Jelang Remaja, Bagaimana Cara Membuat Anak agar Bisa Dipercaya?

Tunjukan kalau orangtua percaya pada anak, baru anak bisa percaya pada orangtuanya

27 Oktober 2021

Jelang Remaja, Bagaimana Cara Membuat Anak agar Bisa Dipercaya
Freepik/master1305

Banyak anak tidak bisa percaya kepada orangtuanya, mereka sungkan membagikan masalahnya karena suatu hubungan yang berjarak. Anak lebih nyaman cerita pada temannya. Sementara kadang teman yang diajak bercerita belum tentu tepat atau dapat memberikan bantuan untuk si Anak.

Anak remaja butuh ruang untuk dirinya sendiri. Jika menemukan kondisi seperti ini, sebaiknya Mama juga tidak memaksa untuk masuk ke dalam kehidupan pribadi anak. Mereka memiliki privasi.

Yang bisa Mama lakukan adalah membuat anak mama menjadi remaja yang dapat dipercaya.

Jadi, setiap langkah atau setiap tindakannya tidak membahayakan dirinya. Selain itu, anak perlu belajar bertindak sesuai antara perasaan, pikiran dan perbuatannya.

Dengan begitu bisa dibilang bahwa anak sudah tahu apa sebenarnya yang ia inginkan.

Setelah anak berusia 12 tahun, mereka semakin tumbuh dan menjadi remaja. Tugas orangtua adalah membangun anak dengan karakter positif dan dapat dipercaya.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara anak bisa dipercaya. Keep scrolling, Ma.

1. Jadilah pendengar yang baik

1. Jadilah pendengar baik
Freepik

Berhenti meninggikan suara Mama, dan mulailah mendengarkan apa yang anak mama bicarakan. Terutama saat amarah berkobar dan Mama kesal.

Jika Mama lepas kendali, tanpa sadar kata-kata yang keluar mungkin bisa menyakiti hati si Anak. Saat itulah Mama sedang mengikis hubungan dengan anak mama.

Jika Mama mendengarkan dan mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang anak maka Mama menciptakan jembatan pemahaman yang akan bertahan seumur hidup. Ini sangat bermakna bagi hubungan anak dan Mama.

Perhatikan bahwa untuk melakukan ini, Mama perlu mengatur emosi mama sendiri. Anak-anak bisa saja kehilangan rasa hormat kepada orangtua yang menuruti amarah mereka sendiri, terlebih jika mengamuk pada anak di depan orang lain.

Editors' Picks

2. Menumbuhkan kecerdasan emosional

2. Menumbuhkan kecerdasan emosional
Freepik/drobotdean

Anak-anak dengan EQ tinggi membuat pilihan yang lebih baik, karena mereka tidak didorong oleh kebutuhan untuk membuktikan diri dengan teman sebayanya, atau oleh kekesalan mereka sendiri yang tidak dapat mereka kelola dengan baik.

Untuk membesarkan anak yang cerdas emosional, mulailah dengan menawarkan keamanan emosional, ketenangan, dan empati.

Kemudian, berikan contoh bagaimana anak-anak dapat mengungkapkan kebutuhan dan perasaannya tanpa menyerang orang lain.

Terakhir, izinkan semua emosi, bahkan saat Mama membatasi perilaku anak. Misal, izinkan anak menuliskan sebuah surat berisi gubahan perasaannya. Sehingga anak bisa membacanya sekali lagi di lain waktu ketika amarahnya sudah surut.

Dari situ Mama bisa diskusikan, apakah cara menyampaikan perasaan emosi yang anak lakukan itu sudah dengan cara dan bahasa yang tepat?

Dari sini, sambil belajar mengelola emosi, anak juga bisa belajar melatih kesabaran dan berlaku sopan santun.

3. Berhenti menghukum dan mengancam anak

3. Berhenti menghukum mengancam anak
Freepik/peoplecreations

Mama tidak perlu menghukum untuk mengajari anak mama pelajaran. Hukuman juga bisa mengikis hubungan orangtua dengan anak sehingga anak jadi kehilangan keinginan untuk bekerja sama dan mengikuti petunjuk mama.

Itu juga membuat anak Mama lebih cenderung berbohong kepada Mama di masa mendatang.

Cara membuat anak bisa dipercaya adalah memberikan mereka pengertian ketika mereka berbuat salah atau berperilaku tidak sesuai aturan.

Jelaskan bagian mana yang salah, tanyakan anak seperti apa yang seharusnya mereka lakukan, lalu ajak mereka berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Jangan coba-coba mengancam anak, karena anak merasa ditekan dan malah membuatnya tidak nyaman.

Ancaman seperti, “Awas ya kalau tidak mengerjakan tugas sekolah, Mama lapor ke bu guru” daripada berkata demikian lebih baik katakan, “Apa tugas yang diberikan bu guru? Apakah ada kendala? Bagian mana yang kamu tidak bisa?”.

Anak akan merasa diperdulikan dan dengan sendirinya akan bercereta kepada Mama. Dengan begitu berapapun nilai yang mereka dapat di sekolah, mereka akan jujur.

Jika ada nilai yang kurang pun, mereka tidak bercerita ke temannya saja. Namun anak bisa bercerita ke Mama dan mungkin meminta saran dari Mama. Kalau sudah begini, Mama bisa mengajukan perbaikan nilai ke guru dan mungkin ini bisa lebih efektif untuk pendidikan anak.

4. Tidak menegur anak di depan orang lain

4. Tidak menegur anak depan orang lain
Freepik/diana.grytsku

Pantang menegur anak di depan orang lain, terlebih di depan temannya atau di depan orang yang mereka idolakan. Ini bisa menurunkan harga diri anak dan menyakiti perasaan mereka.

Jika anak membuat kesalahan, duduklah berdua bersamanya dan menjauh dari orang lain. Katakan apa yang Mama harapkan dan coba dengarkan apa masalah yang sedang anak hadapi sehingga membuatnya kacau.

Hargai perasaan anak. Dengan begitu anak akan merasa nyaman dan ke depannya perilaku mereka pun bisa lebih dipercaya.

5. Prioritaskan hubungan orangtua dan anak

5. Prioritaskan hubungan orangtua anak
Freepik/master1305

Anak-anak tidak dapat mengartikulasikannya, tetapi mereka ingin tahu bahwa kita menyangi mereka, memuja mereka, percaya pada mereka, dan menemukan nilai dalam diri mereka sehingga merawat mereka membuat kita bahagia.

Ketika kita terus-menerus memberi mereka kesan bahwa hal-hal lain seperti telepon kita, pekerjaan kita, saudara mereka, menjaga rumah tetap rapih adalah hal yang lebih penting daripada kedekatan dengan anak-anak, jangan heran jika kebahagiaan batin anak akan goyah.

Sebenarnya sikap orangtua adalah hal penting yang membuat anak membuat pilihan dalam hidup mereka.

Baik itu menjadi pribadi yang positif atau sebaliknya, dalam prosesnya lingkungan terdekat sangat berpengaruh.

Ketika anak-anak merasa terputus, mereka akan pasif, tidak mudah berkembang, cuek, tidak memiliki kedekatan dengan orangtua, dan rendah kepeduliannya dengan apa yang orangtua katakan.

Oleh karena itu penting untuk bisa memprioritaskan hubungan antara orangtua dan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Pola asuh yang penuh hormat ini membesarkan seorang anak yang menjaga hubungannya dengan Mama. Dan itulah beberapa cara anak bisa dipercaya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.