedua kita mau menerima saran dari suster yang kayaknya lebih berpengalaman,” ujar Nagita.

Dari pengalaman tersebut, Nagita menyadari bahwa pola asuhnya saat membesarkan Rafathar dulu masih banyak dipengaruhi idealisme sebagai orangtua baru. Kini, ia lebih terbuka untuk belajar dan menyesuaikan cara mengasuh sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Itu dia cerita Nagita tentang pengalamannya saat membesarkan Rafathar sebagai anak pertama. Banyak hal yang dulu ia lakukan berdasarkan insting dan idealismenya sebagai orangtua baru, hingga akhirnya menjadi pembelajaran ketika mengasuh anak-anak berikutnya.

Dari pengalaman tersebut, Nagita pun semakin memahami bahwa menjadi orangtua adalah proses belajar yang tidak ada habisnya. Terlebih, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda sehingga pola pengasuhannya pun perlu disesuaikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article